September 20, 2012

Sinopsis Faith Episode 5


Sinopsis Faith Episode 5


Ki Chul benar-benar tak tahu aturan. Baru pertama kali menemui Raja, ia langsung berdiri di samping Raja dan meneriakkan tuduhan  kalau ada orang yang membisikkan dusta ke telinga Raja. Tanpa basa-basi ia langsung menuding Eun Soo, “Kau, siluman. Jawab aku.”




Eun Soo kaget karena diserang oleh orang yang tak dikenal. Ketakutan, ia mencoba bangkit tapi ditahan oleh dayang Choi. Jang Bin berbisik kalau Eun Soo akan mati kalau ia pergi sekarang juga. Eun Soo berbisik, membantah kalau Ki Chul tak benar-benar ingin membunuhnya.

Tapi ia terperanjat saat Ki Chul membentaknya, “Hei, siluman! Kenapa kau tak mau menjawab?”


Gong Minlah yang menyelamatkannya karena ia tertawa. Jadi ini yang namanya Pangeran Deok Sang (gelar bangsawan Ki Chul), kakak Ratu Ki dari Yuan? Ratu Ki pernah memberitahunya kalau ia bisa duduk di singgasana ini karena jasa Ratu Ki dan Pangeran Deok Sang.


Ki Chul terkejut karena Gong Min mau mengakui jasanya. Dan Gong Min berkata kalau Ratu Ki juga memberitahukannya kalau ia tak perlu khawatir karena Pangeran Deok Sang akan menjaganya.

Tapi Ratu Ki juga memintanya agar jangan kaget kalau Pangeran Deok Sang ini kadang lupa tata karma atau langsung berjalan ke kursi singgasana. Ia juga diminta untuk menenangkan para pejabat jika Pangeran Deok Sang menakut-nakuti para pejabat. Karena semua perbuatan itu karena kesetiaan Pangeran Deok Sang padanya, “Lihatlah! Lihat bagaimana ia berlari karena khawatir karena ia khawatir padaku. Setia sekali, kan?”


Ki Chul menyadari sindiran Gong Min, tapi ia tak bergeming dan menyerang Gong Min. Jadi apakah Raja benar-benar percaya kalau orang itu datang dari langit?


Kali ini No Gook yang menjawabnya. “Aku percaya,” Ia berdiri dan memperkenalkan dirinya sebagai Ratu mereka, dan putri dari Raja Yuan. Dan dalam perjalanan ia diserang oleh sekelompok pembunuh dan mereka berhasil melukainya. Ia memandang Eun Soo dan melepas perbannya, “Leherku disatukan kembali oleh Tabib Langit. Apakah ada tabib di Goryeo yang melakukannya?”


Saat semua mata memandang No Gook, Jang Bin berbisik kalau ia harus bersikap seperti tabib yang datang dari langit. Dan Eun Soo menjawab sambil berbisik, “Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan?” Dayang Choi yang menjawab, “Jangan menangis. Jangan gemetar.” Dan Jang Bin menambahkan, “Lakukan seperti yang kau biasa lakukan di langit.”


Haha.. emang di langit Eun Soo gak boleh nangis dan gak gemetar?


Tapi Eun Soo langsung menjadi tabib langit, yang Jang Bin dan dayang Choi inginkan, karena Ki Chul membawa-bawa nama Choi Young. Ki Chul menduga pasti Choi Young yang menyodorkan kebohongan ini pada Raja dan Ratu yang masih polos dan naïf, sehingga mereka percaya kalau Eun Soo berasal dari langit. “Seret pengkhianat yang licik itu sekarang juga!”


“Kau tak dapat melakukannya,” kali ini Eun Soo berdiri dan menjawabnya. “Woodalchi Choi Young .. adalah pasienku. Tanpa ijin dokter, tak seorang pun dapat membawanya pergi.”


Ki Chul marah mendengar jawaban Eun Soo, “Kau wanita jalang. Beraninya kau berbicara.. “

“Hati-hati dengan omonganmu!” Eun Soo memotongnya. “Beraninya kau menyumpah dan berbicara banmal padaku!”


Ki Chul mendelik mendengar kata-kata Eun Soo. Tapi Eun Soo sangat kesal dan menarik rambutnya ke belakang, siap untuk berkelahi.

LOL. Dan sekarang Eun Soo akan menunjukkan cara berkelahi ala langit.


Ia mengeluh dan turun menghampiri Ki Chul, “Benar-benar, deh. Aku tak tahu bagaimana caranya aku berpindah jaman. Tapi aku diomeli saat umurku sudah sedewasa ini? Memang berapa umurmu?”


