February 15, 2012

Sinopsis Ojakgyo Brothers Episode 53

Sinopsis Ojakgyo Brothers Episode 53


Jae  Ha menarik Ja Eun yang mabuk untuk keluar dari Club. Dan Ja Eun mengajak Jae Ha untuk pergi, membuat Jae Ha meyakinkan Ja Eun, apakah ia sungguh-sungguh dengan permintaannya? Ja Eun mengusulkan hal lain lagi, yaitu minum-minum!




Jae Ha menjadi marah mendengarnya. Apakah Ja Eun memang ingin menghancurkan dirinya sendiri? Jika memang seperti itu, kenapa tak sekalian saja Ja Eun kabur dengan Tae Hee sekarang juga? Tak berani?


Seperti menyiram air dingin ke kepala Ja Eun, Jae Ha mengatakan, “Kau adalah putri penjahat yang menabrak ayahnya. Kau pikir, mengapa Tae Hee meninggalkanmu saat kau sedang frustasi seperti ini? Karena dia pun tak bisa berbuat apa-apa. Dan apa kau punya hak untuk merindukannya? Untuk menangisinya pun kau tak punya hak.”

Ja Eun menyuruh Jae Ha berhenti berbicara. Memang siapa diri Jae Ha berani mengatainya seperti itu? Tapi Jae Ha tetap berkata pedas. Ia menyuruh Ja Eun untuk menerima kenyataan ini dan berhenti bersikap kekanak-kanakkan. Putuskan dan lupakan.


Setelah kericuhan di meja makan, Nenek dan Tae Hee dipisahkan dan sekarang berada di kamar masing-masing.


Ibu, ayah dan Tae Shik mencoba menenangkan nenek. Tae Shik memberikan obat  agar nenek tenang. Tapi nenek tak menyentuhnya  sama sekali. Ia hanya ingin sendirian. Sia-sia ibu membujuknya, nenek tetap pada pendiriannya. Lebih baik ia mati saja, katanya. Beginilah nasib kalau hidup lebih lama, ia akan mengalami hal-hal yang tak diinginkan.


Ibu meminta nenek untuk tak berkata seperti itu.


Sementara Tae Hee ditemani Tae Bum dan Tae Pil. Tae Pil mengatakan seharusnya Tae Hee tak perlu berkata seperti itu pada nenek.  Ia malah menyarankan agar Tae Hee tetap menemui Ja Eun tanpa sepengetahuan mereka. Jika kangen, temui saja Ja Eun. Tak usah minta ijin terlebih dulu pada nenek. Tae Pil menilai Tae Hee terlalu jujur dan tak pernah melakukan sesuatu lewat jalan belakang.


Tapi Tae Bum berpendapat lain. Ia, yang pernah mengalami hal seperti Tae Hee, malah menyetujui apa yang Nenek katakan. Menurutnya, masalah ini ibaratnya seperti bencana alam. Sesuatu yang tak dapat ditolak. Nenek, ayah dan seluruh keluarga tak pernah membenci Ja Eun, bahkan sangat menyukainya.  Tapi mereka berdua tak akan pernah bisa bersama lagi kecuali ingatan mereka terhapus atau ayahnya hidup kembali. Dan Ja Eun pun mengetahui hal ini.


Tae Bum meminta Tae Hee untuk memikirkan nenek yang sudah tak muda lagi. Karena jika nenek mengalami goncangan lebih hebat lagi, nenek mungkin tak akan dapat bertahan.


Dengan kejadian ini, ibu malah memikirkan suatu hal. Jika Tae Hee yang kuat saja bisa limbung seperti malam ini, bagaimana dengan kondisi Ja Eun?  Pada ayah, ia mengatakan kekhawatirannya karena Ja Eun tak mau mengangkat telepon darinya. Ayah menenangkan ibu karena sebelumnya ia telah bertemu dengan Baek In Ho dan menceritakan apa yang ingin diberikan oleh Baek In Ho padanya.


Ibu merasa sebenarnya Tae Hee sekarang sudah berubah sejak bertemu dengan Ja Eun. Dulu saat ia ingin sekali menemui ibunya, perasaan itu selalu dipendamnya. Tapi hari ini, ia malah mengungkapkan perasaannya di depan seluruh keluarga. Ibu menanyakan pendapat ayah. Apakah yang dipikirkannya ini benar? Apakah sekarang Tae Hee lebih terbuka sejak bersama dengan Ja Eun?


Mendengar hal ini, ayah merasa kalau yang dikatakan ibu memanglah benar.


