September 7, 2012

Sinopsis Faith Episode 3

Sinopsis Faith Episode 3


Sementara para Woodalchi menunggu dengan cemas di luar ruangan, Jang Bin dan Eun Soo bertengkar di dalam. Jang Bin tak setuju dengan cara Eun Soo menangani luka Choi Young dengan membuka lukanya lebih dalam lagi.

Tapi Eun Soo berargumen kalau ia perlu melihat kondisi luka di dalamnya. Jang Bin masih ragu, bagaimana ia bisa mempercayai kemampuan Eun Soo? 


“Katamu aku adalah orang yang datang dari Langit, maka percayalah padaku.”


Kata-kata itu yang membuat Jang Bin mengambil alat dan mulai membantu Eun Soo. 


Melalui seorang kurir, kabar tentang kesembuhan Ratu yang hampir tewas, akhirnya sampai juga ke telinga Ki Chul. Tentu saja kabar itu membuat Ki Chul marah. Dan siapa lagi yang terkena amukannya kalau bukan penasihatnya, Gu Yong Gak.


Btw, si Gu Yong Gak ini gak cocok jadi orang jahat deh. Habis setiap lihat dia, pengennya selalu ketawa. Poninya itu, loh… Ckckck…

Mister poni itu langsung meyakinkan Ki Chul kalau ia akan membereskan masalah ini segera.


Ki Chul makin marah mendengarnya, “Segera? Masalah yang aku rencanakan bertahun-tahun, dapat kau selesaikan dengan segera?”

Yong Gak langsung minta maaf karena salah ucap. Ki Chul masih melanjutkan raungannya, “Aku telah menurunkan satu raja dan mengangkat raja baru. Dan Raja itu akan memberikan negaranya untukku. Karena hal ini aku tak dapat makan enak dan tidur nyenyak. Dan sekarang kau bilang kalau Putri Yuan itu masih hidup?”


Kali ini Eum Ja yang menenangkan Ki Chul. Ia minta waktu satu hari saja, karena Hwasuin yang akan membereskan masalah ini.


Ki Chul sedikit tenang mendengar berita ini. Ia meninggalkan ruangan setelah menyuruh Eum Ja untuk membereskan kurir si pembawa pesan. Eum Ja pun mengeluarkan sulingnya untuk kemudian membunuh kurir tadi.


Eun Soo mengoperasi Choi Young sambil menjelaskan ini itu, tentang apa yang sedang ia lakukan pada Jang Bin. Jang Bin yang menjadi asisten Eun Soo membantunya dengan pandangan lebih menghargai lagi. 


Keesokan harinya, Choi Young mulai siuman. Ia melihat Eun Soo yang tertidur di kursi samping. Tanpa berniat membangunkannya, Choi Young tertatih-tatih untuk mengambil pedangnya. Tapi Eun Soo terbangun mendengarnya.


Ia mengambil gunting operasinya dan berteriak mengancamnya agar jangan bergerak. Tapi Choi Young tak menghiraukannya.

Ia tetap meraih pedang sambil berkata, “Apa yang akan kau lakukan kalau aku tetap bergerak? Kau sudah menikamku, kemudian menyembuhkanku. Sekarang kau ingin menikamku lagi? Dan nanti kau akan menyembuhkanku lagi?”


Ha. Eun Soo tak tahu harus menjawab apa. Tapi belum sempat Eun Soo menjawab, Dae Man masuk karena dan berteriak gembira melihat Dae Jangnya sudah bangun.


Dae Man memberitahukannya kalau ia tak sadarkan diri selama semalam. Maka Choi Young bertanya apakah Raja Gong Min sudah meninggalkan tempat ini? Ternyata belum. Raja menunggu Choi Young sadar dan ingin pergi bersamanya.


Berita Raja belum berangkat ke kerajaan sepertinya bukan berita baik, dan membuat Choi Young kesal. Choi Young pun meminta Dae Man untuk membantunya pergi. Di lantai bawah, para woodalchi menyambutnya dengan gembira.


Tapi tidak dengan Eun Soo. Terburu-buru turun tangga dan mendorong Dae Man, ia menghadang Choi Young dan menyuruhnya untuk istirahat total. Ia sudah susah payah menjahit lukanya, jadi bagaimana kalau luka itu terbuka kembali?


Choi Young melihat Eun Soo sejenak, kemudian seolah tak mendengar apapun, ia memanggil Deok Man dan Dol Bae untuk menyuruh mereka mempersiapkan perahu karena mereka akan segera pergi secepatnya.


Eun Soo marah mendengar perintahnya tak dihiraukan. Ia menguliahi Choi Young tentang pentingnya istirahat total.

Tapi Choi Young seakan mendengar angin. Ia malah menyuruh Joo Seuk untuk segera berkemas-kemas, membuat Eun Soo semakin frustasi. Ia menyuruh Choi Young untuk beristirahat sekarang juga!

“Aku akan mengawasi kondisimu sampai esok hari dan saat itu aku akan memutuskan apakah kau sudah pulih benar atau tidak. Dan kau harus puasa sampai kau buang angin.  Jadi kau tak boleh makan. Kau harus mendengarkanku ...” 


Belum sempat Eun Soo menyelesaikan kata-katanya, Choi Young telah ambruk di pelukannya. Eun Soo menahan Choi Young agar tak terjatuh.


Choi Young berkata pelan pada Eun Soo, “Masalahnya, jika kita tetap ada di sini, maka kita semua akan mati. “


Eun Soo bingung mendengar jawaban Choi Young. Siapa yang akan mati? Siapa yang ingin membunuh mereka?

Choi Young menjelaskan kalau sekarang musuh pasti mengetahui jatidiri Eun Soo karena mereka bisa menangkapnya saat itu juga. Jadi sebelum musuh menemukan mereka, mereka harus melarikan diri secepatnya.

“Melarikan diri? Kemana? Dan mengapa aku harus melarikan diri?”