Ki Chul tergeragap kaget, “A.. aapa?”


“Aku adalah dokter bedah plastic di Gangnam. Yang berarti aku sudah terbiasa dengan para pasien yang selalu mengomel setiap saat. Apa kau pikir aku diam Karena aku tak bisa menyumpahi?” Eun Soo mendekati Ki Chul dan dengan lebih pelan ia berkata, ““Aku tak mau menyerangmu karena kita ada di hadapan raja. Jadi kita hentikan saja sampai di sini.”


Semuanya terkejut melihat aksi Eun Soo. Lady Choi dan Jang Bin saling melempar pandang. Eun Soo berbalik dan bertanya pada Gong Min dengan nada yang berubah manis, apakah ia dapat meninggalkan tempat ini karena ada pasien yang harus dirawat. Gong Min tersenyum dan mengijinkannya.


Tapi Ki Chul yang sudah pulih kesadarannya, menghadangnya kembali, “Apa kau.. mau mati?”


Kali ini Eun Soo tak takut akan gertakan Ki Chul. Ia malah bertanya pada Gong Min apakah nama orang ini adalah Ki Chul? Ki Chul membelalakkan matanya, terperanjat.

Apalagi mendengar lanjutan kata-kata Eun Soo yang pada Gong Min mengatakan kalau ia selalu mendapat nilai tertinggi di setiap ujian, “Aku ingat. Ki Chul, Ratu Ki, Raja Gong Min. Benar. Semua ada di ujian. Yuan akan segera hancur.”


Semua terperangah mendengar kata-kata Eun Soo. Apalagi Eun Soo menyanyikan lagu Twinkle Twinkle (bukan lagu yang dari SNSD) untuk mengingat urutan dinasti di Cina. Pada Ki Chul ia mengatakan kalau setelah ini Dinasti Ming yang akan berkuasa dan Yuan akan mati.


“Dan aku ingat bagaimana kau juga akan mati, Ki Chul-ssi. Tapi aku tak mau memberitahukanmu. Tahu kenapa? Karena kau jahat.” Eun Soo menatap mata Ki Chul yang masih terkejut dan menyumpahinya dalam bahasa Inggris,

 “Hey you! F**k! Go to hell!” 


Yay! Atta girl! Ki Chul yang masih terdiam mencerna semua ucapan Eun Soo, tak sadar kalau ia membiarkan Eun Soo pergi.


Di luar Eun Soo gemetar dan hampir terjatuh. Untung Jang Bin keluar dan menangkapnya tepat waktu. Ia memuji Eun Soo yang melakukannya dengan baik. Sangat baik malah.


Eun Soo dan Jang Bin kembali ke rumah sakit. Kali ini Eun Soo benar-benar berniat untuk mengembalikan Choi Young, karena ia adalah satu-satunya orang yang akan mengembalikan ke langit. Mereka berdua bekerja sama, memadukan pengobatan modern dan tradisional, untuk menyembuhkan Choi Young.


Sementara Choi Young yang masih tak sadarkan diri, masih berada di mimpi musim dinginnya. Memancing bersama ayahnya, yang bertanya apakah gadis itu masih berada dalam hati Choi Young?


Choi Young masih mengingatnya. Ia tak dapat melepaskannya pergi. Dan ia teringat masa lalu saat mereka bercanda dan berlatih di padang rumput. Saat itu Danbaek yang bernama Mae Hee memintanya agar tak perlu khawatir karena Mae Hee akan tetap berada di belakangnya, melindunginya. Choi Young pun meminta Mae Hee agar tak pernah pergi dari sisinya, agar ia dapat melindungi Mae Hee.


Choi Young memejamkan mata dan akan mencium Mae Hee, tapi ternyata Mae Hee sudah tak ada di sisinya lagi. Ia mencari ke semua tempat, tapi ia tak menemukan Mae Hee.


Hanya ketika sebuah bandana bersulamkan bulan sabit merah, ia tahu kalau Mae Hee telah tiada. Meninggalkannya.


Kembali ke ruangan Choi Young, pedang Choi Young tersandar di dinding dengan bandana bulan sabit merah terikat di pegangan pedangnya. Choi Young tiba-tiba kejang, yang langsung ditangani oleh Jang Bin dan para perawat.


Eun Soo memandang tubuh Choi Young tak percaya. Kenapa masih tak berhasil juga? Ia meninggalkan ruangan dengan kesal ke taman apotik dan mengomel, kenapa Choi Young seperti ini? Bukankah mereka sudah menurunkan panas dan menghilangkan infeksinya?


