rotator and add

June 22, 2012

Sinopsis A Gentleman's Dignity Episode 1 - 1

Sinopsis A Gentleman's Dignity Episode 1

Menurut saya, A Gentleman's Dignity sedikit banyak mirip dengan Sex and the City atau The Woman Who Wants To Marry. Drama tentang kehidupan orang dewasa yang kebanyakan belum menikah yang tiap karakternya memiliki kepribadian unik dan masalah tersendiri. 

Dan persahabatan mereka lah yang menguatkan mereka saat mereka menghadapi masalah. That's what friends are for.

Pada setiap episode, selalu  ada satu adegan pembuka. Dan adegan pembuka itu tak berhubungan dengan adegan berikutnya. Adegan itu sepertinya ingin menceritakan bagaimana karakter kelompok Om-Om ini.

Tiap orang mempunyai karakter masing-masing. Tapi walaupun karakter mereka berbeda, mereka tetap memiliki kesamaan karakter yang  tertuang di setiap adegan pembuka tiap episode A Gentleman’s Dignity.

Sinopsis A Gentleman’s Dignity Episode 1 


Adegan Pembuka 


Ada  empat pria yang mendatangi sebuah acara pemakaman. Mereka adalah tokoh utama kita di drama ini. Dan dari benak mereka, kita dapat mendengar pikiran mereka : “Di usia empat puluhan berarti kita harus mampu melepas kepergian teman kita yang lebih cepat berpulang pada-Nya.”


Itu kata-kata Kim Do Jin (Jang Dong Gun), yang kemudian ia teruskan dengan : “Satu-satunya alasan kedatangan kami di sini adalah..”


Choi Yoon (Kim Min Jong) menyambung : “ .. janda dari bekas direktur perusahaan farmasi ini adalah..”


 “.. adalah bekas model..” sahut Im Tae San (Kim Suro) .


“.. dan teman-temannya, semuanya adalah model,” kata Lee Jung Rok (Lee Jang Hyuk)  yang diam-diam melepaskan cincin pernikahannya.


Dan kata-kata Kim Do Jin menutup apa yang ada di dalam kepala mereka, “Itulah alasan kami kemari. Walaupun untuk melihat mereka, kami harus memberikan sumbangan duka cita sebagai biaya masuk.”


Ha! Mereka serempak melirik ke segala sudut, dimana para wanita cantik tersebar di seluruh penjuru ruangan. Setelah puas melirik sana-sini, mereka beranjak maju untuk memberi penghormatan terakhir pada mendiang teman mereka.


Tapi belum sempat mereka melangkahkan kaki sejengkal, ada suara yang menghentikan mereka. Suara itu milik seorang wanita (yang wajah dan tubuhnya pasti bukan model), menyeruak maju ke depan foto mendiang sambil berkata pada anak laki-laki yang ia bawa, “Berilah hormat pada ayahmu.”


Kekacauan pun terjadi. Wanita idaman lain datang membawa seorang anak. Atau sebenarnya malah istri pertama? Entahlah, tapi yang pasti rumah langsung pecah dengan teriakan dan tangisan, saling menuduh dan menghina.


Keempat pria dewasa itu akhirnya bertindak di tengah kekacauan itu. Memisahkan mereka? Tentu saja tidak. Hanya Tae San yang melakukannya, walaupun sia-sia.


Jong Ruk memasukkan uang ke tempat sumbangan dan menuliskan keempat nama mereka di buku tamu. Yoon maju ke depan foto mendiang dan mendoakannya. Do Jin?


Ia maju ke depan janda mendiang yang menangis tersedu-sedu dan mengulurkan saputangannya. Janda cantik itu tersenyum pada Do Jin dan menerima saputangan itu.


.. hanya saja Do Jin kemudian menunduk dan memberikan saputangan itu pada anak laki-laki yang juga menangis tersedu-sedu. 


LOL.


Dan mereka melangkahkan kaki dengan senyum dan tawa, dengan Do Jin yang menyuarakan apa yang mereka pikirkan, “Juga, empat puluh adalah umur dimana kami harus mempertahankan harga diri kami, bagaimanapun caranya.”

A Gentleman’s Dignity Episode 1 


Do Jin memasuki kantornya, yang bergerak di bidang Arsitektur. Dari salah seorang pegawai yang menyambutnya di depan kantor dengan kopi di tangan, kelihatan jelas kalau Do Jin adalah salah satu pimpinan di kantor tersebut.

