February 17, 2012

Sinopsis Ojakgyo Brothers Episode 54


Bintang utama episode 54 ini? Nenek.

I love nenek..

Sinopsis Ojakgyo Brothers Episode 54




Tae Hee bertanya pada Hong Man Shik, sebenarnya siapa yang menyetir malam itu? Hong Man Shik masih kukuh dengan jawabannya, Baek In Ho. Saat ditanya warna apakah jaket yang dipakai Baek In Ho saat itu berwarna putih, ia tak tahu.

"Kalau paman ada di sana, kenapa Baek In Ho yang menyetir mobil itu?”
“Karena ia terus memaksa . Aku ingin menghentikannya, tapi ia terus memaksa ingin menyetir.”
“Apakah kau tahu kalau korban yang ditabrak itu adalah ayahku?”


Hong Man Shik terkejut mendengarnya. Tapi walau begitu ia tetap tak mau mengakui hal yang berbeda. Dengan tangan yang gemetaran ia meminta Tae Hee untuk pulang.

Tae Hee berkata kalau kali ini ia akan pergi, tapi ia akan datang lagi nanti.


Hong Man Shik masih belum dapat melepaskan rasa kagetnya hingga kepala polisi muncul dari kamar mandi. Kepala polisi memuji Hong Man Shik yang tetap menutup mulutnya, dan menyuruhnya untuk mengatakan hal yang sama di kemudian hari.


Ketiga saudara Hwang pulang ke rumah, dan kakak-kakaknya mengikuti adik bungsunya sampai ke dalam kamar. Tae Pil kesal melihat mereka. Apa yang akan dibicarakan penting banget hingga mereka harus mengikutinya?


Tentu saja penting. Bagi Tae Bum, masalah Tae Pil seperti melemparkan batu di kolam yang sudah tenang. Tae Shik mengatakan kalau ia akan berada di pihak Tae Pil, tapi jika menyangkut bibi Yoo Eul, ia tak dapat melakukannya. Karena tak hanya satu atau dua masalah yang akan timbul seperti hubungan keluarga yang akan tumpang tindih tapi juga perbedaan usia yang jauh.


Tae Bum membenarkan ucapan Tae Shik karena pandangan orang pasti akan seperti itu, apalagi orang tua mereka.


Tae Pil menyindir Tae Bum yang seharusnya bisa berpikir seperti dirinya, karena pernikahan Tae Bum pun juga tak sesuai dengan pandangan orang. Ia mencintai Yoo Eul dengan tulus. Tapi Tae Bum meragukannya. Karena track record Tae Pil pada wanita sebelumnya tak pernah tulus, benarkah kali ini cintanya pada Yoo Eul tulus?


Hampir saja Tae Pil memukul Tae Bum jika tak ditahan oleh Tae Shik. Karena gusar, Tae Pil pergi meninggalkan kedua kakaknya setelah berterima kasih pada mereka karena mereka telah membukakan matanya dengan kenyataan pahit.

Setelah Tae Pil pergi, Tae Shik menegur Tae Bum dan memintanya menjaga kata-katanya agar tak mengacaukan perasaan Tae Pil. Tapi Tae Bum merasa ia harus mengatakan hal-hal seperti itu, karena nanti Tae Pil akan mendengar kata-kata yang 10 bahkan 20 kali lebih parah dari ibu mertuanya.


Yoo Eul memikirkan kata-kata Soo Young yang menanyakan sampai kapan ia akan menyembunyikan hubungan ini dan kesungguhannya untuk menikah. Ia juga teringat pada ciuman mereka sebelumnya dan ungkapan cintanya pada Tae Pil.

Ia bertanya pada dirinya sendiri, sampai kapan ia akan mengkhawatirkan hubungan mereka?


Di rumah, sambil Tae Bum tiduran di perutnya, Soo Young menenangkan Tae Bum kalau tantenya tak memikirkan hal yang lebih jauh sampai ke pernikahan.


Tiba-tiba Tae Bum bangun karena ia merasakan sesuatu. Cha Gom menendangnya! Betapa gembiranya Tae Bum saat merasakan tendangan si kecil dari perut Soo Young. Apakah Cha Gom barusan menendangnya? Soo Young tersenyum mengangguk merasakan kegembiraan Tae Bum juga.