“Kau cukup dengan menjawab ‘ya’ saja. Kau sepertinya tak pernah melakukan hal itu, ya?” kali ini Choi Young yang mulai frustasi dengan kekeraskepalaan Eun Soo.

Eun Soo mencoba membantah perintah Choi Young. Tapi Choi Young memotong kata-katanya, “Janjiku padamu adalah aku akan mengembalikanmu. Agar hal itu terjadi, kau harus tetap hidup, kan? Aku akan terus melindungimu, jadi kau harus tetap berada di sampingku.”

Aww.. so sweet. Saya akan menurut kalau ada orang setampan Choi Young menyuruh saya tetap disampingnya, psycho ataupun bukan psycho.


Tapi menurut Eun Soo tidak. Ia tak mau pergi dari tempat ini karena disinilah gerbang yang membawanya ke dunianya berada. “Aku tak akan pergi. Aku tak mau pergi!”

Choi Young stress menghadapi kekeraskepalaan Eun Soo. Maka ia memanggil Dae Man untuk ‘melakukan sesuatu’ dengan masalah ini.


Dan yang terjadi berikutnya adalah Eun Soo yang duduk sekereta dengan Ratu No Gook dan Eun Soo mengomel akan kereta yang tak empuk sama sekali.


Ia melirik pada Ratu No Gook yang tertidur pulas di kereta yang bergoyang-goyang. Ia kemudian mengecek denyut nadi Ratu, nampaknya puas karena denyutnya normal.

Tak ada yang dapat ia lakukan lagi, maka ia pun kembali mengomel, kali ini pada si psycho Choi Young, “Kalau ia mati, berarti bukan salahku, ya. Aku sudah melakukan semampuku. Jadi kalau ia mau menuntutku, maka tuntut saja aku. Banyak yang bisa kukatakan untuk membela diri.”


Lol. Kasihan Eun Soo. Padahal si psycho Choi Young malah asyik tertidur di atas kuda.


Seorang wanita, Hwasuin, datang untuk menghabisi Ratu No Gook. Tapi ternyata terlambat. Rombongan kerajaan sudah pergi tadi pagi. Pria berbekas luka mengatakan kalau saja Hwasuin datang lebih cepat, setelah mereka mengirim kabar, Hwasuin pasti masih bisa menangkap Ratu No Gook. Kabar tentang pemimpin woodalchi yang terluka pun sudah mereka sampaikan. Mereka juga telah menunggu kedatangan Hwasuin sepanjang malam.


Hwasuin tak mau disalahkan atas kejadian ini. Ia memang sedikit sibuk malam tadi. Tapi ia juga tak mau Ki Chul, kakak seperguruannya, mendengar tentang kegagalannya apalagi karena ia ketiduran. Jika pria berbekas luka itu melaporkan hal ini, ia pasti akan dicemooh habis-habisan.

Heheh..  Baru sekarang mendengar ada rencana jahat yang gagal karena ketiduran.


Oleh karena itu, maka laporan pada Ki Chul harus sedikit dirubah. Hwasuin mendekati pria berbekas luka itu dengan menggoda, “Jadi, yang sebenarnya adalah kau mengkhianati kami. Apakah kau mendapat uang yang banyak dari mereka? Atau kau disiksa oleh mereka?” 


Tangan Hwasuin menyentuh pipi pria berbekas luka itu yang mulai ketakutan, “Apapun alasannya, pengkhianatanmu membuat mereka lolos. Dan saat aku tiba di sini, mereka sudah pergi.”


Tangan Hwasuin mengeluarkan bara api, dan sekejap pria itu mati terbakar, “Jadi karena pengkhianatanmu, aku harus membunuhmu. Maaf.”

Wihh.. ternyata jahat juga si Hwasuin ini.


Perjalanan panjang di kereta, membuat Eun Soo bosan. Ia mencoba bercakap-cakap dengan Ratu No Gook dan memperkenalkan diri, “Aku Yoo Eun Soo. Menurutku, aku adalah Eonni, bagimu.”

Ratu No Gook itu mulanya menatap Eun Soo aneh. Tapi ia akhirnya memperkenalkan diri dengan nama Mongolnya, anak dari Raja Yuan.              



Eun Soo menatap Ratu di depannya dan berkata, “Anak Raja? Jadi kau seorang Putri?” Ia kemudian bergumam separuh mengomel, “Apa-apaan sih, kok mimpi seperti ini?”


Eun Soo kemudian menyadari kata Yuan yang berarti dinasti Yuan dari China. Dan jika mereka berada di Korea, berarti.. “Ini Goryeo? Atau Shila?” tanya Eun Soo kaget. Tapi kemudian ia menambahkan seakan membela diri “Aku kan dokter, jadi aku tak begitu pandai dalam sejarah.”


Ratu No Gook memberitahu kalau mereka sekarang sudah tiba di tanah Goryeo, yang membuat Eun Soo bertambah kaget karena dugaannya benar. “Tanah Goryeo? Jadi aku melintasi dari tahun 2012 ke berapa ratus tahun? Ribuan tahun?”


“Semua woodalchi melihatnya. Kau, tabib langit, muncul dari gerbang langit. Aku juga tahu kalau Woodalchi juga membawamu dengan paksa demi menyembuhkanku. Oleh karena itu aku minta maaf,” lanjut Ratu No Gook.


Eun Soo hanya dapat tersenyum canggung pada wanita di depannya, tanpa kata-kata. Namun kemudian ia meracau sendiri, “Mimpi macam apa ini, kok lama sekali?” 


Bwahaha.. Si Eun Soo masih in denial.


Di Gae Kyung, Ki Chul mendapat laporan kalau Gong Min telah masuk ke wilayah Goryeo. Tak ada yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya.

Namun menurut Ki Chul, ada sesuatu yang tak kalah penting dari kedatangan Raja. Para pejabat pemerintah. Seberapa besar para pejabat itu harus memberikan kesetiaan pada Raja baru?