Tae Hee masuk ke kamar Nenek, dan duduk dihadapan nenek yang sudah tertidur. Dengan lirih, ia meminta maaf pada nenek. Ia pun meninggalkan nenek setelah menyelimutinya.



Keesokan paginya, Tae Shik terbangun karena weker berbunyi. Ia membangunkan Gook Soo, tapi ternyata yang tertidur di sampingnya hanyalah boneka kelinci. Tae Shik mulai panik, apalagi setelah dicari keseluruh ruangan, ia tak menemukan anaknya.


Ia membangunkan Tae Pil untuk membantunya mencari Gook Soo. Belum sempat mereka mencari ke tempat lain, ada telepon yang mengabarkan tentang keberadaan Gook Soo.


Dengan diantarkan oleh Tae Pil, Tae Shik pergi ke bandara. Di sana Gook Soo sedang duduk ditemani seorang pramugari. Tae Shik mengajak Gook Soo pulang kembali. Tapi Gook Soo tak mau, karena ia ingin pulang ke Filipina menemui ibunya.


Tae Shik marah dan bertanya apa alasannya. Karena Gook Soo tak suka melihat ayahnya menikah lagi dengan bibi Mi Seok. Tae Shik heran pada Gook Soo. Bukankah ia menyukai Mi Seok?

Gook Soo memang menyukai Mi Seok, tapi ia tak suka kalau ayahnya menikah lagi. Lebih baik ia pulang ke Filipina. Tae Shik marah mendengarnya. Bukankah ibunya menyuruhnya tinggal bersama dengannya dan patuh padanya? Apakah ia sudah melupakan janjinya pada ibunya?


“Itu karena ayah juga melakukan sesuatu semau ayah sendiri. Ayah menyuruhku untuk memikirkan tentang pernikahan ayah, jadi seharusnya ayah bertanya bagaimana pendapatku tentang hal itu.”


Tae Shik sudah hilang akal. Dengan suara keras ia berkata, “Apakah aku harus menjalani hidupku sendirian seumur hidupku? Apakah kau ingin aku mati sendiri?”


Tae Pil mengingatkan kalau Tae Shik berbicara terlalu keras. Tapi Tae Shik masih kesal dan tetap berkata keras. Kali ini Gook Soo menangis sambil membalas tatapan Tae Shik dengan garang.


Di mobil Tae Shik yang sudah tenang meminta maaf pada Gook Soo karena tak menanyakan pendapatnya dahulu. Tapi ia meminta Gook Soo untuk memikirkan baik-baik tentang permintaannya untuk menikah kembali. Gook Soo hanya terdiam, masih belum mampu mejawabnya.


Sementara itu, Mi Seok sudah mencoba menjadi menantu yang baik dengan memasakkan sarapan untuk keluarga Hwang walaupun ibu mencoba menolaknya. Mi Seok ingin segera menjadi menantu yang baik baik keluarga Hwang, karena selama ini ia hanya hidup berdua dengan Ha Na.


Ibu menggoda Mi Seok kalau selanjutnya ia akan mengambil keuntungan dengan memanggil Mi Seok dan menyuruh-nyuruhnya. Dengan tersenyum Mi Seok malah akan senang jika ibu melakukan itu, dan ia akan menantikannya.


Saat sarapan, ibu berkata pada nenek kalau Tae Shik dan Mi Seok sepertinya ingin buru-buru menikah karena hari ini mereka akan melihat gedung resepsi.


Tae Shik yang baru saja mengalami kejadian tak mengenakkan dengan Gook Soo mencoba berdalih kalau hari ini mereka hanya melihat-lihat saja. Tae Shik mencoba mengalihkan perhatian Gook Soo yang menatap padanya dengan menawarinya makanan.


Tapi Mi Seok malah  membantah, karena kalau bisa mereka sekalian akan memesannya. Tae Shik pun mencoba menutup mulut Mi Seok dengan menyuapkan makanan padanya.


Soo Young dibangunkan oleh room service penuh cinta yang disiapkan Tae Bum. Sarapan lengkap dengan Tae Bum yang menyuapinya. Soo Young menerimanya dengan senang hati.


Apalagi Tae Bum mengatakan kalau mereka tak perlu pindah ke perkebunan. Ia tahu Soo Young pasti tak merasa nyaman dan jujur, ia pun juga merasa tak nyaman jika harus pindah ke perkebunan. Maka ia berencana untuk pindah ke apartemennya.