Aww.. so sweet.. untuk pertama kalinya mereka merasakan menjadi calon orang tua.. bersama-sama.

Soo Young mengusulkan untuk bulan madu setelah Cha Gom lahir. Tapi teringat jika si kecil lahir, tentu sangat sulit untuk meninggalkannya. Maka Soo Young mengusulkan untuk wisata ke Eropa 6 bulan kemudian.


Soo Young juga memutuskan untuk pindah dari rumah mereka sekarang. Tae Bum terkejut, tapi juga gembira. Ia tahu bagaimana berat bagi Tae Bum untuk tinggal dengan mertua, maka ia setuju untuk pindah. Tapi ia merasa apartemen akan terlalu sempit untuk Cha Gom, jadi ia mengusulkan untuk mencari kredit dan mencari rumah yang lebih luas.


Tae Bum tersenyum dan menyetujuinya.


Ibu khawatir dengan pemeriksaan yang harus ia lakukan lagi. Ibu yang sudah parno berkata pada ayah kalau ia sebenarnya mulai merasakan tanda-tandanya karena make up yang ia pakai sekarang sudah tak nempel seperti dulu. Tangan dan kakinya sering kedinginan dan hatinya berdebar-debar.


Ayah menenangkannya karena toh selama ini ibu rutin melakukan medical check up, jadi kalau ada yang tak bagus, pasti masih bisa ditangani. Ayah menawarkan untuk mengantarkan ibu ke rumah sakit esok hari untuk melakukan pemeriksaan ulang. Tapi ibu masih belum mau karena harus mempersiapkan mentalnya dulu.


Astaga! Ayah Ja Eun ingin bunuh diri!


Ayah Ja Eun sudah berdiri di atas gedung,sepertinya ingin meloncat. Namun suara Ja Eun terngiang di kepalanya, “Ayah, sekarang Ayah pasti sedang mengalami masa-masa yang berat, kan? Hanya dalam waktu singkat, banyak hal telah terjadi. Anakmu, Baek Ja Eun, akan bersamamu. Terima kasih, ayah, karena telah pulang dengan selamat. Ayah selalu menjadi orang yang paling kusayangi di muka bumi ini.”


Dan ayah Ja Eun mundur, mengurungkan langkahnya di udara.


Surat Ja Eun yang baru saja diterimanya, ia baca lagi. Di akhir suratnya, Ja Eun menulis: 

"Ayah, untuk sementara waktu aku akan meninggalkan Seoul.  Aku akan kembali lagi dengan ceria, tunggu ya, Ayah. Dan juga ini ada bandul yang aku buat saat Ayah hilang. Mulai sekarang, ayah jangan tak memakainya, ya..”

Membaca surat Ja Eun lagi, membuat ayah semakin bersedih. Ia menggenggam kalung pemberian Ja Eun dan menangis.


Ja Eun termenung di depan jendela, tak memperhatikan kalau anak-anak panti memperhatikannya. Satu persatu anak-anak itu datang. Ada yang perutnya sakit dan memintanya mengusap-usap perutnya, ada yang memintanya untuk menggambar.  Ada yang jarinya sakit dan ingin ia meniup lukanya.


Ja Eun menyuruh mereka untuk duduk dan mulai menggambar sesuatu.  Setelah selesai, anak-anak itu bertanya apa yang Ja Eun gambar?


Ojak, katanya. Anak-anak bertanya lagi, apa itu Ojak? Bebek, kata Ja Eun.


Jae Ha masih berada di panti dan bermain sepak bola dengan anak-anak. Ia dan Ja Eun juga menyajikan makan siang untuk anak-anak panti. Tapi melihat meja makan yang ramai, membuat Ja Eun teringat lagi.


Ia pun kembali menyendiri dan memandang luar rumah seperti sebelumnya. Jae Ha menghampiri Ja Eun dan berkata kalau ia harus kembali ke Seoul. Ja Eun memintanya untuk mengantarkannya ke suatu tempat.


Ibu memandangi foto keluarga yang masih belum digantung. Melihat nenek datang, ibu buru-buru menyibukkan dirinya seolah tak mengamati foto itu dengan sungguh-sungguh. Nenek mengatakan kalau ia ingin pergi ke suatu tempat dan menolak ditemani ibu, karena ia sudah tak sakit lagi.