Pegawai itu menyambut sekaligus melaporkan kalau ada salah satu klien yang akan menuntut mereka  karena gedungnya bocor akibat hujan lebat yang hebat dua hari yang lalu. Pipa yang sedianya untuk menampung debit air 100 mm/jam tak sanggup menanggung hujan yang berdebit 120 mm/jam.


Do Jin tak panik akan laporan itu. Ia malah balik bertanya, tentang siapa yang harus menanggung kesalahan ini. Apakah : “Global warming yang membuat menjadikan Korea beriklim sub tropis, atau kontraktor yang tak mengindahkan desain arsitektur kita dan malah memasang pipa 100 mm atau kita yang telah berkali-kali memperingatkan mereka untuk tidak memasang pipa 100 mm?”


Pegawai itu terdiam menyadari kebenaran kata-kata Do Jin, dan Do Jin tersenyum dan mengatakan, “Jadi.. global warming, kan?”


Satu masalah telah selesai, namun masalah lain juga datang. Kali ini datang dari rekan kerjanya sendiri sekaligus sahabatnya, Tae San, yang telah berkali-kali mencoba menghubunginya. Lewat telepon, Tae San mengomeli Do Jin yang mengganti desain gedung.


Kali ini mereka akan memperoleh untung besar karena pemiliknya, Direktur Song, tak peduli dengan harga yang mereka naikkan hingga 7 kali lipat. Tapi dengan Do Jin mengganti desain, maka keuntungan mereka akan berkurang banyak.

Tapi Do Jin tetap pada pendirian dan desainnya. Ia  menutup telepon, membuat Tae San kesal karena Do Jin menjaga desain bangunan seperti menjaga harga dirinya.

***


Di sebuah toko olahraga, Seo Yi Soo (Kim Ha Neul) ingin membeli sebuah sarung tangan. Secara spesifik ia mencari sarung tangan kulit yang kuat, tapi tetap terasa lembut. Ternyata ada, dan Yi Soo juga ingin menambahkan bordiran inisial yang berupa angka.

Ia keluar dari toko dengan bungkusan di tangan. Dari wajahnya yang bersinar, kentara kalau barang yang ia baru beli untuk diberikan pada seseorang, bukan untuk dirinya sendiri.


Tiba-tiba hujan turun, dan ia buru-buru berteduh di pinggir café. Café dimana Do Jin sedang duduk di dalamnya.


Do Jin yang menyadari kalau hujan baru saja turun, memandang ke luar. Dan ia melihat ada seorang gadis yang sedang berdiri memandangi hujan.


Gadis itu kemudian berbalik melihat ke dalam café, dan kemudian menatapnya. Mata mereka saling menatap untuk beberapa saat.


.. hingga mata Do Jin tertutup oleh tangan seorang wanita. Sesaat Do Jin terhenyak, namun tersadar dan langsung melepaskan tangan wanita itu. Namun gadis itu telah menghilang.


Do Jin langsung menyalahkan wanita itu yang datang terlalu cepat. Mereka berjanji untuk berkencan jam 3, dan sekarang belum jam 3. Teman kencan Do Jin berkilah kalau ia bahkan ngebut agar bisa bertemu Do Jin lebih cepat. Do Jin, si tepat waktu, malah berkata, “Tapi tetap saja, kita akan ngobrol pada jam 3 nanti.”

LOL. Helloww.. ini kencan atau mau upacara bendera?


Ternyata Yi Soo menghilang untuk masuk ke dalam café dan memesan kopi pada pegawai/pemilik café, yaitu Jung Rok.


Saat menunggu, ia menerima telepon dan dari nadanya, orang itu adalah orang yang ia sukai. Dan orang itu adalah Tae San.

Whoaa.. ternyata dunia memang selebar daun kelor.

Kebahagiaannya karena menerima telepon Tae San hanya sesaat karena Tae San meneleponnya untuk meminta nomor telepon teman Yi Soo yang kemarin dibawa di pertandingan softball yang terakhir. Wanita yang berprofesi sebagai pemain golf. Ia merasa wanita itu adalah tipenya. 

Yi Soo terkejut mendengar permintaan Tae San, tapi ia buru-buru menutupinya dan malah mengatakan kalau ia akan mengirimkan nomor telepon temannya via SMS.


