June 27, 2012

Sinopsis A Gentleman’s Dignity Episode 2 – 2

Sebelumnya : A Gentleman's Dignity Episode 2 - 1

Sinopsis A Gentleman’s Dignity Episode 2 – 2


Min Sook membuka pintu ruangan bar dan melihat ketiga teman suaminya bersulang dengan suaminya. Jung Rok pura-pura kaget tapi senang melihat kedatangan istrinya dan meminta Min Sook untuk masuk dan minum bersama mereka.



Dengan senyum tipis, Min Sook menolak tawaran itu. Tapi ia akan membayari makanan mereka. Bahkan ia menambahkan sedikit hiburan agar mereka dapat bersenang-senang dengan aman.


Yang dimaksud dengan bersenang-senang dengan aman adalah menyediakan wanita penghibur untuk suami dan teman-temannya. Bwahahaha, istri yang baik dan setia. Juga pintar. Siapa yang mau menggodai wanita penghibur itu yang mungkin bisa jadi mata-mata Min Sook?


Maka mereka duduk dengan tegak, dan bergumam kalau waktu tidur mereka sudah hampir tiba (ha!), dan mereka berterima kasih tapi sepertinya mereka akan menolak kesempatan untuk bersenang senang (haha..). Jung Rok duduk manis dengan melihat-lihat ruangan club dan berkata jaim, “Ini pertama kalinya aku mendatangi tempat seperti ini..”


Bwahahaha… bohong kok ya ekstrim.


Keesokan harinya, saat Yi Soo dan Me Ahri pulang berbelanja, Yi Soo menceritakan penyebab kejadian kemarin malam. Ia ingin berdamai, tapi Do Jin tak mau karena ia memiliki masa lalu bersamanya. Mendengar masa lalu, Me Ahri langsung menduga, “Kalian tidur bersama?”


Yi Soo menghardik Me Ahri yang berpikiran macam-macam. Masa lalu itu saat mereka saling bertatapan. Dan Me Ahri langsung menyelanya, “Saat di tempat tidur?” Yi Soo mendelik dan menjawab kalau kejadian itu ada di jalanan. Yi Soo meminta Me Ahri agar tak menceritakan kejadian ini pada Tae San.


Namun Me Ahri memang belum berencana menemui Tae San. Jadi saat Se Ra mengirim SMS pada Yi Soo untuk memberitahukan kalau Tae San datang ke rumah, Me Ahri dan Yi Soo menjadi panik. Karena pemberitahuan itu hanya sesaat sebelum sosok Tae San dan Se Ra muncul di hadapan mereka.


Yi Soo buru-buru mendorong Me Ahri untuk bersembunyi di belakang pick up dan menghampiri untuk menyapa mereka berdua. Dan kalau Yi Soo sedang gugup, ia akan banyak salah kata. Karena truk pick upnya tak berapa lama pergi, Me Ahri langsung kebingungan dan mencari-cari tempat berlindung lainnya.


Dan pada saat itu Tae San menoleh ke belakang, membuat Yi Soo berteriak untulk tak menoleh ke belakang, “Lihatlah ke arahku! Hanya padaku!”


Se Ra geli mendengar kata-kata Yi Soo yang berantakan, sementara Tae San mencoba mematuhi dan bertanya “Kearah mana aku harus memandangmu?” membuat Yi Soo malu.


Tapi ia melupakan rasa malunya saat Se Ra menambah penderitaannya dengan mengajak Tae San untuk makan malam di rumah mereka dan bermalam untuk sehari. Sontak Yi Soo berteriak lagi, “Jangan! Aku gampang terbangun dan dinding kamar kita terlalu tipis..”

Yi Soo terbelalak mendengar kata-katanya yang menjurus. Tae San tertawa canggung dan mengatakan kalau ia akan pergi saja membuat Yi Soo lega.


Tapi tidak dengan Me Ahri, karena ia masih belum menemukan tempat untuk berlindung. Akhirnya ia bersembunyi di balik pagar tetangga Yi Soo.