Tae Hee kembali menanyai Baek In Ho. Apakah benar ia tak sadar kalau ia yang menyetir mobil? Baek In Ho memastikan hal itu. Ia memang ingat kalau ia meninggalkan restoran tapi ia tak ingat kalau ia yang menyetir. Begitu sadar, ia sudah tak di tempat kejadian, tapi ia berada di belakang kemudi. Lee Ki Chul memarahinya karena ia tertidur saat menyetir. Dan sepertinya ia telah menabrak seseorang dan ia sangat ketakutan. Lee Ki Chul menyuruhnya untuk meninggalkan tempat kejadian dulu, dan ia yang akan mengurusnya.


Tae Hee memastikan lagi kalau ada supirnya, Hong Man Shik, yang duduk di kursi belakang. Baek In Ho membenarkan, dan esoknya Lee Ki Chul memberitahukannya kalau korban itu telah dioperasi dan sudah sadar. Jadi ia mengurungkan niatnya untuk mencari tahu dan pergi dinas keluar negeri.


Ia tak dapat memastikan warna jaket yang ia kenakan. Saat ditanya tentang foto kenangan yang mungkin disimpan oleh Baek In Ho, Baek In Ho mengaku kalau ia memilikinya, tapi karena bangkrut dan perusahaannya disita saat ia menghilang, maka seluruh barang-barangnya juga ikut lenyap.


Nenek pergi mengunjungi makam anaknya. Namun di sana telah ada seseorang yang berdiri di depan makam anaknya.


Ternyata Ja Eun datang lebih dulu. Dengan memejamkan matanya Ja Eun berdoa dan menangis di hadapan abu ayah Tae Hee.


Melihat Ja Eun berdiri dan berlalu pergi, Nenek hanya dapat mengawasi Ja Eun dari kejauhan.


Setelah mendekati tempat Ja Eun berdiri, ia melihat kalau Ja Eun menaruh karangan bunga untuk ayah Tae Hee.


Tae Hee menemui Dong Min dan menceritakan hasil investigasinya dengan Baek In Ho. Ia melemparan dugaan bagaimana kalau bukan Baek In Ho yang menyetir mobil itu. Mungkin supirnya, Hong Man Shik, mungkin juga kepala polisi. Karena menurut saksi, orang yang menyetir itu memakai jaket putih dan Baek In Ho yakin ia tak memakai jaket berwarna putih di hari itu.


Dong Min mengatakan kalau tak ada bukti yang menguatkan dugaan Tae Hee. Makanya, Tae Hee meminta bantuannya untuk menanyai para saksi. Karena Baek In Ho tak memiliki foto kenangan saat itu, ia minta tolong Dong Min untuk menanyakan anggota klub lainnya yang ikut hiking apakah ada yang masih menyimpan foto itu.

Walau kecil kemungkinannya, Dong Min bersedia melakukannya.


Tae Hee berterima kasih atas bantuannya. Dong Min beranjak pergi, begitu pula Tae Hee. Tak sengaja ia menjatuhkan kalung bebek yang pernah diberikan oleh Ja Eun. Ia kembali teringat Ja Eun lagi, dan kali ini ia tak tahan untuk tak meneleponnya.


Hanya saja, suara Jae Ha yang didengarnya. Ternyata Jae Ha menyimpan handphone Ja Eun dan mengatakan kalau ia pergi dari Seoul untuk sementara waktu.


Sarapan pagi di rumah keluarga Hwang, Tae Hee tetap tak muncul. Nenek mencarinya, tapi ibu mengatakan kalau tiap malam Tae Hee selalu pulang walau kemudian langsung pergi ke kantor lagi pagi-pagi sekali. Nenek terlihat sedih.


Ayah menanyakan gedung yang dilihat oleh  Tae Shik dan Mi Seok. Sambil melirik ke Gook Soo, Tae Shik mengatakan kalau gedung tersebut cukup baik. Mi Seok mengatakan kalau mereka telah memesan tempat itu, tapi Tae Shik buru-buru mengatakan kalau mereka belum menentukan harinya, jadi masih belum tahu.