Namun setelah koneksi telepon terputus, Yi Soo tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia hanya termenung, tak menyadari kalau Do Jin, yang akan keluar meninggalkan café, memperhatikannya.


Jung Rok ternyata adalah pemilik café itu. Salah satu pegawainya melaporkan kalau ada salah satu calon pegawai yang telah datang untuk interview. Melihat calon pegawai itu adalah seorang gadis cantik, diam-diam Jung Rok melepas cincin perkawinannya dan memasukkan ke saku celemeknya.

Hmm… sifat playboy yang tak bisa hilang setelah menikah?


Yi Soo menemui temannya, Hong Sae Ra yang sedang berlatih golf. Ia memberitahukan kalau salah satu temannya tertarik pada Sae Ra. Dan pertanyaan pertama yang dilontarkan adalah, “Im Tae San? Apakah ia kaya?”


Yi Soo tak dapat menjawab pertanyaan itu, hanya berkata kalau ia bekerja di bidang teknik dan Sae Ra dapat menanyakan kekayaannya secara langsung. Tapi Sae Ra mencibir kalau pria yang bekerja di bidang teknik bukanlah pria yang royal akan hadiah. Tapi Yi Soo meyakinkannya kalau Tae San adalah pria baik.

Menurut Sae Ra, kebaikan baru bisa dilihat setelah belanja bersama dan perjalanan wisata golf. Sedangkan menurut Yi Soo, “Bagiku, 20 detik sudah cukup.”


Kata-kata itu menimbulkan minat Sae Ra. Apakah ada pria yang disukai Yi Soo? Yi Soo hanya tersenyum dan tak mau menjelaskan lebih panjang lagi. Ia hanya berkata, lebih pada dirinya sendiri, “Tiba-tiba, dalam kehidupanku, aku berharap sesuatu akan terjadi.. seperti cinta..”

***


Di awal musim semi, Yi Soo berjalan-jalan menikmati bunga sakura yang bermekaran.


Do Jin baru saja selesai meeting dengan salah satu klien. Saat mengemasi barang-barangnya, ia melihat sketsa gambar wanita yang ia buat. Sketsa wanita yang pernah ia temui saat hujan dulu.


Dan gadis itu sekarang melewatinya, namun keduanya tak menyadarinya. Do Jin keluar restoran dan menikmati waktu luangnya dengan memotret sana-sini. Sedangkan Yi Soo berhenti di sebuah lapak yang menjual pernak-pernik.


Ia tertarik pada sebuah buku yang bersampul sepasang manusia yang terikat benang merah di jari mereka. Tak sengaja dompetnya terjatuh dan ia membungkuk untuk memungutnya.

Dan pantatnya menyenggol Do Jin yang sedang asyik melihat-lihat gambar di kameranya. Buru-buru Yi Soo minta maaf, dan Do Jin hanya mengangkat tangannya, tetap asyik mengamati gambar yang ia ambil.


Mereka tak menyadari kalau mereka pernah bertemu, dan juga tak menyadari kalau benang rok Yi Soo tersangkut di risleting tas Do Jin. Karena gaun Yi Soo adalah gaun rajutan, perlahan-lahan benang itu terlepas seiring Do Jin yang melangkah semakin jauh, memperlihatkan rok dalam Yi Soo.


Do Jin tetap tak menyadari hingga ia akan memasukkan kamera ke dalam tasnya. Ia melihat ada benang rajutan berwarna merah yang tersangkut di tasnya. Ia berbalik dan melihat benang itu berujung pada sesuatu.


Penasaran, ia menarik benang itu dan menggulungnya hingga ia berhadapan dengan Yi Soo.


Yi Soo kaget mendapat tatapan dari pria yang tak dikenal. Tapi kekagetannya itu langsung berubah menjadi kepanikan saat pandangan matanya mengikuti pandangan mata pria itu yang ke arah pantatnya.


Rok belakangnya sudah hilang separuh. Yi Soo berteriak panik sekaligus malu dan ia buru-buru lari ke depan toko dan menempelkan belakang tubuhnya ke dinding kaca, membuat Yi Soo mengangkat alisnya dan berkata, “Ohh.. jadi aku tak boleh melihatnya, tapi mereka boleh?”