Soo Young masih ragu untuk pindah. Tapi Tae Bum tetap meminta untuk pindah karena sebagai pasangan yang baru saja menikah, ia ingin merasakan kehidupan pernikahan yang tanpa  seorangpun turut campur dalam rumah tangganya. Soo Young pun berjanji akan memikirkannya.

Dan seperti membuktikan ucapannya, terdengar ketukan di pintu kamar mereka. Ibu Soo Young telah datang untuk membangunkan mereka.


Masalah mertua menantu ini, secara kebetulan, juga ingin diangkat oleh anggota tim Soo Young sebagai bahan reportase mereka. Seperti yang dialami oleh Tae Bum dan teman Tae Bum mengatakan kalau bagi menantu pria, rasanya 3 kali lebih buruk dibandingkan menantu wanita tinggal di rumah mertuanya.


Soo Young tak menyukai dan langsung menolak ide tersebut, walaupun anggota tim yang lain menyetujui ide tersebut. Tapi keputusan Soo Young sudah bulat, tidak dan cari ide lainnya.


Ibu mendengarkan musik klasik  favoritnya, tapi yang terngiang-ngiang di kepalanya hanyalah ucapan Tae Bum yang ingin pindah. Musik klasik itu tak dapat meredakan kekesalan Ibu. Ia bertanya pada ayah, mengapa Tae Bum melakukan hal ini padanya? Ia meminta ayah berkata jujur agar ia dapat memperbaiki kesalahannya.


Ayah mulai merinci tindakan ibu yang menurutnya juga keterlaluan. Dari pergi ke rumah menantunya setiap pagi hingga memilihkan baju kerjanya. Dan yang lebih parah lagi adalah temperamennya yang sangat keras. Mendengar kata-kata ayah, ibu menyuruhnya untuk berhenti berbicara. Ayah berkomentar bukannya ibu memintanya berkata jujur?


Percakapan mereka terhenti karena ada telepon dari rumah sakit yang meminta ibu untuk mengulang pemeriksaan rutinnya.

O-oh.. Biasanya permintaan untuk mengulang medical check up artinya ada sesuatu yang buruk sehingga perlu diyakinkan sekali lagi.


Mantan Polisi Bong mencari Tae Hee dan memberikan buku catatan padanya. Ia baru saja tahu dari Jae Ha tentang hubungan Tae Hee dengan putri Baek In Ho. Ia pun menceritakan pengalamannya. Sebagai detektif, kadang kala ia berharap kalau orang yang ia simpulkan sebagai penjahat adalah bukan penjahat yang sebenarnya. Dan begitu pula dengan kasus Baek In Ho.


Untuk kasus Baek In Ho, semua investigasi telah ia lakukan dan semuanya tercatat dalam buku yang ia berikan pada Tae Hee. Hanya satu yang belum ia lakukan, yaitu menginterogasi Baek In Ho karena Baek In Ho keburu pergi keluar negeri. Ia berharap agar Tae Hee dapat menangkap di pelaku. Tae Hee berterima kasih atas bantuannya.


Tae Hee sedang meneliti  catatan yang dituliskan mantan polisi Bong di buku itu ketika Dong Min datang dan memberikan sesuatu padanya. Foto wisuda Ja Eun telah selesai ia cetak, dan hasilnya sangat bagus. Dong Min memuji mereka berdua yang sangat cantik dan tampan.


Tapi Tae Hee tak memberi jawaban apapun, membuat Dong Min salah tingkah dan duduk kembali ke mejanya. Tae Hee hanya memandangi foto-foto mereka berdua. Mendadak ia keluar ruangan membuat Dong Min menatap kepergiannya dengan bertanya-tanya.


Di mobil, Tae Hee teringat akan semua perkataan Tae Bum malam itu. Menurut Tae Bum, Tae Hee dan Ja Eun tetap dapat merasakan kebahagiaan setelah ini. Ia memejamkan mata dan mendekap dadanya, merasa sakit di dalam hatinya.

Namun ia harus memutuskan sesuatu. Akhirnya ia menelepon seseorang.

Jae Ha.


Ia menemui Jae Ha di restoran dan memberikan foto wisuda itu padanya. Jae Ha diminta untuk menyampaikan foto itu pada Ja Eun. Ia juga bertanya apakah Ja Eun baik-baik saja?

Jae Ha menjawab belum. Seperti yang dilihat Tae Hee kemarin, Ja Eun masih belum pulih. Tae Hee meminta sesuatu pada Jae Ha,

“Jagalah ia baik-baik.”
Jae Ha terbelalak mendengar permintaan Tae Hee. Apakah Tae Hee mempercayainya? Bagaimana jika ia memiliki maksud lain pada Ja Eun? Tae Hee hanya memandang Jae Ha tapi tak memberi jawaban.