Ayah menyuruhnya untuk segera mempersiapkan semuanya, yang diiyakan oleh Tae Shik. Selama itu, Gook Soo hanya tertunduk diam.


Mi Seok kemudian mengeluarkan pena yang kemudian diangsurkan pada Tae Pil. Ia mengatakan kalau Yoo Eul menjatuhkannya di restoran kemarin. Ibu bertanya siapa Yoo Eul, dan Tae Pil pun menjawab kalau Yoo Eul itu pacarnya.


Tanpa menyadari kalau ia tahu orang yang disebut pacar oleh Tae Pil, ibu tertawa kegirangan mendengar Tae Pil memiliki pacar yang serius. Tae Shik mengatakan kalau Tae Pil baru saja pacaran, belum terlalu serius. Tapi Tae Pil mengatakan kalau ia akan mengenalkannya pada orang tuanya.

Dengan nada bergurau, ibu berkata pada nenek kalau beruntung, mereka akan segera melihat menantu bungsu mereka dan anaknya.


Tiba-tiba Ha Na bertanya pada nenek kemanakah Ja Eun? Ia sudah lama sekali tak melihatnya. Ibu yang menjawab, kalau Ja Eun sudah pergi ke suatu tempat. Ha Na yang merasa kecewa bertanya apakah ia tak akan dapat bertemu dengan Ja Eun lagi?


Mi Seok mengalihkan perhatian dengan mengatakan kalau ia membelikan nenek roti manis kesukaan nenek.


Namun melihat tumpukan roti manis yang tersaji di kamarnya, malah mengingatkan nenek pada Ja Eun. Betapa Ja Eun rela mengeluarkan uangnya yang tak seberapa untuk membelikan 2 buah roti untuknya. Bagaimana Ja Eun memijatinya dan berjanji untuk memijatnya lain hari.

Mendadak nenek mendengar  ayah berteriak-teriak.


Bersama ibu, nenek mengintip dengan siapa ayah berbicara. Ternyata ayah sedang menghardik Baek In Ho yang datang memintanya mengambil perkebunan ini. Ayah tak sudi menerimanya agar Baek In Ho menerima hukuman ini seumur hidupnya.


Baek In Ho tetap memohon pada ayah karena sebenarnya ia sedang menerima hukumannya. Bagi Ja Eun, dirinya lebih baik tak kembali lagi. Bagi keluarga Hwang, dirinya tak lebih baik dari binatang. Dan ia rela menerima hukuman seperti ini. Tapi Ja Eunnya tak bersalah sedikitpun. Ia sebenarnya ingin mati, tapi ia tak dapat melakukannya karena Ja Eun.


Ibu meminta nenek untuk masuk ke kamar, tapi nenek tak mau. Merasa kalau ibu pasti pernah menemui Ja Eun, nenek bertanya bagaimana kondisi Ja Eun saat ini? Ibu menjawab kalau saat itu, Ja Eun sepzerti anak yang tak punya daya, berbeda dengan Ja Eun yang ia kenal. Dan ia tak tahu kondisinya sekarang ini, karena menurut Jae Ha yang memegang handphone Ja Eun, Ja Eun sedang menenangkan diri di luar Seoul.


Gook Soo memandangi foto ibunya dan foto itu buru-buru disembunyikan di balik baju ketika Tae Shik datang. Lagi-lagi Tae Shik menanyakan, apakah ia sudah memutuskan tentang rencana pernikahannya dengan Mi Seok?


Tae Shik cukup menyebalkan kalau ia sudah punya keinginan. Ia sebenarnya ingin hanya mendengar kata YA dari Gook Soo, memikirkan perasaan anaknya. Jadi ketika Gook Soo mengatakan masih berpikir, Tae Shik menyuruhnya agar lebih cepat dalam berpikir. Namun ketika Gook Soo bertanya, bagaimana jika ia tak mau kalau ayahnya menikah lagi, Tae Shik menyuruhnya berpikir lebih lama lagi.


Saat Gook Soo keluar dari kamar mandi, foto ibunya terjatuh. Mi  Seok yang kebetulan lewat, memungutnya dan memandangi foto tersebut, melihat untuk pertama kalinya wajah ibu Gook Soo.