Yi Soo menyadari kesalahannya, tapi karena paniknya, ia tak tahu harus berbuat apa. Akhirnya Do Jin menghampiri Yi Soo dengan menggulung benang rajutan, semakin dekat dengannya, dan  gulungan itu ia masukkan ke dalam saku Yi Soo.


Saat tahu kalau rumah Yi Soo jauh dan ia tak membawa mobil, tanpa ba bi bu, Do Jin menarik Yi Soo dan mendorongnya dari belakang. Ia melarang Yi Soo untuk berhenti sampai ia mengatakan ‘stop’.


Dan kata stop itu keluar saat ia berhenti di sebuah lapak aksesoris. Ia menunjuk ke meja dan bertanya berapa harganya. Bibi penjual aksesoris itu menyangka kalau Do Jin ingin membeli jepit, tapi ternyata ia salah sangka. Do Jin menunjuk taplak mejanya.


My.. my.. siapa menyangka memakaikan rok sangatlah menarik sekaligus menggoda. Yi Soo merasa canggung dan malu saat Do Jin mengikatkan taplak itu ke pinggangnya.


Bahkan Do Jin juga memberi sentuhan akhir berupa bros berwarna senada dan menatap hasil kreasinya dengan puas. 


Ia kemudian mengeluarkan uang untuk membayar taplak dan bros yang ia ambil, sambil berkata dengan kalem kalau Yi Soo tak perlu berterima kasih padanya. Dan dengan gaya sama kalemnya, ia meninggalkan Yi Soo yang masih shock, dan terpana mencoba mencerna kejadian barusan.


Setelah tersadar, ia berteriak pada Do Jin mengatakan terima kasih tapi kesalahan bukan hanya padanya. Tapi Do Jin sudah melangkah jauh.


Hari ini bukanlah harinya Yi Soo. Setelah episode rok, ia masih harus mengalami kejadian memalukan saat membuka pintu rumahnya. Tae San datang dan melihat mukanya yang belepotan susu pembersih. Belum sempat ia bersikap cool akan keadaan ini, satu shock therapy lagi datang padanya.


Ternyata Tae San datang ke rumahnya untuk menjemput Se Ra, karena mereka akan berkencan. Yi Soo terkejut karena mengira Se Ra tak menyukai Tae San. Ternyata ia salah.


Yi Soo hanya bisa bersedih menatap hadiah yang tak sempat sampai pada Tae san dan memasukkan hadiah itu ke kolong tempat tidur.


Waktu telah berlalu, musim telah berganti. Sekarang musim dingin dan natal sudah di depan mata. Di dalam kelas 10, Yi Soo mengatakan kalau libur akan tiba. Ia tak menyuruh murid-muridnya untuk belajar, tapi untuk berpikir. 


“Setelah libur usai, kalian akan naik ke kelas 11. Dan menurutku, kelas 11 lebih penting dari kelas 12. Selama liburan ini, pikirkan apa yang ingin kalian lakukan untuk masa remaja kalian. Selamat berlibur dan jangan melakukan hal-hal yang illegal untuk anak seumuran kalian. Terutama kalian yang sering keluar masuk kantor polisi.”


Dan pandangan itu diarahkan pada murid-murid di pojok belakang kelas, dimana salah satunya, Kim Dong Hyup (Kim Woo Bin) yang berbisik pada teman disebelahnya kalau guru Seo terlihat amat sangat cantik kalau ia sedang marah.


Aww.. noona dongsaeng’s crush?


Yi Soo mendapat SMS dari seseorang (yang kemudian kita tahu asal SMS itu dari Meahri) yang memintanya untuk melakukan sesuatu dan meminta Yi Soo menyampaikan pesannya kalau ia sekarang berubah seperti dewi.

Sepertinya Meari adalah murid Yi Soo, karena Yi Soo bergumam, “Aku benar-benar menyedihkan. Sudah tak punya pacar, aku juga harus menjadi makcomblang untuk muridku sendiri.”


Yi Soo kemudian menemui Yoon di kantor dan meletakkan kue tart (‘ini adalah hati Meari) dan segelas juice (‘ini adalah hatiku’). Yoon tersenyum dan berterima kasih karena Yi Soo selalu melakukannya setiap tahun. 

Yi Soo tersenyum dan mengatakan kalau ia tak dapat menolak permintaan murid tersayangnya. Ia kemudian melirik pada tangan Yoon yang masih tersemat cincin putih seperti cincin kawin/tunangan dan mengatakan kalau Yoon tak pernah membalas email dan telepon dari Meahri, yang hanya ditanggapi Yoon dengan senyum.