Tae Hee beranjak bangkit, tapi Jae Ha menghentikannya, “Apakah kau baik-baik saja?”

“Aku juga belum pulih. Tapi aku akan mencobanya.”

Jae Ha menatap Tae Hee dan berkata, “Aku menyesal tak mengenalmu sebelum ibu meninggal. Jika iya, mungkin kita akan menjadi kakak adik yang sebenarnya. Karena kau sekarang mengalami masa-masa sulit, aku tak akan bercanda lagi. Aku tak memiliki niat apapun pada Ja Eun. Aku akan mengawasi Ja Eun. Percayalah dan jangan khawatir.”


Mendengar kata-kata Jae Ha, Tae Hee tersenyum padanya.


Di rumah, Ja Eun mendapat kunjungan dari seseorang. Ibu membawakan bubur abalone kesukaannya. Ibu kaget melihat wajah Ja Eun yang sangat tirus sekarang. Ibu menegur Ja Eun yang tak pernah menerima telepon darinya. Apalagi saat ibu menanyakan dimana ayah Ja Eun sekarang, Ja Eun menjawab tak tahu.


Ibu mulai menyiapkan bubur yang ia bawa dan menyuruh Ja Eun untuk memakannya. Tapi Ja Eun tak mau, ia akan memakannya nanti. Ibu tetap memaksanya,

“Cepat makanlah. Di dunia ini apa hanya kau saja yang putus cinta? Atau hanya kau saja yang memiliki cinta yang sangat besar?”


Ja Eun menangis mendengarnya membuat ibu bertambah khawatir, “Janganlah menangis. Terlahir sebagai putri ayahmu adalah sebuah takdir, jadi jangan membencinya.  Sekarang berpikirlah kalau jalanmu dengan Tae Hee hanya sampai di sini saja. Terimalah kenyataan ini. Hanya itu  yang dapat kau lakukan.”


“Setelah memakan bubur ini, pergi dan carilah ayahmu. Bagaimanapun juga ia adalah ayah yang telah lama kau nantikan. Kau tak membencinya, kan? Kau tak membencinya karena ia yang menabrak lari saat itu? Saat ini, orang yang paling ingin mati adalah ayahmu.”

Ibu menyuruh Ja Eun untuk memakan habis bubur yang ada  di mangkok setelah ia pergi nanti.


Ja Eun menuruti perintah itu untuk menghabiskan bubur itu, walaupun ia tak dapat menuruti perintah ibu untuk tak menangis.

Di luar apartemen, ibu pun menangis melihat penderitaan gadis yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri.


Ja Eun menuruti perintah ibu yang lain untuk mencari ayahnya. Ayahnya sekarang bekerja sebagai buruh konstruksi. Dan ia mendengar mandornya meminta ayah untuk tak bekerja terlalu keras. Tapi ayah tak mendengarkannya. Ayah tetap mengangkat karung-karung semen walaupun punggungnya terasa pegal.


Selama itu Ja Eun mengawasi ayahnya dan saat ayahnya menyadari keberadaannya, Ja Eun melambaikan tangannyan sambil tersenyum.


Di kantor, Jae Ha telah menunggunya untuk memberikan amplop yang berisi foto wisudanya. Tanpa melihat isinya, Ja Eun menerima  amplop itu dan memasukkannya ke dalam laci. Ia kemudian meminta Jae Ha untuk membawanya pergi dari Seoul.


Tae Shik dan Mi Seok pergi melihat-lihat gedung dan sangat menyukainya. Mereka bahkan berpura-pura berjalan meninggalkan altar dan melambai kepada para tamu undangan. 



Tae Bum dan Soo Young datang untuk memberitahu persiapan apa yang harus dilakukan, dan Soo Young masih keras kepala memanggil calon kakak iparnya dengan Mi Seok-ssi.


Dan Mi Seok pun sepertinya ingin meniru semua yang dilakukan oleh Soo Young. Ketika Soo Young berkata kalau ia mengambil ruangan Diamond, bukannya Saphire (seperti yang  baru saja dikunjungi oleh mereka), Mi Seok pun langsung berubah pikiran dan akan memesan ruangan Diamond.