Gook Soo yang menyadari fotonya hilang, mencari-cari foto tersebut dan ketika melihat Mi Seok memegang foto tersebut, ia langsung merebutnya. Hasilnya, foto tersebut robek menjadi dua.


Mi Seok minta maaf dan berkata kalau ia akan memperbaikinya. Tapi Gook Soo tak mau.


Ia sendiri yang mengisolasi foto ibunya. Tae Pil yang kebetulan melihat Gook Soo yang duduk hanya memandangi sebuah foto, tahu kalau keponakannya itu sedang bersedih. Karena perasaannya juga sama, maka ia mengajaknya pergi ke tempat yang diinginkan Gook Soo.


Tapi ia tak dapat membawanya pergi ke tempat-tempat yang diinginkan Gook Soo (Filipina atau ke tempat ibunya atau naik pesawat terbang), maka ia mengajak Gook Soo pergi ke suatu tempat yang rasanya bisa terbang.


Tempat itu adalah resor ski. Mula-mula Gook Soo tak menikmati luncuran demi luncuran, tapi lama-lama ia tertawa kegirangan saat meluncur tandem bersama Tae Pil.


Ketika rehat, Tae Pil menanyakan tentang kesedihan Gook Soo. Apakah karena kangen pada ibunya? Gook Soo mengangguk. Dan Tae Pil pun memberitahukan sebuah rahasia padanya.


Tae Pil menceritakan kalau Tae Hee sebenarnya bukanlah anak kandung dari kakek nenek Gook Soo. Tapi karena sesuatu hal, pada umur 6 tahun Tae Hee harus diasuh oleh kakek dan nenek. Dan begitu pula dengan ibu Gook Soo. Ibu Gook Soo pasti sekarang sedang mengalami sebuah kesulitan sehingga terpaksa mengirimkan Gook Soo ke Korea. Dan ibu pasti ingin melihat Gook Soo nantinya tumbuh besar dan menjadi orang yang berhasil seperti pamannya, Tae Hee. Dengan bantuan Mi Seok yang nanti membesarkan Gook Soo, pasti keinginan ibu Gook Soo akan terpenuhi.


Gook Soo meresapi kata-kata Tae Pil. Tapi ia mengatakan kalau jika ia besar nanti, ia ingin menjadi seperti Tae Pil, karena menurutnya Tae Pil adalah paman paling keren di dunia ini.


Tae Pil menemui Yoo Eul di toko. Ia sudah khawatir kalau Yoo Eul marah padanya. Tentu saja Yoo Eul marah karena Tae Pil tak memberitahukan rencananya. Jika ia diberitahu, ia kan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, misalnya pergi ke salon dan memperbaiki riasannya agar terlihat lebih muda. Ia meminta Tae Pil untuk lain kali memberitahukan padanya 3 hari sebelumnya.


Yoo Eul juga mengajaknya menemui kakaknya. Apakah Tae Pil berani? Tae Pil gembira dan memeluk Yoo Eul.


Tae Hee dan Dong Min mulai menanyai anggota klub hiking satu per satu. Tapi tak membawa hasil karena semuanya lupa akan kejadian puluhan tahun yang lalu.


Sementara itu kepala polisi sedang marah-marah karena mendengar berita kepulangan Profesor Seo ke Korea. Ia menyuruh seseorang untuk menemukan USB yang menjadi bukti asli milik Tae Hee, bagaimanapun caranya.


Tanpa pemberitahuan sebelumnya, nenek datang mengunjung Tae Hee yang sedang bekerja dan mengajaknya untuk makan mie. Tae Hee pun menemani nenek makan.


Nenek bertanya kapan Tae Hee mau untuk pergi ke matseon? Tae Hee masih belum sanggup melakukannya. Ia bahkan berencana untuk sekolah lagi keluar negeri setelah kasus yang ia tangani selesai.


Betapa kagetnya nenek mendengar hal itu. Bagaimana dengan janjinya untuk menikah tahun ini? Bukankah Tae Hee pernah menjanjikan hal itu? Apakah Tae Hee akan pergi keluar negeri dan tak akan kembali?