Belum sempat mereka berbicara lebih banyak, ada seorang wanita yang masuk dan langsung meminta, “Aku ingin bercerai.”

Whaa..?


Ini istri Yoon? Sepertinya tidak, karena reaksi Yoon yang kalem dan profesi Yoon yang pengacara. Yoon mengatakan kalau hari ini sepertinya tak bisa karena malam ini adalah malam natal. Tapi wanita itu malah berkata, “Tapi besok aku sibuk karena natal.”


Di malam natal, Tae San dan Do Jin  pergi ke pesta natal bersama Se Ra. Dan dihadapan teman-temannya, Tae San sibuk menutupi pundak Se Ra yang terbukad membuat Se Ra marah.


Se Ra marah karena maksudnya memakai gaun kemben ini karena ia ingin memperlihatkan tubuhnya, bukannya untuk ditutupi. Dan bukannya dulu Tae San juga tertarik pada fisiknya sehingga mereka pacaran, kenapa Tae San sekarang menjadi munafik?


Tae San marah dan mengatakan kalau begitu hubungan mereka diakhiri sampai di sini saja. Ia pun meninggalkan Se Ra dan menelepon Jung Rok, menanyakan keberadaannya.

Jung Rok hanya bisa menjawab, ia tak tahu apakah ia berada di surga ataukah neraka.


Wanita yang meminta cerai? Ternyata adalah istri Jung Rok, Park Min Sook (Kim Jung Nan). Jung Rok tersenyum sedikit ketakutan melihat istrinya yang berdiri menantang dan memakai baju merah, mengatakan kalau ia punya hadiah natal untuk Jung Rok.


Jung Rok tersenyum menerima kotak hadiah itu, namun dari wajahnya yang berpura-pura senang, sepertinya ia tahu hadiah dari Min Sook berarti bukan kabar bagus. Ia terkejut saat membuka kotak itu, karena ia melihat cincin kawinnya ada di dalam kotak itu.

Buru-buru Jung Rok beralasan kalau ia selalu lupa memakainya kembali setelah selesai mencuci piring. Ia tak nyaman mencuci piring dengan memakai cincin.

Bohong, Min Sook tahu alasan Jung Rok sebenarnya. Karena ada wanita yang bekerja paruh waktu di cafenya. Oleh karena itu, Min Sook sudah memecat wanita itu. Jung Rok terkejut tapi tak bisa berbuat apa-apa, hanya mengatakan kalau keputusan Min Sook sudahlah tepat. Tapi Min Sook telah keburu marah dan masuk kamar.


Dengan panik, Jung Rok merayu Min Sook dari balik pintu, bahkan memanggilnya noona. Sepertinya ini adalah contoh cinta noona dongsaeng yang naik ke pelaminan.


Sementara Se Ra berpesta, Yi Soo menghabiskan malam natalnya menjadi upik abu dengan membersihkan rumah. Tak sengaja, pantatnya menyenggol meja hingga salah satu mascara terjatuh. Dan upik abu itu melihat mascara dan memutuskan untuk mencobanya. Dengan gaya lain. 


Hmmm… upik abu menjadi gothic girl.


Do Jin yang meninggalkan pesta lebih dulu setelah menolak tawaran berkencan dari seorang gadis, memilih bekerja di rumah. Di tengah-tengah ia bekerja, ia menyadari kalau cemilannya habis, dan memutuskan untuk keluar membeli snack.


Tapi di taman, ia dihentikan oleh dua orang yang salah satunya adalah Dong Hyup, murid Yi Soo. Mereka memalak Do Jin, memintanya untuk menyerahkan uang yang di saku. Tapi Do Jin menolak.


Dan beberapa saat kemudian Yi Soo mendapat telepon dari kepolisian yang memintanya datang.


Ternyata di kantor polisi telah ada Do Jin dan Yoon dengan keempat murid Yi Soo. Keempatnya mengalami luka dan memar di mukanya dan Yoon jelas-jelas tak bangga akan perbuatannya. Sedangkan Do Jin tetap keukeuh saat keempat murid/preman itu mengaku kalau merekalah yang diserang oleh kedua pria berumur itu.