Yong Gak seakan membaca pikiran Ki Chul, “Apakah Anda ingin tahu seberapa besar pengabdian mereka pada raja baru dibandingkan dengan pada Anda?”


Ki Chul tersenyum mengiyakan. Dan ia menoleh pada adiknya, Ki Won, dan bertanya, “Bukannya anakmu akan berumur setahun dalam waktu dekat ini? Kenapa kau diam-diam saja?”, dan tak mengadakan perayaan ulang tahunnya?”

Ki Won tampak bingung melihat kata-kata kakaknya yang random. Tapi lanjutan kata-kata Ki Chul membuat jelas semuanya, “Kita harus mengadakan perayaan ulang tahunnya dan membagi kabar kebahagiaan ini pada semuanya.”


Choong Seok memberitahukan Ratu No Gook kalau mereka sudah mendekati ibukota. Dan karena ia telah mengirimkan kurir untuk memberitahukan kedatangan mereka, para pejabat itu sekarang sedang menunggu kedatangan mereka di istana.
Ratu No Gook kaget mendengarnya, “Seluruh pejabat istana?”

Choong Seok melanjutkan, “Hamba diminta menyampaikan pesan dari Paduka Raja untuk Paduka Ratu yaitu, “Aku tahu kalau keadaan ini tidaklah nyaman. Tapi tahanlah sedikit lagi dan terimalah sambutan para penjabat itu.”

Hehe.. hubungan Raja Ratu yang menarik.


Ratu No Gook, seperti wanita kebanyakan, merasa tak nyaman karena penampilannya kurang prima untuk acara kenegaraan seperti ini. Ia melihat ke cerminnya dan mengeluh kalau ia harusnya mencuci muka dulu dan berdandan.


Eun Soo kaget melihat cermin No Gook. Ia juga melihat kegundahan No Gook dan paham. Hanya para wanita yang dapat memahami kegundahan No Gook. Eun Soo membongkar tasnya dan mengulurkan cermin Hello Kitty-nya untuk No Gook. 


No Gook terpesona melihat pantulan dirinya yang sangat bening di cermin tabib langit ini (dibandingkan cermin kuning yang bergelombang). Eun Soo memuji kulit Ratu No Gook yang sangat halus apalagi ia baru saja sembuh dari sakit. Ia menyapukan bedak membuat No Gook kaget pada mulanya. Tapi kemudian No Gook membiarkan Eun Soo membedakinya.


Saat melihat bibir No Gook yang pucat, ia memilih-milih stock lipstick di tasnya (“Karena kau putri, kau harus mendapat warna bibir yang elegan. Walaupun warna pink lebih cocok untukmu.”) kemudian mengoleskan lipstick ke bibir No Gook.


Dan No Gook kembali terpesona melihat wajahnya yang lebih bercahaya dengan sentuhan make up dari tabib langit ini.


Mereka akhirnya tiba di Seon In Jeon, istana tempat Raja melakukan aktivitas pemerintahannya. Tapi di luar dugaan, istana sangatlah hening.


Para woodalchi segera waspada. Choi Young serta merta berdiri di depan Raja Gong Min, curiga akan ada yang menyerang mereka.

Tunggu punya tunggu, keadaan itu tetap seperti itu. Ternyata memang tak ada yang menyambut mereka. Mereka hanya disambut oleh para pengawal yang berjaga, tanpa ada satupun pejabat yang berdiri menunggu kedatangan mereka.


Raja Gong Min berjalan memasuki istana, diikuti dengan yang lainnya. Sesampainya di balairung, Raja Gong Min mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.


Tak ada satupun pejabat yang berada di sana, hanya No Gook dan para woodalchi yang menundukkan kepala, tak berani menunjukkan rasa kasihan yang ada di mata mereka. 


Tapi Gong Min tetap menjaga wibawanya. Ia tak berkata apapun walau Penasihat Jo berteriak-teriak mengungkapkan kekecewaannya pada semua pejabat pemerintahan. 


Choi Young menanyai salah satu prajurit jaga, kemana semua pejabat padahal ia jelas-jelas telah memberikan pesan tentang kedatangan Raja pada semua pejabat. Prajurit jaga itu tak berani membuka mulutnya.


Karena sebenarnya semua pejabat sekarang ada di rumah Ki Chul, berpesta di perayaan ulang tahun keponakannya yang berumur satu tahun.


Beberapa dayang-dayang memasuki balairung. Salah satu dayang senior, Dayang Choi membungkuk hormat pada Raja Gong Min dan berkata, “Yang Mulia telah tiba. Apakah Paduka masih mengingat hamba? Saat Paduka berusia 10 tahun dan akan diasingkan keluar istana, Paduka terus menerus memegang tangan hamba.”


Gong Min menatap dayang itu, dan wajahnya yang muram berubah gembira, “Dayang Choi?”


Dayang Choi tersenyum dan meminta Gong Min untuk segera beristirahat karena tak ada lagi yang bisa ia lakukan di sini. Ia menyuruh kasum untuk memandu Raja untuk beristirahat di kamar. Begitu pula pada Ratu No Gook.


Saat Dayang Choi melewati rombongan woodalchi dan Eun Soo, ia berhenti dan menatap Choi Young, “Lihatlah wajahmu. Woodalchi memang harus melayani Raja, tapi bagaimana mungkin kau mengabaikan kondisi badanmu?” Dayang Choi kemudian meninggalkan Choi Young yang tak menjawab teguran wanita itu.


Tapi teguran itu menyadarkan Eun Soo. Ia buru-buru menahan Choi Young yang hendak pergi, “Tunggu sebentar. Lihatlah padaku. Mungkin kau terkena septikemia. Coba kurasakan suhu badanmu.”


Ia mencoba menyentuh dahi Choi Young, tapi Choi Young menjauhkan kepalanya. Jang Bin juga mencoba memegang, tapi Choi Young tetap menghindar.


Hanya saat sendiri berjalan di lorong istana, Choi Young mencoba bertahan agar tak terjatuh walau rasa sakit semakin terasa.