Sialnya, ia tak sengaja memencet bel tetangga itu. Tak tahu harus berkata apa, ia akhirnya bernyanyi lagu pujian dengan harapan penghuni mengacuhkannya. Sialnya lagi, si empunya rumah adalah pendeta, sehingga Me Ahri malah dipersilahkan masuk.


Tae San sudah pergi, Me Ahri malah harus bertamu ke rumah sebelah. Ia akhirnya bisa pulang ke rumah, dan melampiaskan kekesalannya pada Se Ra yang berani membawa kakaknya datang ke mari.


Yi Soo menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah Tae San. Me Ahri memang berencana untuk melakukannya segera karena tubuhnya sudah ramping lagi setelah diet 2 hari terakhir ini.


Di lapangan softball, sementara ketiga temannya sedang berlatih softball, Jung Rok duduk di bangku penonton sedang berbicara dengan pegawai tokonya. Tapi pembicaraannya langsung berhenti saat seorang gadis cantik berdiri di sebelahnya. Ia langsung menutup telepon dan bertanya, “Apakah kau tinggal di sekitar sini? Senang berkenalan denganmu.”


Gadis itu, a.k.a Me Ahri tersenyum geli melihat Jung Rok yang mencoba menggodainya. Tapi ia tetap menjawab kalau Jung Rok seperti bukan pria dari daerah sini.


Jung Rok pura-pura kaget dan bertanya apakah ia terlihat seperti pria daerah Gangnam (daerah elit)? Me Ahri tersenyum dan menjawab, “Aku tak tahu apakah kau kelihatan berasal dari sana atau tidak, tapi yang kutahu kau kelihatan seperti pria beristri.”


Dan setelah mengatakan itu, Me Ahri pergi menghampiri ketiga teman Jung Rok. Tae San yang menyadari kedatangan adiknya langsung berteriak memanggilnya. Me Ahri pun memanggil, “Oppaaa..!” dan berlari ke arah mereka.


Tae San bersiap-siap memeluk Me Ahri, namun Me Ahri malah menghambur ke pelukan Yoon dan memanggilnya sekali lagi, “Oppa, aku kangen padamu.”


Disaksikan Do Jin yang tersenyum rahasia dan Jung Rok yang terbelalak kaget (“Oh! My! God!”),  Yoon hanya bisa tersenyum canggung karena Tae San masih mengawasinya yang dipeluk oleh adiknya.


Tae San menyindir kalau oppa Me Ahri ada di sini (dirinya), dan Me Ahri pun tertawa dan melepaskan pelukan pada Yoon dan menghambur ke pelukan kakak yang sebenarnya.


Sambil melirik pada Yoon, Do Jin bertanya apa yang Me Ahri lakukan pada wajahnya. Dengan ceria, Me Ahri menjawab, “Kelihatan kan kalau aku sekarang lebih cantik?”


Jung Rok yang sudah mengatasi kekagetannya buru-buru menghampiri dan memuji Me Ahri. Tapi Me Ahri tahu alasan sebenarnya Jung Rok memujinya. Ia ingin berkata pada Tae San akan kelakukan Jung Rok tadi. Tapi Jung Rok mencegahnya dengan mengalihkan perhatian Me Ahri. Tapi Me Ahri bersikeras memberitahukannya, hingga Jung Rok harus menutup mulutnya.

Hehehe.. ada yang yang takut dipukuli oleh si kakak, nih.


Kembali ke rumahnya, Me Ahri menemukan kalau kamarnya sudah dipakai oleh orang lain. Oleh Yoon yang sudah tinggal di kamar Me Ahri selama setahun. Tapi Tae San tak mau memberitahukan alasan kepindahan Yoon dari apartemennya. Ia hanya minta Me Ahri untuk tinggal di kamar lainnya sementara waktu sampai Yoon pindah.


Me Ahri tak keberatan kalau mereka bertiga tinggal serumah yang dijawab oleh Tae San, “Aku yang keberatan! Kau mengerti apa yang kumaksud, kan?”

Hmm.. kakak yang over protective..