Tae Hee minta maaf karena ia tak dapat memenuhi janjinya. Tapi ia berjanji kalau ia akan pulang setelah menyelesaikan sekolahnya. Nenek tetap tak ingin Tae Hee keluar negeri. Apakah karena Tae Hee mendengar tentang kepergian Ja Eun dari Seoul? Apakah karena itu Tae Hee ingin keluar negeri?


Tae Hee tak memungkiri tapi tak mengiyakannya. Tentang Ja Eun, mengetahui ia baik-baik saja sudah membuat hatinya tenang.


Sepanjang perjalanan pulang, nenek menangis.


Betapa beruntungnya Ja Eun karena ia tinggal di panti. Ia tak bisa berlama-lama memikirkan Tae Hee karena anak-anak selalu memintanya ini itu sehingga pikirannya mudah teralihkan.


Sementara ibu di rumah selalu memikirkan Ja Eun. Apalagi saat di dapur, ia melihat mesin cuci piring yang dulu Ja Eun belikan untuknya.


Begitu pula Tae Hee. Saat sendirian di kamar, tanpa ada satupun orang yang melihatnya, saatnya ia dapat berdua dengan Ja Eun. Ia dapat memandangi satu per satu foto Ja Eun yang menatap padanya. Ia dapat menyentuh senyum Ja Eun yang terarah padanya.


Namun saat teringat kata-kata Jae Ha yang mengatakan kalau Ja Eun sedang pergi meninggalkan Seoul, ia pun menangis. Ja Eun tak pernah akan berada di sisinya lagi.


Dan nenek melihatnya. Nenek melihat betapa cucu kesayangannya belum dapat melupakan Ja Eun.


Keesokan harinya, ibu meminta ijin untuk pergi ke suatu tempat. Sekarang nenek sudah cukup kuat dan sehat kembali. Jadi ia ingin pergi mengunjungi Ja Eun.


Kemana? Ke tempat Ja Eun. Ia mengkhawatirkan Ja Eun dan ingin melihat dengan mata kepala sendiri apakah Ja Eun sudah makan dengan baik? Ia meminta nenek mengijinkannya. Jika tak diinjinkan pun ia memaksa tetap akan pergi.


Ayah sudah hendak meminta ibu untuk tak melakukannya. Tapi nenek menyela dan memberikan ijin, membuat ayah dan ibu terkejut.


Lebih terkejut lagi ketika nenek menyuruhnya untuk pergi dan membawa Ja Eun pulang. Apa?

“Pergi dan bawa kembali Ja Eun. Sekarang ayo lakukan semuanya dengan benar. Tak pantas rasanya membebani sakit hati ini pada mereka. Aku yang seharusnya menanggung rasa bersalah ini sendiri. Bukan anak-anak itu. Mereka tak pernah bersalah. Sebagai ibu, sudah seharusnya aku yang menanggung perasaan bersalah ini, Chang Woo pasti juga akan menyetujui keputusanku. Di atas sana, ia pasti akan mengatakan kalau aku telah melakukan hal yang terbaik. Chang Woo adalah orang yang paling baik di dunia ini, kan?”
Neneek… Ingin rasanya bisa memeluk nenek..


Tae Hee yang sedang berada di luar kantor dengan temannya, mendapat berita dari Dong Min kalau ibu Hong Man Shik masuk rumah sakit beberapa hari yang lalu. Sepertinya penyakit ginjal, penyakit yang sudah tahunan dideritanya. Dong Min berencana untuk mencari keterangan lebih lanjut di medical record ibu Hong Man Shik.


Saat itu Tae Hee sedang sendirian, temannya sudah berjalan lebih dulu. Tiba-tiba ia merasakan ada orang yang mengikutinya dan ia mencoba untuk menghilang. Ternyata firasatnya benar.


Ada dua orang yang mengikutinya dan Tae Hee pun menghadangnya dan merekapun berkelahi. Tae Hee berhasil memukul satu orang dan orang lainnya ia tangkap. Siapa yang menyuruhnya? Apa yang mereka inginkan darinya?


USB, dimana USB yang disimpan Tae Hee? Tae Hee kaget, menyadari kemungkinan siapa yang menyuruh mereka. Tanpa disadari, satu orang yang lain membawa sebilah kayu dan memukul tepat di kepalanya. Tae Hee pun terjatuh pingsan, dan kedua orang itu mulai menggeledah pakaian Tae Hee.