Jang Bin, yang ternyata adalah kepala rumah sakit kerajaan, membawa Eun Soo ke rumah sakit kerajaan dan bertanya tentang septikemia. Eun Soo menjelaskan kalau septikemia terjadi karena ada bakteri dalam darah sehingga terjadi infeksi dalam darah.


Jang Bin kaget mendengar penjelasan Eun Soo dan bertanya apakah Choi Young sudah terkena septikemia? Eun Soo tak dapat menjawabnya karena Choi Young tak bersedia diperiksa. Bahkan baru kali ini Eun Soo melihat pasien seperti Choi Young yang sama sekali tak mempedulikan saran dokter.


Ya, karena pasien itu sekarang berada di ruangannya mencoba menyembuhkan penyakitnya sendiri dengan naegong-nya.


Eun Soo memberitahu, jika Choi Young terkena septicemia, ia harus segera diobati di awal terjadinya gejala. Karena jika tidak, akan sangat terlambat. Tapi saat Jang Bin bertanya obat apa yang diperlukan, Eun Soo hanya bisa menyebutkan nama-nama generik dari obat-obat itu, membuat Jang Bin semakin bingung.             


Dayang Choi melayani Ratu No Gook. Ia bertanya apakah Ratu ingin mandi dulu atau makan snack dulu. Belum sempat Ratu menjawab, dayang Choi menggumam sendiri kalau Ratu pasti tak bisa bahasa Goryeo. Ia menyuruh satu dayang untuk memanggil dayang lainnya yang bisa berbahasa Cina.

Ia kemudian menghampiri Ratu No Gook yang duduk tegak dan berkata, “Katanya kau sudah mati, tapi ternyata kau masih hidup. Siapa yang menyebarkan gossip seperti itu?” 


Lagi-lagi Ratu No Gook tak bersuara, membuat dayang Choi lebih berani. Ia meneliti wajah No Gook seolah-olah Ratu adalah sebuah patung, “Coba lihat. Kelihatannya kepribadianmu sangatlah buruk, tapi wajahmu cantik. Sangat, sangat cantik.”


Dayang penterjemah itu akhirnya datang, dan dayang Choi menyuruh dayang itu untuk menterjemahkan perintahnya. Tapi belum sempat dayang penterjemah itu bersuara, suara Ratu No Gook terdengar. Suaranya jernih dan menggunakan bahasa Goryeo, “Aku akan mandi terlebih dahulu.”



Dayang Choi tercengang bukan main. Ha.

Ternyata yang tercengang melihat kemampuannya berbahasa bukan hanya dayang Choi. 


Setahun yang lalu adalah pertemuan pertamanya dengan Gong Min. Saat itu Gong Min yang sedang bersembunyi dari para kasim, mengira No Gook adalah gadis Yuan, karena bentuk baju yang ia pakai.


Tapi begitu No Gook menyapanya dengan bahasa Goryeo, Gong Min langsung menduga kalau No Gook adalah wanita Goryeo yang menjadi seserahan bagi Raja Yuan. Ia minta maaf atas hal ini dan bertanya, “Apakah kau ingin kembali ke Goryeo? Aku akan menyuruh pejabat yang bertugas untuk membawamu kembali.”


Gong Min meraih tangan No Gook dan menggandengnya pergi. Anehnya, No Gook tak menolak. Ia bertanya siapakah yang sedang dihindari oleh Gong Min?


“Aku menghindari seseorang yang harus aku temui di sini. Putri istana ini,” kata Gong Min dengan emosi tinggi. “Mereka ingin aku menikahi wanita Yuan! Sejak aku berusia 12 tahun mereka menyeret dan mempermalukanku. Sekarang mereka ingin aku menjadi menantu mereka.”


“Apakah kau membencinya?” tanya No Gook.


“Apakah aku membencinya?” ulang Gong Min semakin emosi. Suaranya semakin keras saat berkata, “Mereka menaikturunkan tahta seenaknya mereka sendiri. Raja terdahulu, kakakku, diturunkan oleh mereka. Dan kau juga tahu kan bagaimana akhir nasibnya?”


No Gook menyentuh lengan Gong Min, menenangkannya. Dan Gong Min pun kembali tenang.


No Gook berpendapat kalau Putri Yuan itu mungkin berbeda. Putri itu akan membantunya untuk naik tahta Goryeo. Ia mengaku mendengar hal ini dari para tetua.


Tapi Gong Min tetap tak mau. Ia tak mau menikah dengan putri yang belum pernah ia lihat, yang membuatnya menggeram marah, “Bahkan jika aku sudah pernah melihatnya, aku tetap tak ingin mengingat wanita Yuan itu.”

Oh my.. I can hear a heart breaks into million pieces.


Ratu No Gook melintasi lorong dan berpapasan dengan Raja Gong Min. Mereka hanya bertukar pandangan yang dingin.


No Gook kembali teringat, saat Gong Min memintanya, “Hanya aku sendirian, rasanya sulit untuk menolak pernikahan itu. Karena itu, sebagai wanita Goryeo, jadilah istri pertamaku. Seperti sekarang, jika aku meluapkan kekesalanku dalam bahasa Goryeo, kau bisa mendengarkanku. Jika aku takut atau marah, kau dapat memelukku. Aku akan pastikan kalau wanita Yuan itu tak akan dapat menggantikanmu.”


Tak suara yang keluar dari mulut No Gook. Hanya air matanya lah yang menjawabnya.


Di rumah sakit kerajaan, Jang Bin membawa Eun Soo ke bagian apotik kerajaan. Ia minta Eun Soo untuk menunggunya selama ia meracik obat. Tapi Eun Soo sudah sangat lapar karena sekarang sudah siang dan tadi ia tidak sarapan. Bahkan ia bertanya, “Apakah di dekat sini tak ada kantin?”

LOL. Kayanya Eun Soo nggak pernah nonton Dae Jang Geum atau drama saguek kedokteran lainnya, deh.