Deo Gi yang melihat kedatangan Eun Soo yang marah-marah buru-buru menyingkir. Jang Bin lah yang menenangkannya. Ini bukan kali pertama Choi Young terluka. Karena Choi Young memiliki nae gong, maka ia dapat menyembuhkan dirinya sendiri tanpa bantuan medis. Mendengar itu Eun Soo bertanya, “Lalu mengapa ia masih tak sadarkan diri?”


Maka Jang Bin mengutip sebuah kalimat bijak, “Dokter biasa hanya menyembuhkan luka tapi dokter ahli menyembuhkan orang. Kita masih menyembuhkan lukanya, tapi belum menyembuhkan Dae Jang.”


Eun Soo teringat kata-kata dosennya dulu. Tak peduli betapa mahirnya seorang dokter melakukan pembedahan dan mengobati, tapi jika pasien tak mau sembuh, maka semua akan sia-sia belaka. Ia sebenarnya adalah dokter spesialisas bedah jantung, bahkan dari sekolah yang terbaik. Tapi karena tak tahan akan pasiennya, ia berpindah ke bedah plastik yang beresiko rendah dan uangnya lebih banyak.


Jang Bin langsung menebak kalau Eun Soo pasti pernah mengalami kehilangan pasien. Tapi Eun Soo membantah, memangnya dia bermain drama? Dengan bangga ia mengatakan kalau tak satupun pasiennya mati.


Jang Bin tersenyum dan menebak lagi kalau Eun Soo takut akan kehilangan pasien, “Dan jika Choi Young meninggal, maka ia adalah pasien pertama yang meninggal di tanganmu.”


Benarkah? Di mimpinya, Choi Young mulai duduk kedingingan, semakin membeku.


Sementara itu di kediaman Ki Chul, semua sedang membicarakan tentang kutukan tabib langit. Adik Ki Chul, Ki Won sangat kaget melihat bagaimana Eun Soo memandang rendah Ki Chul. Dan bagaimana tabib langit itu menyumpahinya? Mereka semua teringat ‘Hey you.. f**k.. go to hell’ yang diucapkan Eun Soo dan merinding karena kutukan itu.

LOL. Kalau itu adalah sumpah dari langit, dan orang akan mati karenanya, pasti di langit orang yang mati akan banyak sekali sekarang.


Ki Chul yang baru saja selesai berendam (Spa? Melepas stress karena disumpahin?) berkata kalau ia harus menemui wanita itu lagi. Ki Won telah mencoba melakukannya, tapi para woodalchi menghalanginya. Ki Chul memarahinya, kalau begitu seharusnya Choi Young dulu yang diseret kemari agar para woodalchi mau tunduk.


Yang Gak memberitahunya kalau sekarang Choi Young sekarat, mungkin kena kutuk karena kabarnya Choi Young pernah menyinggung perasaan tabib langit. Dan Ki Won pun langsung menyambar, “Tuh kan, dia benar-benar bisa mengutuk!”


Maka Ki Chul memutuskan untuk menemui Raja secara langsung. Kali ini ia menghadap dengan sopan, bahkan juga bersujud di depannya. Gong Min tak menyia-nyiakan kemenangan kecil ini dengan membiarkannya bersujud lama dan berkata, “Ah, betapa terkejutnya aku mendapatkan penghormatanmu, hingga aku lupa menyuruhmu untuk berdiri dengan segera.”

Hehe.. salah satu keunggulan Gong Min adalah dia pintar menyindir.


Ki Chul menelan sindiran Gong Min dan berkata kalau kedatangannya kali ini untuk membicarakan tentang salinan surat yang diberikan Gong Min padanya beberapa hari yang lalu beserta permintaan Gong Min agar ia menyelidikinya. Surat yang tertinggal di tempat pembunuhan 24  menteri. Pesan itu adalah Raja terdahulu akan mati jika Gong Min naik tahta.


Gong Min mengambil surat yang asli dari dalam laci yang masih ada kelabang di dalamnya, teringat kata-kata Choi Young kalau darah itu bukan darah manusia. Ia mengambil kesimpulan kalau para menteri itu berkumpul untuk mencari cara melindungi raja terdahulu?


Ki Chul mengiyakan. Siapa lagi yang menulis surat itu kalau bukan raja yang terdahulu?

Namun ada pertanyaan berikutnya dari Gong Min. Kalau begitu, siapa yang membunuh para menteri itu? Tak diduga, Ki Chul menjawab kalau ialah yang membunuh mereka.