Di perjalanan pulang, Yoon hanya terdiam saat Do Jin mengungkit betapa cantiknya Me Ahri sekarang. Walau Yoon hanya diam, tapi Do Jin melihat betapa galaunya perasaan Yoon sekarang. Ia menawarkan agar Yoon pindah ke rumahnya untuk sementara waktu.


Yi Soo menelepon Do Jin, memintanya untuk bertemu. Di restoran, kata-kata pembuka Yi Soo adalah meminta maaf karena ia tak sengaja mengambil bolpen Do Jin. Do Jin tak mempermasalahkan karena bolpen itu telah kembali. Tapi ia menunggu hal yang lainnya dari Yi Soo. Yaitu penjelasan. Tentang perasaan Yi Soo pada Tae San.


Yi Soo ragu-ragu untuk menjawab. Tapi belum sempat ia menjawab, ternyata teman kencan Do Jin datang. Begitu pula Tae San. Ternyata Do Jin mengundang keduanya dengan alasan karena temannya ingin menemuinya dan ia ada janji bertemu dengan Tae San.

Aisshhh.. benar-benar menyebalkan nih si Do Jin.


Begitu pula pikiran Yi Soo. Apalagi Do Jin terang-terangan mengatakan kalau Yi Soo ingin menjelasan sesuatu. Yi Soo tak ingin menjelaskan apapun, terutama di depan Tae San yang menahan tangannya dan bertanya apakah Do Jin mempersulit Yi Soo? 


Yi Soo terpana karena kontak fisik itu, dan Do Jin melihatnya dengan tatapan yang berarti. Tapi Yi Soo tak bermaksud untuk menjelaskan lagi, dan ia pamit untuk pulang lebih dulu.


Do Jin mengejar Yi Soo yang keluar dari restoran dan meminta jawabannya sekarang. “Dugaanmu salah. Kau salah paham,” jawab Yi Soo. Do Jin mengangkat alis, benarkah? Dan ia melihat ke belakang Yi Soo, “Benarkah? Tae San, kata Yi Soo, ia tak menyukaimu.”


Yi Soo terbelalak dan buru-buru menoleh ke belakang. Ternyata Yi Soo ditipu, Tae San tak ada di belakangnya. Yi Soo menatap marah padanya.

Do Jin balas menatap menang dan berkata kalau Yi Soo selalu tersipu-sipu saat Tae San ada di sekitarnya. Ia melihat kedatangan Tae San dan bertanya, “Kenapa kau keluar restoran?”

Yi Soo tak akan tertipu dua kali, “Sudah cukup bercandanya, ya.”


Tapi kali ini Tae San memang datang, membuat Yi Soo kembali terbelalak kaget. Tae San ingin bertanya apakah Yi Soo sudah mendengar kalau Me Ahri sudah pulang? Yi Soo buru-buru mengiyakan kalau ia memang mendengar Me Ahri sudah kembali dan ia mendengar kalau badan Me Ahri sudah kurus.


Tae San melihat Do Jin mempersulit Yi Soo dan mengancamnya akan memberitahu Yi Soo (tentang kejadian sebenarnya seperti yang terdengar di bolpen perekam). Kali ini Do Jin terbelalak dan tak mau hal itu terjadi. Akhirnya Do Jin mau berjanji untuk menulis nota perdamaian keesokan harinya  jam setengah tiga di tempatnya bekerja.


Do Jin memang bermaksud menulis nota perdamaian, tapi di tempat yang sesukanya dia. Saat di lokasi proyek, ia menuliskannya di tanah.


Kemudian saat Yi Soo menghadangnya di café, Do Jin menuliskan nota perdamaian di gelas kopinya.


Aishh.. Do Jin benar-benar siksaan jiwa deh..


Karena kesal, Yi Soo menulis SMS untuk Tae San, “Tae San ssi, sebenarnya aku tak ingin meminta bantuanmu, tapi sepertinya Kim Do Jin ssi orang yang menyebalkan. Ia tak berniat untuk berdamai.”