Jang Bin pun menegurnya, “Apakah semua tabib langit seperti ini? Masalah hidup mati merupakan hal yang sepele? ‘Karena tak ada obat, kami tak dapat melakukan hal yang lainnya lagi.’ Kami, tabib di bumi tak dapat melakukan hal itu. Jika satu obat tak berhasil, maka kami akan mencari alternatif lain. Kami akan terus mencoba dan mencoba.”


Eun Soo merasa malu mendapat teguran itu. Apalagi Jang Bin keluar ruangan sambil berkata kalau ia akan menyuruh orang untuk menyiapkan makan siang Eun Soo.


Ditinggal sendiri, Eun Soo mulai merasa tak nyaman. Apalagi ia seperti mendengar sesuatu. Ia keluar ruangan, tapi diluar kakinya malah terantuk pot batu hingga kakinya berdarah.


Choi Young pergi ke rumah sakit kerajaan untuk menengok Eun Soo. Di sana ia bertemu dengan seorang gadis gagu. Dari cara berbicara mereka, Choi Young terlihat akrab dengannya.


“Apakah ia ada di dalam?” tanya Choi Young menanyakan tentang keberadaan Eun Soo. Gadis itu, Deo Gi, menjawab dengan isyarat tangan yang tak dimengerti Choi Young. Tapi dari betapa kesalnya Deo Gi  berbicara, Choi Young tersenyum saat menyimpulkan, “Ia pasti ada di dalam, melihat betapa kesalnya dirimu.”


Choi Young masuk untuk menemui Eun Soo. Tapi dari jendela ia melihat Eun Soo sedang duduk melihat luka di lututnya.


Eun Soo mengomel melihat celananya yang ternoda darah padahal celana itu celana baru. Mungkinkah noda itu bisa hilang dengan dry clean?

Booo… susah kali cari tempat dry clean.


“Apakah aku harus memotong celana ini dan membuatnya jadi celana pendek?” kata Eun Soo sambil menggulung celananya.


Choi Young buru-buru mengalihkan pandangan matanya melihat pemandangan yang tak senonoh (di jaman Goryeo) itu. Tapi ia kemudian melirik, menatap Eun Soo yang berkeluh kesah dengan suara keras.


Saat itu, Deo Gi telah masuk membawakan makanan untuknya. Eun Soo langsung bersuara manis meminta, kalau ada makanan, seharusnya juga ada minuman agar ia tak tersedak. 


Tapi melihat muka gadis gagu yang cemberut, Eun Soo buru-buru berkata kalau ia akan mengambilnya sendiri.


Saat Deo Gi keluar ruangan, ia meminta Deo Gi untuk menjaga Eun Soo, karena ia telah berjanji untuk menjaga Eun Soo. Dae Gi mengangguk mengiyakan.


Sebelum Choi Young pergi, ia mendengar suara Eun Soo yang tersedak dan berseru meminta air. Ia melihat Eun Soo sekali lagi, dan kali ini, Choi Young tak dapat menyembunyikan senyumannya.


Sepertinya Choi Young berencana untuk mengurus lukanya sendiri. Ia membuka perban, namun buru-buru ditutupkannya kembali karena mendengar suara Dae Man yang membawa pesan kalau Raja Gong Min ingin bertemu dengan Choi Young. Choi Young segera pergi, meninggalkan perban berdarah yang ditemukan Dae Man.


Gong Min memberitahukan kalau semua pejabat yang setia padanya telah tewas diracun secara bersamaan.  Siapa pembunuhnya? Orang yang mengatur pembelotan dalam penyambutan kedatangannya.


Dengan lantang, Penasihat Jo langsung menyuruh Choi Young untuk menyerang rumah Ki Chul sekarang juga dan membunuh semua pejabat yang ada di sana. Mereka semua adalah pengikut Ki Chul. Tapi Choi Young tak menjawab, membuat Penasihat Jo semakin lantang bersuara, “Kenapa kau tak bergeming? Apakah kau juga bagian dari komplotan mereka?”


Suara Choi Young kalem saat menjawab kalau seribu prajurit yang menjaga istana Hwangong dan 2000 prajurit dari istana Yong Wo, dikomandani oleh pejabat yang sekarang berada di rumah Pangeran Ki Chul. Penasihat Jo baru saja mengatakan kalau semua yang ada disana adalah pengikut Ki Chul. Sedangkan prajurit milik Ki Chul sendiri juga ribuan. “Jadi apakah hamba harus menyerang mereka?”


Gong Min bertanya pendapat Choi Young tentang kemungkinan Ki Chul yang membunuh pejabat yang loyal padanya. Choi Young menjawab mungkin saja, tapi ia tak sepenuhnya yakin.


Penasihat Jo meminta Gong Min untuk tak mendiskusikan hal ini pada prajurit seperti Choi Young. Ia, yang setia pada Raja Gong Min selama 10 tahun ini, adalah orang yang paling setia pada Raja.


Raja Gong Min menjawab, “Hanya satu orang yang dapat aku percayai,” Penasihat Jo tersenyum mendengar kata-kata rajanya yang kemudian ada lanjutannya, “Orang itu adalah kau, Dae Jang. Kau telah membuktikannya dengan nyawamu. Kamu mengikuti perintahku dan membuat nyawamu sebagai taruhannya.”

Penasihat Jo hanya terbengong-bengong, sedangkan Choi Young merasa canggung. Apalagi saat Raja berkata, “Mulai sekarang, aku akan memperlakukanmu, Choi Young sebagai teman yang dapat aku percayai. Apakah kau dapat menganggapku seperti itu juga?”


Choi Young tak menjawab. Ia malah memberikan sebuah surat pada Raja. Surat pengunduran dirinya, “Hamba mendapat surat ini dari raja sebelumnya. Pangeran Kyung Chang. Tugas akhir hamba adalah mengawal Paduka sampai di Goryeo dengan selamat. Setelah tugas itu selesai, hamba diperkenankan berhenti dari kepala pasukan Woodalchi, meninggalkan istana dan menjadi rakyat biasa.”