Jawaban kedua benar, tapi jawaban pertama salah. Gong Min ragu, ingin membuka kedok Ki Chul. Ia teringat kata-kata Choi Young yang memberinya dua pilihan: mengkonfrontir kebohongan Ki Chul atau membiarkannya danmengikuti kebohongan itu.

Maka ia hati-hati bertanya, “Bagaimana jika surat itu bukanlah surat milik para menteri itu namun ditaruh setelah para menteri itu meninggal?”


Ki Chul tak bergeming, malah bertanya balik, “Siapa dan apa alasannya hal itu dilakukan?”


Gong Min tertawa terbahak-bahak, membuat Ki Chul kaget. Gong Min berterima kasih dan berniat memberi hadiah pada Ki Chul. Namun ia tak tahu apa hadiah yang tepat untuknya. Maka Ki Chul menyebutkan permintaanya : Ada yang sakit di rumahnya, dan ia ingin meminjam Tabib Langit untuk menyembuhkan orang itu. “Jika tabib itu memang berasal dari langit, maka ia akan mampu mengobati pasien itu. Jika tidak, berarti tabib itu tak berasal dari langit. Dan hamba bersedia untuk membunuhnya secara diam-diam.”

“Apakah dari awal kau memang ingin membunuh Tabib Langit?”

“Bukankah hamba berkata kalau semua yang hamba lakukan adalah demi Paduka?”

“Apakah kau takut pada Tabib Langit?”

“Tidak. Hamba lebih takut pada Paduka yang mulia.”


Senyum Gong Min menghilang. Ia menyuruh Ki Chul untuk tak bicara berputar-putar. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh Ki Chul? Ki Chul menginginkan raja berada di pihaknya. Dan ia akan menghabisi orang yang menghalanginya, baik itu tabib langit maupun Choi Young.


Gong Min heran akan Ki Chul. Apakah Ki Chul sangat ingin dia tunduk pada Ki Chul? Ki Chul membantahnya. Tunduk adalah jaman dulu banget. Yang ia inginkan sekarang adalah hati Gong Min. Ki Chul suka mengumpulkan hati.

Ewww… kalau hati bukan kiasan, Ki Chul benar-benar omnivor yang sadis.

Gong Min kembali tertawa. Kalau memang Ki Chul suka mengumpulkan hati, bagaimana kalau mereka berlomba mendapatkan hati. Yang pertama adalah hati Tabib Langit. Apakah tujuh hari cukup bagi Ki Chul untuk mengambil hati Tabib Langit? Ki Chul merasa cukup. Maka Gong Min menyuruhnya untuk membawa Eun Soo pergi.

“Kalau dalam 7 hari kau bisa mengambil hatinya, maka tabib langit menjadi milikmu. Kalau kau gagal, kau harus mengembalikannya dengan baik, tanpa seujung rambutpun hilang darinya.”
Hmmm… walaupun ini adalah taktik, kenapa saya merasa hal ini tak adil untuk Eun Soo? Eun Soo kan bukanlah barang yang bisa dipinjam ke sana kemari.


Di rumah sakit Deo Gi meminta Eun Soo untuk cepat kembali ke ruangan Choi Young karena tubuhnya mulai dingin. Dae Man, yang telah meraba nadi Choi Young, juga mengatakan kalau nadinya mulai melemah. Tapi Eun Soo tak dapat melakukan apapun. Ia tak memiliki peralatan medis dan obat-obatan yang memadai.


Dae Man bersikeras kalau Eun Soo pasti dapat menyembuhkannya. Bukankah ia adalah Tabib Langit? Eun Soo membantahnya. Ia adalah Tabib Langit karena mereka menyebutnya seperti itu. Merasa sia-sia, Dae Man dan Deo Gi pergi mencari Jang Bin.


Hanya berdua, Eun Soo berkata pada Choi Young kalau ia menyadari mengapa Choi Young melakukan hal ini. Hidup di dunia yang kejam seperti ini, ia mengerti kenapa akhirnya Choi Young menjadi psycho. “Tapi kau tidaklah sendirian. Kita semua hidup seperti itu, karena..”


Eun Soo menghentikan kata-katanya karena ia menyadari dada Choi Young yang tiba-tiba berhenti berdetak. Ia segera melaukan CPR, menekan dadanya dan memasukkan udara ke dalam mulutnya. Sekali. Dua kali. Tapi tak ada perubahan. Choi Young tetap tak bernafas.