Untungnya teman Tae Hee datang membantu, namun kedua orang itu keburu kabur melarikan diri.


Tae Hee sempat pingsan beberapa saat. Dan ketika sadar, teman Tae Hee menunjuk pada pelipisnya yang berdarah dan mengajaknya ke rumah sakit. Tapi Tae Hee tak mau. Apalagi ketika Dong Min menelepon memberitahukan hasil investigasinya.


Tae Hee langsung meluncur menemui Hong Man Shik dan menginterogasinya lagi.


Dua puluh enam tahun yang lalu ibu Hong Man Shik melakukan operasi yang biayanya tak mungkin sanggup ditanggung oleh Hong Man Shik. Jadi siapa yang membayarinya? Apakah Lee Ki Chul? Karena itulah maka Hong Man Shik menutupi kesalahan kepala polisi?


Diberondong berbagai pertanyaan yang menyudutkannya, Hong Man Shik gugup walau tetap kukuh dengan pendiriannya kalau Baek In Ho yang menyetir malam itu.


Mantan pegawai  Baek In Ho menemui atasannya dan memberikan barang miliknya yang sempat ia kumpulkan saat perusahaan disita. Hanya itu yang dapat ia lakukan untuk Baek In Ho dan ia minta maaf karena tak dapat melindungi perusahaan.


Baek In Ho berterima kasih dan malah meminta maaf karena ia yang malu tak dapat melindungi para pegawainya. Ia terkejut karena barang-barang yang diberikan adalah benda-benda pribadi yang ada di dalam ruangannya.


Ia langsung memeriksa kotak-kotak itu dan menemukan album fotonya. Segera ia membuka satu persatu.. mencari apakah ada fotonya 26 tahun yang lalu..



.. dan ada..


Ia langsung menemui Tae Hee dan memberikan foto itu padanya. Di foto itu jelas terlihat kalau dirinya tak memakai jaket putih. Jaketnya berwarna biru.


Untuk pertama kalinya, setelah sekian lama, Tae Hee tersenyum gembira. Ayah Ja Eun tak pernah menabrak ayahnya.


Tapi senyumnya menghilang saat melihat ada seseorang yang memakai jaket putih di foto itu.


“Apakah Lee Ki Chul juga ikut klub hiking?”
Baek In Ho membenarkan dan mengatakan kalau hari itu Lee Ki Chul juga ikut mendaki gunung.


Sama-sama mengambil kesimpulan yang sama, mereka berdua saling berpandangan… atau boleh dikatakan sekarang? ...antara calon menantu dan calon mertua?

Komentar :


Saya suka dengan pemberian maaf nenek sebelum semua bukti dibeberkan. Dan hal itu jauh lebih bermakna walaupun akhirnya Baek In Ho terbukti tak bersalah.  Karena nenek memang memiliki hati  yang besar. Hati yang sangaatt... besar.

Selanjutnya : Sinopsis Ojakgyo Brothers Episode 55


Thanks  to Cadence from soulsrebel 
   

7 comments :

  1. istrinya onew pertama

    ReplyDelete
  2. Hai, mba deeeeee

    ReplyDelete
  3. lanjuuutttt.....
    minggu ini tamat ya??
    akhirnya menikah juga..

    ReplyDelete
  4. ada z yg bikin aku sedih+terharu+seneng klo baca sinopsis ini
    bener2 daebak dee...
    thx thx thx yach

    ReplyDelete
  5. sempet nangs liat ep ini tp seneng bisa liat senyum Tae Hee lagi..jdi ga sabar pngn cepet2 liat mreka nikah,semangt mbak buat sinopsis slanjutnya..^_^

    ReplyDelete
  6. @ anonim : istrinya onew pertama, berarti ada yang kedua dong :p
    @ istri onew : eh, ini ada yang kedua
    @ vitaaa : nikahnya di korea udah dua minggu y.l, di kutudrama baru sekarang. :)
    @anonim : thx
    @devi : iya, nenek legowo banget.
    @veely : nikahnya udah diposting hari ini. :)

    ReplyDelete