Dan SMS is sent. Pada Do Jin.


Bwahaha.. gimana caranya juga bisa salah kirim, ya? Yi Soo tantrum dan mencoba mencegah SMS itu terkirim. Tapi sia-sia, karena Do Jin bahkan langsung mengirimkan balasannya, “Tae san ah, kupikir guru Seo sedang menyumpahiku sekarang. Kenapa ia menjadi penggecut dan bersembunyi di belakang?”


Akhirnya mereka berkirim SMS dengan menggunakan nama Tae San.

Yi Soo : Tae San ssi, sepertinya Kim Do Jin ssi salah paham padaku. Apakah aku perlu menemuinya untuk memberi penjelasan?
Do Jin : Tae San ah, aku akan pergi ke NohnHyun-dong 425-1 sekarang. Apakah kau pikir ia akan datang kalau aku memberitahukannya?
Yi Soo : Tae San ssi, aku akan pergi menemuinya.
Do Jin : Tae San ah, jika aku setuju untuk berdamai, setidaknya Seo Yi Soo harus mentraktirku makan malam.
Yi Soo : Tae san ssi, kalau ia setuju untuk berdamai, tak hanya mentraktirnya makan, tapi aku juga akan membelikannya sawah.
Do Jin : Tae San ah, tanyakan padanya daripada sawah, apakah ia dapat memberikan kebun anggur untukku?

Selama pertukaran SMS itu, mereka berdua bergegas menuju tempat yang dimaksud. Do Jin terlihat bersemangat, bahkan memperhatikan dandanan rambutnya saat ia di berada di dalam mobil.


Do Jin tak berniat untuk dibelikan kebun anggur, tapi ia hanya memesan anggur (tetap muahaaall, harganya sekitaran 600 ribu won).


Yi Soo menyembunyikan kekagetannya melihat harga anggur itu dan meminta nota damai yang dijanjikan Do Jin. Ia tak habis pikir, mengapa Do Jin mempersulitnya dengan membuatnya pergi ke sana kemari? Apakah ini cara Do Jin untuk menghukumnya karena ia tak dapat mengingat Do Jin?

“Tidak. Ini adalah caraku untuk selalu bertemu denganmu. Aku jatuh cinta padamu sejak pada pandangan pertama.”

Aww.. so sweet…


Tapi Yi Soo tak menganggap serius kata-kata Do Jin dan memintanya untuk berhenti bergurau.

“Kalau begitu bagaimana dengan aku jatuh cinta padamu setiap kali aku bertemu denganmu?”

Yi Soo tetap menganggap kata-kata Do Jin sebagai gurauan. Maka Do Jin pun bertanya mengapa Yi Soo menyukai Tae San? Yi Soo menjawab dengan kata-kata yang sama,

“Aku menyukainya saat pertama kali aku melihatnya dan semakin aku melihatnya, semakin aku menyukainya. Sekarang, walau aku tak melihatnya pun, aku tetap menyukainya.”
Aww.. manis sekaligus menusuk hati Do Jin karena kata-kata Yi Soo sama dengan kata-katanya namun tak ditujukan padanya.

Tusukan itu semakin dalam saat Yi Soo minta Do Jin untuk merahasiakan perasaannya pada Tae San. Bukankah permintaan Yi Soo terlalu banyak? Damai dan sekarang memintanya menyimpan rahasia? Do Jin berkata kalau ia telah memasukkan nota damainya di kantor polisi tadi pagi.


Dan ia pun meninggalkan Yi Soo yang kebingungan akan sikap pria itu. Di rumah, Do Jin termenung dan menghabiskan malam dengan duduk di meja kerjanya dan memandangi dua Post It Yi Soo yang masih ia simpan.


Yoon mendapat coklat Valentine dari klien wanita yang baru saja berhasil cerai dengan hasil gono-gini yang memuaskan, berkat kepiawaian Yoon.