Jang Bin yang telah tiba, meminta Eun Soo untuk berhenti. Tapi Eun Soo belum mau menyerah. Ia kembali menekan-nekan dadanya, “Tak boleh, kau tak boleh pergi! Kau tak boleh pergi karena aku yang menikammu. Bukankah kau bilang aku harus berada di sampingmu? Kau akan melindungiku?”


Sambil menangis Eun Soo meniupkan udara ke mulut Choi Young lagi.


Dalam kebekuan, Choi Young mendengar rentetan kata-kata Eun Soo. Juga air mata Eun Soo. Air mata itu menetes di pipi Choi Young dan meretakkan semua es yang telah membeku di wajah dan tubuhnya.


Jang Bin yang pertama kali melihatnya. Melihat dada Choi Young berdetak kembali. Kali ini ia menyentuh Eun Soo, memintanya berhenti karena, “Nafasnya.. telah kembali.”

Masih berurai air mata, Eun Soo berhenti dan tersenyum menatap Choi Young.


No Gook menyeruak masuk ke ruang Gong Min, tak peduli akan kasim dan dayang Choi yang mencoba menghalanginya. Ia marah pada Gong Min yang membiarkan Ki Chul membawa Eun Soo.

Gong Min pun marah karena No Gook datang tanpa tata karma dan menyebut Ki Chul tanpa gelarnya. Tapi bagi No Gook adalah Gong Min sebagai raja yang harusnya tahu tata karma. Bagaimana mungkin Gong Min menyerahkan orangnya pada musuh agar ia bisa hidup?


Sentilan No Gook benar-benar menyinggung Gong Min. Setelah menyuruh semua orang di dalam ruangan pergi, ia menatap tajam pada No Gook dan bertanya, “Siapa aku? Siapa aku?! Apakah kau memang tak tahu tata krama atau karena kau adalah Putri Yuan dan aku adalah Raja dari kerajaan lemah, Goryeo, maka kau dapat berlaku seenaknya seperti ini?”


No Gook pun mengibaratkan burung unta yang dikejar pemburu, menyembunyikan kepalanya ke dalam tanah dengan harapan ia tak terlihat oleh siapapun, “Apakah Paduka adalah burung unta di padang liar? Yang tak tahu siapa yang ada di sisi Paduka dan siapa yang harus Paduka lindungi sehingga Paduka dapat hidup. Apakah Paduka tak dapat mengetahuinya? Jika Paduka menyerahkan Eun Soo dan membiarkan Choi Young mati, siapa yang akan berdiri di samping Paduka?”


Kata-kata No Gook disalahartikan oleh Gong Min. Jadi sebenarnya siapa yang lebih dikhawatirkan No Gook? Dirinyakah? Atau Choi Young? Kabarnya No Gook pernah mengundang Choi Young ke dalam ruangannya.

Aww… poor Gong Min. Selain tak percaya diri, ia juga cemburu pada Choi Young?

No Goo terdiam, yang kembali disalahartikan oleh Gong Min sebagai rasa bersalah karena ketahuan. Tapi diamnya No Gook lebih karena Gong Min telah menyinggung perasanannya. Dengan suara tercekat ia berkata,

“Kalau paduka jatuh, saya akan jatuh. Kau paduka diinjak oleh seseorang, saya juga akan merasa terinjak-injak. Tentu saja saya khawatir akan Paduka dan tak dapat berdiam diri di kamar saja. Jadi saya langsung mendatangi Paduka tanpa tata krama.”

Gong Min menyadari kesalahannya. Ia mendekati No Gook tapi No Gook menghentikannya, “ Ternyata yang saya lakukan ini salah. Ternyata salah kalau saya mengkhawatirkan Paduka dan saya berjanji tak akan melakukannya lagi. Maafkan saya.”


Haduh.. maju selangkah, mundur lima langkah.


Ki Won membawa pasukan mendatangi rumah sakit untuk menjemput Eun Soo. Tapi mereka dihadang oleh para woodalchi yang juga mendapat perintah kerajaan untuk melindungi Eun Soo. Jang Bin meminta Ki Won untuk menunjukkan surat perintah yang resmi.


Tentu saja mereka belum memilikinya. Jadi satu-satunya cara adalah mengambil Eun Soo secara paksa. Para Woodalchi menolak, maka mereka bertempur di depan ruangan Eun Soo, sehingga beberapa korban berjatuhan.


Mendengar keributan di luar, Eun Soo keluar. Melihat ada prajurit yang tergeletak, tapi masih hidup, ia langsung  menghentikan mereka dan berseru, “Time!” Sebagai dokter, ia berhak mengobati pasien di saat perang. Sambil menyilangkan kedua telunjuknya, Eun Soo bekata, “Palang merah! Palang merah!”