Ia menunjukkan segel dari Pangeran Kyung Chang. Membaca surat itu, Raja Gong Min terlihat sedih saat berkata, “Di tempat dan waktu seperti ini, kau akan meninggalkanku?”

Aww.. kasihan sekali Raja Gong Min yang tak punya pendukung, dan satu-satunya yang ia anggap teman hendak meninggalkannya.

Gong Min akan memberinya satu tugas lagi. Jika ia mampu menyelesaikan tugas itu, maka Gong Min akan menginjinkan Choi Young untuk pensiun.


Choi Young ingin membantah tapi Raja Gong Min memotongnya, “Raja yang dulu dan raja sekarang. Perintah siapa yang harus kau ikuti?” Choi Young tak dapat menjawab maka ia meneruskan, “Temukan siapa pelakunya dan tujuannya apa Temukan dan bawa buktinya padaku. Bukti kalau mereka diracun.”

“Dan beritahukan padaku, siapa yang harus kulawan dan mengapa aku harus melawannya.”


Maka Choi Young bersama para woodalchi menyelidiki kuil tempat kematian massal para pejabat setia Gong Min.


Dae Man menemukan secarik surat yang berceceran darah. Choong Seok gembira dan menyatakan mereka telah menemukan bukti, karena salah seorang pejabat yang sekarat pasti telah menyembunyikan surat itu. Dan lihat darah di kertas itu. Pejabat sekarat itu pasti memuntahkan darahnya sehingga surat ini menjadi bukti..


Tapi Choi Young memotong kata-katanya dan bertanya, “Membuktikan apa?” Choong Suk diam dan berpikir, tapi tak dapat menjawab kata-kata Choi Young. Begitu pula yang lainnya.

Walau surat itu tak dapat menjadi bukti, Choi Young tetap membawa mereka pergi menuju perayaan di rumah Ki Chul.


Para woodalchi memasuki ruang perayaan yang riuh oleh music dan tarian di rumah Ki Chul. Choong Seok berseru kalau ia membawa titah Raja. Para pejabat yang sedang duduk berpesta tidak berdiri, hanya duduk saja. Jelas mereka menganggap enteng kehadiran Raja baru.


Ki Chul hanya tersenyum saat Choong Seok menyerukan lagi kalau ia membawa titah Raja, “Dengarlah semua, raja kita yang baru pulang setelah 10 tahun di Yuan, memberikan ucapan selamat pada keluarga Ki. Jadi hadiah apa yang diberikan Raja pada kami?”


Maka Choi Young pun maju, dengan pandangan sedikit kabur dan dengan kalem ia berkata, “Karena sangat ramai, mungkin kau tak mendengar dengan jelas. Yang kau akan dapatkan adalah titah Raja. Raja yang baru saja kembali pulang setelah 10 tahun di Yuan memberikan titahnya.”


Tapi suaranya menjadi teriakan nyaring saat ia melanjutkan, ”Dan di depan titah Raja, kau seharusnya berlutut dan menundukkan kepalamu di tanah! Terima titah Raja ini dengan rasa hormat yang seharusnya kau miliki!”


Senyum Ki Chul hilang saat mendengar kata-kata Choi Young. Para pejabat nampak malu mendengar kata-kata Choi Young.


Dan Choi Young menyindir dengan berbisik, “Apakah kau perlu mendengar titah itu di tempat yang agak sepi?”

Ki Chul tertawa mendengar sindiran Choi Young. Ia menyindir balik kalau sekarang ia sangat ketakutan.


Di markas woodalchi, Choong Seok bertanya darimana Choi Young mendapatkan titah Raja tersebut? Raja tak pernah memberi titah pada mereka untuk disampaikan pada Ki Chul.


Choi Young yang mencoba tidur, melemparkan gulungan titah yang ternyata berisi daftar pejabat yang mati diracun di kuil. Choong Seok bertanya apakah kertas ini yang ditunjukkan Choi Young pada Ki Chul? Bukan itu. Yang ia tunjukkan pada Ki Chul adalah umpan yang lain.


Dan Choi Young teringat saat itu, dimana Ki Chul membawanya ke tempat dimana hanya ada mereka berdua. Choi Young menunjukkan surat berdarah yang baru saja mereka temukan. Choi Young berkata kalau ia tak begitu pandai sehingga tak dapat mengerti arti surat ini.”

Ki Chul merasa tersanjung karena Raja menitahkan karena kepandaiannya. Choi Young mengatakan kalau Raja Gong Min memberi titah pada Ki Chul untuk membantu Choi Young menguak insiden berdarah itu.



Choong Seok terkesan dengan cara Choi Young menangani masalah ini. Ia bertanya Ki Chul memakan umpan itu? Apakah ia percaya? Choi Young tak tahu. Choong Seok masih berandai-andai dan menganalisa langkah mereka selanjutnya hingga..


“Keluar! Aku mau tidur!!” Choi Young melemparkan buku-buku dan berbaring lagi. Tidur. 

Heheh.. sensi banget nih Choi Young.


Di luar terjadi keributan. Keributan yang disebabkan oleh Eun Soo yang datang mencari Choi Young. Namun keributan itu terjadi bukan karena Eun Soo yang menerobos masuk markas woodalchi,, tapi lebih karena ia datang dengan celana panjang yang telah dipotong menjadi celana pendek. Para woodalchi tercengang melihat kaki Eun Soo yang telanjang.


LOL, nih Eun Soo pasti nggak pernah nonton drama saguek sama sekali, deh. Menunjukkan kaki wanita di jaman Joseon aja verbodden, apalagi di jaman Goryeo.


“Kau tahu, hal terbaik yang pernah aku alami di masa-masa sulit menjadi residen bedah adalah para pasien yang datang padaku, bukannya aku yang harus mengejar-ngejar mereka,” Eun Soo mengomel bukan pada siapa-siapa saat ia menghampiri Choi Young.