Do Jin berkata kalau ialah yang dipalak keempat remaja. Dan terjadi kilas balik saat para remaja itu memintanya uang untuk membeli rokok, ia malah menceramahi mereka akan  bahaya merokok. Namun para remaja itu tak mendengarkannya. Untungnya setelah itu Yoon datang untuk menolongnya.


Dong Hyup dan lainnya tertawa mencibir mendengar pengakuan Do Jin. Tapi Do Jin tak goyah dengan pengakuannya. Untuk membuktikan kata-katanya ia mengeluarkan sebuah pena yang juga adalah alat perekam.

Whoa.. arsitek kemana-mana bawa recorder? Aneh bin ajaib. Apa Do Jin adalah arsitek sekaligus mata-mata?


Dan ternyata pengakuan Do Jinlah yang benar. Dan Do Jin yang masih kesal, mengatakan kalau ia tak mau damai. Ia akan membawa kasus ini ke pengadilan. Yoon mencoba menenangkannya tapi Do Jin tetap tak mau. Ia menyuruh polisi untuk memberitahukan pada guru yang bertanggung jawab atas mereka kalau ia tak mau berdamai. Titik.


Koma. Karena dalam perjalanan keluar dari kantor polisi, Yoon meminta Do Jin untuk mempertimbangkan kembali keputusannya karena keempat remaja itu masih dibawah umur. Tapi menurut Do Jin mereka tak dibawah umur karena sudah 17 tahun.


Bersamaan dengan itu, Yi Soo berlari masuk ke kantor polisi. Yoon yang melihatnya langsung bersembunyi. Do Jin bertabrakan dengan Yi Soo, tapi mereka sama-sama tak mempedulikan tabrakan itu.

Setelah Yi Soo menghilang dari pandangan, Yoon keluar dan bergumam, dan bertanya-tanya apakah Yi Soo adalah guru penanggung jawab yang dimaksud? 


Do Jin mendengar gumaman itu dan ingin masuk kembali ke kantor polisi untuk mengomeli guru mereka. Tapi Yoon mencegahnya. Kenapa? Mereka kan bukan pihak yang bersalah. Yoon hanya menjawab pendek, “Karena kita berumur empat puluhan.”

Ehm! Dan masalah sensitif tentang umurlah yang menutup mulut Do Jin dan meruntuhkan niatnya masuk ke kantor polisi lagi.


Di hadapan polisi dan murid-muridnya, Yi Soo menjadi bipolar. Sesaat menjadi wanita bengis (pada muridnya), sesaat menjadi wanita manis (pada polisi) yang meminta polisi untuk memberikan alamat korban padanya, karena ia ingin menyelesaikan dengan jalan damai.


Polisi tak dapat memberikannya, tapi Dong Hyup dengan bangga mengatakan kalau ia telah mengingat alamat si korban. 

Wow, apakah Dong Hyup sebenarnya anak yang pintar? Bukan, lebih karena ritual seperti ini telah sering mereka lakukan, dan ini bukan kali pertama mereka berurusan dengan hukum. LOL.


Yi Soo hanya menatap kesal pada para muridnya. Dan segera setelah mereka keluar dari polisi, Yi Soo membawa mereka ke sekolah. Ia akan menghukum mereka dengan caranya sendiri.


Dua keranjang penuh bola softball, dan masing-masing harus memukul dan melempar sejumlah bola itu, sehingga mereka cukup lelah hingga tak sempat untuk membuat keonaran lagi sampai akhir liburan.


Sementara ketiga temannya telah mulai melaksanakan hukuman, Dong Hyup mencoba bermulut manis dan minta maaf, namun Yi Soo sudah tak mempercayainya. Tiba-tiba sebuah bola dipukul teman Dong Hyup dan dengan cepat menuju ke arah Yi Soo.

Semua terkesiap menyadari kalau Yi Soo akan terkena bola sepersekian detik lagi. Tapi tanpa berkedip, Yi Soo menangkap bola itu seperti itu adalah hal yang sepele, membuat keempat muridnya terpana.


Dan itu membuat Dong Hyup dan lainnya melakukan hukuman Yi Soo dengan patuh. 


Di bar, Jung Rok menghela nafas, mengomel akan seseorang yang mungkin menjadi mata-mata di cafenya, sehingga keplayboy-annya ketahuan oleh istrinya. Namun kegusarannya reda melihat Do Jin dan Yoon yang datang dengan muka babak belur.