Sontak semua kubu berhenti menyerang, mengira Eun Soo tadi mengutuk mereka. Eun Soo dan Jang Bin kemudian memeriksa para korban.

Mengumpulkan keberanian menghadapi Tabib Langit, Ki Won mengarahkan pedangnya pada leher Jang Bin dan meminta Eun Soo untuk mengikutinya. Kalau tidak nyawa Jang Bin taruhannya.


Bersamaan dengan itu, Choong Suk datang membawa perintah yang membenarkan Ki Won untuk membawa Eun Soo pergi atas perintah raja. Akhirnya pasukan Ki Won menyeret Eun Soo pergi.

Tanpa ada yang tahu, jari jemari Choi Young mulai bergerak.


Keesokan harinya Dayang Choi melaporkan pada No Gook kalau Eun Soo diseret pergi kemarin malam. No Gook khawatir apakah Ki Chul akan membunuhnya? Dayang Choi mengatakan tidak, kalau Eun Soo memang berguna bagi Ki Chul. Tapi No Gook menduga yang terburuk. Kalau ternyata Eun Soo tak ada gunanya, berarti Ki Chul akan membunuhnya? Lantas bagaimana dengan nyawa Choi Young?


Nyawa Choi Young ternyata baik-baik saja. Pagi itu ia siuman. Dae Man sangat senang melihat Dae Jangnya hidup kembali. Saat Choi Young mengeluh kalau sinar matahari terlalu menyilaukannya, ia langsung berdiri di hadapan Choi Young menghalangi matahari mengenai wajah Choi Young.


Aww.. so cute.


Yang pertama kali ditanyakan Choi Young adalah Eun Soo. Dan saat mengetahui kalau Eun Soo dibawa pergi, Choi Young langsung bangkit karena ia akan membawa Eun Soo kembali ke kerajaan. Bagaimana mungkin Jang Bin membiarkan Eun Soo pergi, walaupun ini adalah perintah kerajaan?

“Suntik dia, pukul dia hingga pingsan. Dan jadikan itu sebagai alasan agar dia tak dapat dibawa pergi keluar kerajaan.”

Haha.. Sistem perlindungan Choi Young ini cukup sadis juga.


Jang Bin masih berusaha menghalangi kepergian Choi Young dengan bertanya apakah Choi Young sebagai woodalchi, pasukan pengaman raja, akan mengabaikan perintah raja? Tapi Choi Young menjawab kalau ia tak punya banyak tenaga, jadi ia hanya bisa minta baik-baik pada Jang Bin untuk minggir.


Akhirnya Jang Bin mengalah. Ia memberikan botol obat yang tersisa 3 butir dan memintanya untuk minum obat itu 3 kali sehari. Ia juga meminta agar Choi Young tak menggunakan nae gongnya dulu. Kalau tidak, ia tak akan dapat menggunakan nae gongnya selamanya.


Ia juga bertanya, apakah Choi Young sudah memiliki rencana untuk merebut Eun Soo? Dan jawaban Choi Young sederhana. Ia akan maju dan membawa Eun Soo pergi.

Hehe.. kalau di langit ia bisa maju dan membawa Eun Soo pergi, mungkin ia pikir akan begitu pula kali ini.

Maka dengan tameng polisi dan pedang di tangan, ia pergi ke kediaman Ki Chul, dengan diikuti diam-diam oleh Dae Man. Eh.. diam-diam itu berarti Choi Young tak menyadari, ya?


Ki Chul terkejut mendengar kedatangan Choi Young. Bukankah ia sekarat sebelumnya? Dan kabarnya pulihnya Choi Young karena Tabib Langit itu. Ki Chul bertanya-tanya sendiri, apakah benar wanita itu adalah murid Hwata? Hanya wanita itu yang berani memandang matanya dan menanyakan berapa umurnya dan tahu bagaimana cara ia mati. Tak ada orang yang berani padanya apalagi berkata seperti itu.


Yang Gak menenangkan Ki Chul dan mengatakan wanita itu adalah orang gila. Tapi kali ini Ki Chul ragu. Hanya wanita itu  yang berani menyuruhnya bersikap hormat pada raja. Dan sekarang ia dan Choi Young, keduanya ada di rumah Ki Chul.


Yang Gak mencoba menebak pikiran Ki Chul. Apakah Choi Young harus ditangkap dan dipenjarakan? Ki Chul tersenyum dan berkata kalau seperti itu, pasti tidaklah asyik. Ia menatap Eum Ja yang sepertinya tahu arah pemikiran kakak seperguruannya.