Choi Young sontak bangkit saat Eun Soo berdiri di sampingnya. Dan ia juga terlihat shock melihat pemandangan itu. Apalagi Eun Soo juga menyuruhnya, “Lepaskan bajumu!”

Whaa…??

Tapi tentu saja maksud Eun Soo menyuruh Choi Young membuka bajunya adalah agar ia dapat memeriksa luka Choi Young.  Ia juga ingin memeriksa suhu tubuh Choi Young.

Bwahaha.. Sepertinya mata Choi Young mau keluar melihat kelancangan Eun Soo. Apalagi saat Eun Soo meraih tangan Choi Young, ia langsung menepis uluran tangan Eun Soo.

Eun Soo frustasi melihat kekeraskepalaan Choi Young, “Aku tak ingin memegang tanganmu. Aku hanya ingin mengecek nadimu, jadi jangan khawatir.


Choi Young langsung berteriak pada bawahannya, siapa yang tugas jaga di markas hari ini? Apakah orang bisa keluar masuk dengan mudahnya? Tapi Eun Soo tak menghiraukan kegusaran Choi Young. Ia mencoba meraih tangan Choi Young lagi tapi Choi Young menghindar dan menyuruh para woodalchi untuk menggiring Eun Soo kembali ke rumah sakit kerajaan.


Eun Soo kesal sekali diperlakukan seperti itu. Ia melempar perban dan berteriak frustasi, “Hei kau, psycho gila! Apa salahku?”


Tangisnya pecah saat meluapkan kekesalannya. “Kau yang menculikku padahal aku hidupku sebelumnya baik-baik saja. Aku hanya ingin pulang ke rumah, mandi dan tidur di tempat tidurku sendiri, tapi kau malah menyeretku kemari dan mereka tak memberiku makanan yang cukup. Kupikir aku sedang bermimpi, tapi aku tak pernah bisa bangun. Itu artinya aku benar-benar telah menikam seseorang.”

Choi Young terpana mendengar kemarahan Eun Soo. Tapi Eun Soo tak berhenti sampai situ. Suaranya tercekat saat berkata, “Aku pernah berkata kalau aku akan merawatmu, tapi kau tak mengijinkanmu untuk menyentuhku. Jadi apa yang harus aku lakukan? Aku memang menikammu, jadi biarkan aku untuk merawatmu.”


Choi Young  menatap Eun Soo lama. Tiba-tiba ia mendekati Eun Soo dan dengan cepat mendorongnya ke tiang. Eun Soo terlalu kaget untuk berteriak. Ia mengisyaratkan pada para woodalchi untuk meninggalkan ruangan sehingga ia hanya berdua dengan Eun Soo. 


Ia mencondongkan tubuhnya pada Eun Soo saat ia berkata perlahan, “Karena itulah.. kau ingat apa yang kukatakan padamu saat di gerbang langit dulu? Kusuruh kau untuk langsung pergi, kan? Kenapa kau sangat ingin menyelamatkanku? Apakah kau tahu, karenamu..”


Choi Young terdiam dan menghentikan ucapannya saat itu juga. Eun Soo yang masih marah langsung menyambar pedas, “Jadi kau mau mati? Dengan kondisimu yang sekarang, penyakit itu dapat membunuhmu.”


Kata-kata itu menyulut kemarahan Choi Young, “Mulutmu itu. Kalau kau sekali lagi mengatakan kalau aku bisa mati karena penyakit, aku benar-benar akan menutup mulutmu! Dan jngan pergi ke ruangan yang hanya didiami pria seperti sekarang ini!” 


Eun Soo beranjak pergi untuk meninggalkan Choi Young, tapi Choi Young belum selesai bicara. Dengan tangannya ia menghalangi Eun Soo. “Dan juga tutupi bagian bawah tubuhmu. Aku tak tahu bagaimana baju kalian di langit. Tapi di bumi ini..”


Eun Soo buru-buru meraih tangan Choi Young. Choi Young mencoba melepaskan tangannya, tapi Eun Soo menggenggamnya erat. Dari tangannya, Eun Soo merasakan suhu tubuhnya, kemudian di dahinya sendiri dan bergumam, “Panasmu 38 derajat.”


Choi Young berhasil melepaskan tangannya. Namun Eun Soo tak peduli, pemeriksaannya telah selesai. Ia mengambil botol obat dari tasnya dan memberikan pada Choi Young, tapi Choi Young tak mau mengambilnya.


“Ini adalah obat daruratku, aspirin. Minumlah dua, tiga kali sehari. Walaupun tak membantu banyak, tapi..” Eun Soo terdiam, namun ia kemudian melanjutkan, “.. janganlah mati.”


“Apa?”

“Aku memintamu agar jangan mati. Aku tahu kau adalah psycho gila. Tapi jika kau mati dan meninggalkanku sendiri, apa yang harus kulakukan?”


Eun Soo menghapus air matanya. Perlahan ia membuka tangan Choi Young dan menaruh botol obat itu di telapak tangannya. Kemudian ia pergi meninggalkan Choi Young yang tak dapat menjawab, hanya memandangi punggung Eun Soo.


Tapi rasa sakit kembali menyerang dirinya. Ia terjatuh, mencoba menahan rasa sakit yang sekarang menyerangnya. Dari atas, Dae Man memandangi Dae Jangnya dengan penuh khawatir.



Komentar :

Entah kenapa, saya merasa ada yang aneh di episode 2. Saat gerbang langit terbuka, Choi Young diperintahkan untuk menahan Eun Soo agar tidak pergi. 


Maka Choi Young menahan tubuh Eun Soo yang lari menuju gerbang hingga gerbang langit tertutup. Saat itu Eun Soo marah. Ia mengambil pedang Choi Young dan menikamnya. Eun Soo kaget, maka ia berusaha menolong Choi Young.