Dan setelah klien wanita itu pergi, Me Ahri datang untuk mengajaknya makan malam. Tapi Yoon menolak dan menyebut secara rinci kegiatannya yang amat sangat sibuk hari ini. Pertemuan keluarga, reuni kampus, dan pertemuan tim softball dan masih berlanjut kalau Me Ahri tak menyetopnya.


Whoaa.. Yoon benar-benar sibuk atau pura-pura sibuk? Me Ahri langsung paham kalau Yoon tak mau makan malam dengannya.


Maka ia mengajak gurunya, Yi Soo untuk makan malam dengannya. Ditemani oleh soju dan coklat yang sebenarnya ingin ia berikan pada Yoon, Me Ahri curhat akan Yoon yang biasanya pendiam, tadi menjadi rapper saat merinci kegiatannya hari ini. Yi Soo mengatakan terus terang kalau Yoon sedang menolaknya.


Me Ahri menyadarinya, tapi ia juga melihat kalau kisah cinta Yi Soo juga tak mengalami kemajuan. Seharusnya Yi Soo harus mengungkapkan cintanya terlebih dahulu. Bahkan ia akan memabukkan dirinya sendiri dan mengungkapkan perasaannya pada Yoon.


Dalam mabuknya Yi Soo masih berpikiran waras, “Kau pikir berkata suka terlebih dulu itu sangat seksi? Merendahkan harga diri, tau Kau ini belajar apa di Amerika?!”


Me Ahri tertawa mendengarnya dan berkata kalau Yi Soo harus belajar 101 cara untuk mengungkapkan cinta. Ia membuka kotak coklat dan menyuapkan coklat pada Yi Soo sambil berkata, “Guru Seo, aku mencintaimu.”


Yi Soo pun membalasnya dengan menyuapkan coklat pada Me Ahri, “Aku juga mencintaimu.”. LOL, dan mereka sukses menarik perhatian karena mereka menjadi dua sejoli yang saling mengatakan cinta di restoran yang sangat ramai oleh pengunjung.


Mereka berdua sudah cukup mabuk tapi masih cukup kuat untuk pergi ke toko coklat. Me Ahri mengeluh kalau Yi Soo memakan habis semua coklatnya dan meminta gantinya. Yi Soo pun bersedia dan Me Ahri langsung memesan coklat yang paling mahal.


Ia juga meminta kartu pada pelayan toko dan menuliskan ucapan di dalamnya. Hei.. mana ada mengirim coklat untuk diri sendiri? Beserta kartu pula. Dan ini berarti pada satu hal, apalagi ada senyum usil tersungging di bibir Me Ahri.


Benar saja. Pagi-pagi, Yi Soo, yang masih merasa pusing karena mabuk, terkejut karena menerima SMS kalau kiriman atas nama Seo Yi Soo sedang dikirimkan pada Im Tae San hari ini.


Ia buru-buru menelepon toko coklat dan meyakinkan kebenarannya. Dan bertanya dimana posisi coklat itu sekarang? Saat dijawab sudah terkirim, ia hanya bisa complain, “Kenapa kalian rajin sekali?” 


Hehehe.. namanya customer, tak pernah puas ya? 


Yi Soo segera menelepon Do Jin menanyakan posisi Do Jin dan Tae San sekarang. Do Jin menjawab kalau ia ada di kantor dan Tae San ada di lokasi proyek. Yi Soo berkata kalau ia akan menuju ke kantor Do Jin sekarang.


Do Jin heran, apa yang diinginkan Yi soo sekarang? Tapi ia membereskan mejanya agar tampak keren. Memperbaiki letak papan namanya, meletakkan maket di mejanya dan memindahkan keranjang coklat milik yang ada di meja Tae San ke atas mejanya.


LOL, you’re so dead, darling..


Melihat kedatangan Yi Soo, Do Jin buru-buru (sok) sibuk di mejanya. Tapi ternyata Yi Soo tak mengacuhkannya malah mengubek-ubek meja Tae San, seperti mencari sesuatu.