Sementara itu, Gong Min merasa tersinggung saat kasim memberitahukan kalau Choi Young yang baru saja siuman, mengabaikan perintahnya dan malah pergi untuk membawa Eun Soo kembali. Ia merasa diremehkan oleh Choi Young. Sementara ia mempercayai Choi Young, tapi Choi Young tak mempercayainya. Choi Young memilih untuk mengorbankan dirinya daripada percaya padanya. Ratunya sendiri masuk ke ruangannya dan mengkritiknya habis-habisan karena Ratu juga tak mempercayai dirinya.

“Posisi ini. Posisiku sebagai raja. Jika tak ada yang mau mempercayaiku, bagaimana aku harus mempertahankannya?”
Haduhh.. baru sebentar menjadi raja, sudah mengalami krisis kepemimpinan.


Eum Ja membawa Choi Young masuk, dan di taman ia melihat seorang gadis. Eun Soo. Ia segera mendekati gadis itu. Tapi saat sudah dekat, gadis itu menyerang Choi Young. Ternyata dia adalah Hwasuin yang memakai baju Eun Soo.


Tapi Choi Young dapat menghadapinya. Hwasuin bertanya apakah Choi Young tak tertipu? Choi Young menjawab kalau ia hampir saja tertipu, tapi “Gadis yang aku kenal bukanlah orang yang mau duduk diam sepertimu.”


Aww… ternyata Choi Young sudah mengenal Eun Soo dengan baik, ya?


Beberapa prajurit menyerangnya, namun dengan tameng ‘Langit’nya Choi Young berhasil menyerang balik mereka. Begitu pula dengan serangan Eum Ja dan Hwasuin.


Dari kejauhan Ki Chul melihat pertunjukkan itu. Kenapa Choi Young hanya menggunakan pedangnya? Bukankah ia memiliki nae gong? Ia memberi isyarat pada Eum Ja untuk menggunakan suling mautnya, tak mengindahkan kata-kata Yang Gak yang mengatakan kalau kemampuan Eum Ja masih belum terarah dan bisa juga membunuh prajurit yang tersisa.


Dan benar saja. Saat Eum Ja meniup sulingnya, telinga para prajurit langsung mengeluarkan darah dan mereka pun berjatuhan.


Tapi tidak dengan Choi Young. Saat merasa sudah di titik puncak, dimana darah juga keluar dari telinganya, Choi Young menggunakan naegongnya untuk melindungi telinganya. Dan Ki Chul pun tersenyum senang. Dugaannya terbukti, Choi Young memang memiliki nae gong.


Tak hanya bertahan, Choi Young juga maju ke arah Eum Ja dan mendorongnya hingga ia harus menghentikan tiupan sulingnya.


Choi Young menghentikan serangannya pada Eum Ja saat ia mendengar suara peluit dari Dae Man.


Di istana, Choong Suk memimpin para woodalchi untuk menyerang Ki Chul. Kondisi Dae Jang mereka sangatlah riskan. Maka ia meminta ijin untuk membawa 12 orang saja untuk membantu Dae Jang.


Tapi Gong Min tetap menolak. Namun Choong Suk tetap memohon. Selama 7 tahun ini ia selalu mendampingi Choi Young, dan tak sekalipun Choi Young pernah menunjukkan ketidaksetiaan pada raja. Jika kali ini Dae Jang melawan perintah raja, pasti ada alasan kuat di baliknya.


Gong Min marah mendengar para woodalchi itu masih memohon. Apakah mereka semua tak dapat berpikir dengan benar?

Mereka semua, para woodalchi, mendengar perintah sehingga Eun Soo dibawa pergi. Jadi mereka harus mengikuti perintahnya. Kalau tidak, mereka akan dihukum mati. Tapi Choi Young, yang saat itu masih tak sadarkan diri, tak pernah mendengar perintahnya.

Dan karena para woodalchi belum sempat bertemu dengan Choi Young setelah ia sadar, maka para woodalchi belum sempat memberitahukan perintah raja. Jadi Choi Young bisa pergi menyelamatkan Eun Soo. “Apakah kalian belum mengerti juga?”

Ohh… Gong Min tetap ingin melindungi Choi Young.


Dae Man ternyata mengetahui letak Eun Soo disembunyikan.  Di depan pintu, Choi Young tak langsung membuka pintu. Tapi ia membersihkan darah dari leher dan mulutnya terlebih dahulu.

Aww.. Choi Young harus membenahi penampilannya sebelum bertemu Eun Soo? Memang mereka mau berkencan?