Intinya, gerbang telah tertutup saat Eun Soo menusuk Choi Young. Tusukan itu seperti ungkapan rasa marah Eun Soo karena Choi Young berhasil menghalanginya.

Tapi di percakapan mereka di akhir episode ini, Choi Young mengatakan, “Kau ingat apa yang kukatakan padamu saat di gerbang langit dulu? Kusuruh kau untuk langsung pergi, kan? Kenapa kau sangat ingin menyelamatkanku? Apakah kau tahu, karenamu..”

Dari kata-kata Choi Young, seolah skenario yang sebenarnya terjadi adalah gerbang langit terbuka, Eun Soo yang ditahan tubunya mencoba melepaskan diri dari Choi Young. Karena tak bisa, tak sadar ia meraih pedang Choi Young dan menikamnya. Ketika sadar kalau ia menikam Choi Young, ia memilih menyelamatkan Choi Young daripada melewati gerbang langit.


Jika scenario yang kedua itu benar terjadi, maka karakter Eun Soo semakin kuat terbangun. Walaupun shallow dan hedonis, Eun Soo tetaplah seorang dokter. Ia tak bisa membiarkan Choi Young mati dan memilih menyelamatkannya walaupun kesempatan kembali ke 2012 lenyap. Ia yang memilih untuk tinggal. Dan hal itu membuat Choi Young (mulanya) merasa terbebani. 

Ingat saat Choi Young tak dapat menyelesaikan kata-katanya? “Kenapa kau sangat ingin menyelamatkanku? Apakah kau tahu, karenamu..”

Spoiler : Ia sepertinya memang tak punya keinginan untuk hidup karena semua orang yang ia anggap sebagai saudara di di Jeo Geol Dae (satuan sabit merah) telah mati.

Sepertinya saat itu Choi Young memang ingin mati, maka ia menancapkan pedangnya lebih dalam lagi. Dengan Eun Soo kembali ke masa depan dengan selamat, ia telah memenuhi janji ksatrianya. Dan tentang kematian, ia tak pernah takut akan kematian karena tak ada yang mengikatnya di dunia ini.


Dengan adanya Eun Soo yang masih ada di dunianya, ia terbebani untuk terus hidup dan mengabdi pada kerajaan.

Jadi entah skenarionya yang ngaco, atau directingnya yang sedikit mixed up. Tapi itu hanya dugaan saya ajah..


Raja Gong Min dan Ratu No Gook.

Hubungan dua orang yang sangat menarik. Sepertinya Ratu No Gook mulanya tak keberatan dengan perjodohan ini. Bahkan sepertinya, ia memang ingin menikah dengan Gong Min. Jadi betapa hancur hatinya saat mendengar kalau Gong Min tak ingin menikah dengannya. Ia bahkan kelihatan super benci saat memberitahu kalau ia harus menikahi putri Yuan.

Gong Min sudah mencintai No Gook pada pandangan pertama. Sebelum ia tahu kalau No Gook adalah putri Yuan. Setelahnya? Ya.. bisa dilihat dari hubungan mereka sekarang ini.

Jika saya menjadi No Gook, haruskah saya bahagia? Seorang pria mencintai saya bukan karena status saya sebagai Putri. Pria itu mencintai saya karena pribadi saya. Tapi karena status itu pulalah pria itu membenci saya. 


Apa yang ada di benak Gong Min saat ini jika melihat No Gook?


Apakah ia menyesal telah menjelek-jelekkan tentang putri Yuan di pertemuan pertama mereka? Apakah ia ingin mengulang pertemuan mereka lagi? 

Ataukah ia tetap pada pendiriannya? Yang langsung ilfil dan membenci No Gook begitu mengetahui ia adalah putri Yuan?

Saya berharap pada pada pilihan pertama, dan tindakan Gong Min saat ini hanya untuk ingin menjaga gengsinya saja. 


9 comments :

  1. hahaha...sama dee, poninya Gu Yong Gak itu mantap abis...mantap kocaknya :D

    ReplyDelete
  2. keren sinopsisnya, fighting!!

    ReplyDelete
  3. BTW itu yang jadi ratu No Gook kan yang jadi Choi Soo Mi (teen) di The Equator Man ya... hahaha... keren....

    ReplyDelete
  4. di love rain juga dia kan jdi adeknya si dokter,,hehe lupa namanya :D

    ReplyDelete
  5. @fanny : kubu ki chul dandanannya aneh2, ya? atau itu yang dinamakan metroseksual ala goryeo?
    @ayu : thank you :)
    @anis & anonim : haha.. gak nonton dua2nya. Cuman sempet liat sekilas di kbs.

    ReplyDelete
  6. Aku suka sinopsisnya gambarnya banyak,,kata2nya baku dan ada ulasan d akhir ceritanya bikin pmbaca g bingung wlpun g lihat dramanya lgsg :)

    ReplyDelete
  7. Eum ja itu sebenarnya siapa? familiar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ga salah sih salah satu anggota boyband.lumayan ngetop sih, tp aku lupa boyband yang mana. namanya Sung Hoon. Kenal?

      Delete
  8. Kalau menurut saya tidak ada yang salah, gerbang langit memang sudah tertutup.
    Saat itu juga, Eun Soo menikam Choi Young, karena terkejut ia malah berbalik menolong.
    Tapi Penasihat Jo justru melarang dan memerintahkan Eun Soo untuk kembali ke istana secepatnya karena itu merupakan perintah raja, Choi Young juga berkata "Tinggalkan saja aku, jangan perdulikan aku", tapi Eun Soo tidak menggubris dan tetap mau menolong.

    Dari pertanyaan Choi Young yang:
    “Kau ingat apa yang kukatakan padamu saat di gerbang langit dulu? Kusuruh kau untuk langsung pergi, kan? Kenapa kau sangat ingin menyelamatkanku?”
    Naah.. maksud "pergi" disini yaitu pergi ke istana dan menemui raja.
    Begitu menurut saya. :)

    ReplyDelete