Ia tak percaya saat mendengar kalau kedua temannya ini habis memenangkan perkelahian dengan anak umur 17 tahun, dan malah menebak kalau mereka pasti dipukuli. Hahaha.. Jung Rok tak percaya kalau teman-temannya memiliki kemampuan macho, ya?


Tae San yang datang dengan mood jelek karena usai bertengkar dan putus dengan Se Ra, tersenyum melihat kedua temannya yang nasibnya lebih parah darinya. Ia menebak kalau yang memukuli mereka ada 4 orang. Jung Rok menambah tebakannya kalau mereka pasti juga dirampok. Do Jin dan Yoon serempak berseru : “Kita tak dirampok!”


Do Jin kesal mendengarnya, dan beranjak pergi ke toilet. Tae San mempersilakan namun begitu Do Jin menghilang dari pandangan, ia langsung mengambil bolpen recorder yang tak sengaja Do Jin tinggalkan di atas meja dan memutar kembali ke saat perkelahian bermula. 


Yoon mencoba menghalanginya, tapi ia akhirnya ikut mendengarkan.

11 comments:

  1. whoaaaa...Jang Dong Gun!!^^ Aura dramanya agak berasa SeGa ya...entah lah aku belum nonton, cuma liat beberapa screencapsnya berasa familiar :)
    Empat orang ini biasanya dapet peran serius kan? ngga nyangka mereka bisa gokil juga :D (terutama Lee Jang-hyuk^^)

    my dear friend Dee....welcome back to Kdrama land v(^_^)v

    ReplyDelete
  2. menurutku drama ini emang agak berasa secret garden. terutama karakter kim do jin. mungkin SW nya sama kali ya...

    ReplyDelete
  3. maksudnya mungkin karena SW nya sama ...

    ReplyDelete
  4. ada benang merahnya nih do jin n yi soo. kira2 mereka berdua punya masa lalu apa ya?

    ReplyDelete
  5. wah mba dee buat sinop nya juga, aq dach baca sinop nya d blog mba anis, tp aq juga bca di blog mba dee jg penasarn jg dgn tulisan sinop nya mba dee hehehe

    emang kocak2 bgt nich para ahjusi in,,,,
    thanks ya mba dee.. semangat :)

    mba dee kok sinop architecture 101 part 2 nya blum ada aq msh penasaran nich mba dee
    lanjutkan dong

    Semangat ....semangat,,, :)

    ReplyDelete
  6. @fanny : thank you... wahh... ketinggalan banyak dari fanny nih :p Iya secret garden kerasa. Apalagi di episode2 berikutnya.
    @vitaaa:iya kim do jin nya agak si joo won. Penyakitnya pun sama, agak-agak aneh gitu.. dan gak pantang mundur walau ditolak. Eh, kalo itu mah si gu jun pyo juga, ya? Berarti jun pyo juga punya penyakit dong. hehehe..
    @tika : thank you, ayo semangat, semangat! :)

    arch 101nya pasti lanjut kok. Cuman mandeg dulu, karena aku nulisnya malah ngehubungin dengan rooftop prince.. hyaaaaa... padahal kalo dipikir dengan obyektif dan in real life, kayanya nggak mungkin deh.. jadi diendepin dulu. Takut bias. hehehe..

    ReplyDelete
  7. doh, om dong-gun lama gak nongol, sekali nongol tetep ganteng...

    pertemuan awal do-jin dan yi-soo yang terkait benang merah itu mirip sama drama endless love taiwan deh...

    ReplyDelete
  8. kapan ya nih film ditayangin di TV indonesia (khususnya Indosiar) jadi pengen liat akting jang dong gun lagi setelah all about eve lama ga main serial K-Drama soalnya keseringan main di layar film

    ReplyDelete
  9. jang dong gun masih ganteng ajaaa... aaaa.. XDD
    kapan keliatan tuanya sih ahjusshi itu?? kayanya ga bakalan deh,. hahahaha XDD
    love love jang ahjusshi :*

    ReplyDelete
  10. Salam knal..
    Maaf mau nanya knpa episode yg lain'y g bsa k bka :-(

    ReplyDelete
  11. Mau nanya klo lokasi syuting yg adegan benang merah itu dimana yah? Tempatnya bagus soalnya

    ReplyDelete