Choi Young membuka paksa pintu, yang segera disambut oleh Eun Soo yang terkejut melihat kedatangannya, “Psycho!”


“Maafkan aku yang datang terlambat.” (Aishh..)


Eun Soo buru-buru menghampiri Choi Young, “Kau sudah sadar.” Dan otomatis ia memegang pipinya untuk memeriksa suhunya, “Suhu badanmu juga sudah turun.”

Mmmhh.. bukannya kalau memeriksa suhu harusnya di dahi? Apa Eun Soo hanya ingin memegang pipi Choi Young? *Abaikan*


Eun Soo sangat senang karena berarti ia telah menyelamatkan Choi Young. Dan seolah mengeluh, ia berkata kalau sekarang ia terperangkap di sini. Choi Young hanya memandangnya dan menjawab perlahan, “Aku tahu.”


Pembicaraan mereka terhenti karena Choi Young mendengar suara tarikan pedang Dae Man dari sarungnya. Mereka pun bersiap-siap menyambut musuh.


Dan benar saja Ki Chul datang bersama seluruh kroninya. Ia berkata pada Eun Soo dengan menggunakan bahasa banmal, sehingga Choi Young harus mengingatkannya kalau Eun Soo adalah orang yang diberi gelar Eui Sun (tabib langit) sehingga Ki Chul harus bersikap hormat pada Eun Soo.

Ki Chul tertawa mendengar kata-kata Choi Young yang membicarakan sopan santun. Apakah sopan santun lebih penting daripada nyawa? Tentu saja tidak. Choi Young hanya mengatakan ini untuk mengulur waktu.

“Mengulur waktu? Untuk apa?”

“Aku mengulur waktu karena aku berniat membawa wanita yang ada di belakangku ini pergi dan melarikan diri.”


Ki Chul tak percaya mendengar jawaban Ki Chul. Apakah Choi Young berniat membawa pergi Eun Soo dengan melawan seluruh anak buahnya? Apakah Choi Young membawa pasukannya? Para woodalchi?

“Tentu saja tidak. Para Woodalchi tak akan bergerak tanpa perintah dari raja.”

“Jadi kau datang ke sini bukan karena alasan pribadi? Mengapa?”


Choi Young tersenyum, seolah Ki Chul tak mengetahui apa yang sedang ia lakukan, “Apakah kau tak mengerti arti alasan pribadi? Aku datang ke sini, karena aku mencintai wanita yang berdiri dibelakangku.”


Eun Soo terbelalak mendengar kata-kata Choi Young. Begitu pula Dae Man dan seisi ruangan.


Ki Chul juga tak dapat mempercayai pendengarannya, “Apa yang kau katakan?”


“Wanita yang aku cintai diseret pergi saat tengah malam dan juga dikunci di sebuah tempat asing. Apa yang harus dilakukan olehku sebagai seorang pria? Karena itu aku datang ke sini,” Choi Young berkata tanpa melepaskan senyumnya. “Jadi sebelum ada yang terluka, dapatkah kau melepaskan kami?”

Komentar :


“Apakah kau tak mengerti arti alasan pribadi? Aku datang ke sini, karena aku mencintai wanita yang berdiri dibelakangku.”

Choi Young tak menyadari bahaya akan kata-kata ini. Eun Soo akan menggodanya habis-habisan kalau mereka selamat. Ia tak akan melepaskan Choi Young hidup-hidup. 

Heheh.. mungkin ketika saat itu datang, Choi Young akan menyesali habis-habisan alasan penyelamatannya.
Atau malah senang?

Dan by the way, saat air mata Eun Soo menetes ke pipi Choi Young yang membeku, apakah tetesan itu  adalah  cinta? Karena di pipi Choi Young tergambar hati di sana.



Aww...

Bersambung ke Sinopsis Faith Episode 6


1 comment:

  1. Ooowww...episode ini penuh dengan ke-so sweatan..mulai dari eun soo yang menagis karena keadaan choi young yang semakin melemah(mungkin karena takut kehilangan choi young atau takut kehilangan harga diri sebagai seorang dokter "langit"),hingga eun soo yang memegang pipi choi young...and don't forget mr.Dae Man yang cute....
    aku juga baru sadar kalo air mata eun soo berbentuk heart..
    ^^
    kak dee...Mungkin gak kalo ini cuma taktik choi young agar bisa membawa pulang eun soo atau kata* choi young tadi benar* dari hati nya??

    Kak dee..fighting ya buat episode ganjil selanjutnya...^^
    -Diva-

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...