Yi Soo merasa heran karena kiriman coklatnya belum sampai. Ia melihat keranjang coklat di meja Do Jin dan hendak bertanya, “Apakah mungkin…” Tapi Do Jin menyelanya karena melihat Yi Soo memperhatikan keranjang coklatnya dan mengatakan dengan sikap tak peduli, “Aku sudah mengatakan pada mereka kalau aku tak suka yang manis-manis. Aku bahkan tak tahu siapa pengirimnya.”


Yi Soo tersenyum dan berkata, “Ahh.. makanya kau menerima keranjang coklat dariku?” Ia mengambil setangkai mawar coklat dan menyindir dengan gembira, “Yang paling mahal lagi..”


Bwahaha..


Do Jin tak tahu harus berkata apa untuk menutupi kesalahannya. Untungnya Tae San datang dan menyapa Yi Soo yang kaget melihat kedatangannya.


Do Jin langsung menggunakan kesempatan ini untuk membalikkan keadaan dengan menunjuk keranjang coklat dan berkata pada Tae San, “Katanya, ia ingin memberikan ini untukmu.”


Yi Soo mendelik pada Do Jin, tatapannya mengisyaratkan untuk menarik kembali ucapannya. Tapi Do Jin malah menambahkan, “Katanya ia memiliki sebuah pengakuan yang harus disampaikan padamu.”


“Padaku?” tanya Tae San bingung.

“Kim Do Jin ssi!” teriak Yi Soo.

Tapi Do Jin tetap cuek melanjutkan serangannya dan berkata pada Tae San, “Di ruangan ini hanya ada dua pria. Jika bukan kau, siapa lagi? Apa aku?”


“Benar. Pria itu adalah Kim Do Jin ssi!” sahut Yi Soo buru-buru menyambar. “Walaupun di sini ada 100 pria, hanya kamu, Kim Do Jin ssi. Kau adalah duniaku dan jika aku mati sekarang ini, aku hanya ingin mengaku padamu, Kim Do Jin ssi.”


Yi Soo kaget. Tae San juga kaget. Hanya Do Jin yang menatap Yi Soo dengan geli.

Komentar :


Do Jin nih sangat keterlaluan kalau mempermainkan Yi Soo.

Cerita yang klise tapi nyata. Ada anak laki-laki yang menyukai temannya. Tapi temannya itu menyukai anak laki-laki lain. Maka ia ingin menarik perhatian anak perempuan itu. Dengan apa? Memberikan pujian? Nggak akan diperhatikan. Mengaku suka padanya? Nggak mempan.

Jadilah tiap kali si anak laki berpapasan dengan si anak perempuan, anak laki itu menarik rambut anak perempuan itu kuat-kuat


Kalau versi dewasanya? Lihat saja si Do Jin. Jadinya Yi Soo mendapat siksaan jiwa seberat sekarang.


Dan cinta Me Ahri dan Yoon.

Siapa bilang di Kdrama land hanya ada cinta noona dongsaeng? It’s so last summer. Cerita Kim Sam Soon sudah ketinggalan jaman. Karena sekarang penulis naskahnya, Kim Eun Seok, membawa sesuatu yang baru. Sesuatu yang memberi dilemma bagi Yoon. 


Bukan cinta oppa dongsaeng yang seperti biasanya, tapi cinta sebagai seorang ahjussi.

Selanjutnya : Sinopsis A Gentleman's Dignity Episode 3

6 comments :

  1. huakakakakakaka,, cinta ahjussi dan ponakannya,, perlu dicontoh,,

    ReplyDelete
  2. kak link sinopsis dramanya bisa di share di blog saya gak???

    ReplyDelete
  3. unni
    jung yong hwa CNBLUE cameo di gentleman's dignity di ep. 13
    seru ceritanya
    tgg lanjutannya
    thank's

    ReplyDelete
  4. lucu bgt,bs ngilangin strees nih.ditunggu kelanjutannya.semangat......

    ReplyDelete
  5. eonni kok sinopsisnya gak dilanjutin, ceritanya lucu, sangat menghibur.

    ReplyDelete
  6. detail banget sinopsisnya gan, mantap dah, btw kpn ya tayang di indo?

    ReplyDelete