Ketika membicarakan hari pernikahan yang mungkin akan dilangsungkan pada akhir bulan Maret, Tae Bum bertanya apakah Gook Soo sudah menyetujuinya, karena sepertinya Gook Soo kelihatannya masih belum. Tae Shik berbohong dengan mengatakan sudah, tapi Tae Bum masih belum percaya, karena sudah menjadi kebiasaan Tae Shik yang hanya mendengarkan sesuatu apa yang ingin ia dengar saja. Tapi Tae Shik tak menjawab malah mengalihkan perhatian ke hal yang lain.


Tae Bum juga bertanya tentang apakah nanti ia akan membawa ayah dan ibu (seperti tradisi, orang tua akan tinggal bersama anak sulung)? Tae Shik menjawab tentu saja. Tapi Tae Bum menegaskan lagi, membawa di sini bukan seperti sekarang Tae Shik yang masih tinggal bersama orang tuanya.


Mi Seok yang menjawab kalau Tae Bum pun juga seperti itu. Masih tinggal bersama mertuanya. Soo Young menegur Mi Seok, tapi Mi Seok hanya menjawab kalau ia hanya mendengar saja. Jika yang ia dengar salah, maka Soo Young tak perlu khawatir dan tak perlu memusingkannya.

Hmm… sepertinya persaingan kakak pertama dan kakak kedua mulai seru nih..

Tae Pil memikirkan bagaimana agar pernikahannya dengan Yoo Eul dapat terjadi, maka ia mencari ide.


Ide itu adalah mengundang Yoo Eul ke restoran bebek Mi Seok. Di sana, Tae Shik-Mi Seok melanjutkan rencana pernikahan mereka dengan Tae Bum-Soo Young.


Yoo Eul kaget melihat keponakan dan suaminya ada di restoran itu, sementara ia tak mengetahui rencana Tae Pil sedikitpun. Ia berniat untuk keluar lagi, tapi Tae Pil keburu memanggilnya dan memperkenalkan sebagai pacarnya.


Terjadilah situasi yang sangat canggung. Dan Mi Seok membuat masalah semakin bertambah rumit dengan menyarankan agar mereka memanggil Yoo Eul dengan namanya saja karena ia datang sebagai pacar Tae Pil. Tae Shik mengatakan kalau ia akan tetap memanggilnya dengan Tante, yang langsung disetujui oleh Yoo Eul.


Mi Seok juga tak tahu apa masalahnya jika Tae Pil nanti menikah dengan Yoo Eul. Tae Shik menarik tangan Mi Seok agar Mi Seok diam, tapi Mi Seok malah menceplos kalau hubungan mereka toh tak melanggar hukum. Soo Young menatap Mi Seok kesal dan menyuruh Mi Seok jangan bicara lagi..


Yoo Eul akhirnya bangkit dan pamit karena ia ada janji dengan seseorang. Ia meninggalkan restoran dan disusul oleh Soo Young. Tae Pil yang ingin menyusul mereka langsung disuruh duduk oleh Tae Bum.


Di luar restoran, Soo Young menghentikan Yoo Eul dan bertanya apakah ia sungguh-sungguh pacaran dengan Tae Pil? Yoo Eul mengiyakan tapi ia meminta Soo Young untuk tak memberitahukannya pada kakaknya. Ia tak tahu rencana Tae Pil, jika ia tahu ia tak mungkin akan datang.

Soo Young bertanya sampai kapan Yoo Eul akan menyembunyikan hal ini? Apakah ia juga berniat untuk menikah? Nggak,kan?

Yoo Eul bertanya balik pada Soo Young, kenapa ia tak boleh menikah?

“Jika ingin menikah, lalu kenapa Tante menyembunyikan hubungan ini? Bukankah Tante menyembunyikannya karena hati Tante tak tenang dengan hubungan ini?”
Kali ini Yoo Eul tak bisa menjawabnya.


Ayah, ibu dan nenek dikagetkan oleh kedatangan Tae Hee yang datang di siang bolong.Tae Hee datang untuk meminta maaf lagi dan berjanji tak akan mengecewakan mereka lagi. Nenek menegaskan lagi, apakah hal itu berarti ia tak akan menemui Ja Eun lagi?

Tae Hee berjanji tak akan menemui Ja Eun lagi.


Nenek menyuruh Tae Hee untuk mengikuti matseon dan ia akan percaya pada ucapan Tae Hee. Ibu menyela dan meminta agar nenek tak buru-buru melakukannya, tapi nenek malah menghardik ibu karena ia sedang bicara pada Tae Hee bukannya pada ibu.


Tae Hee tak menjawab, malah mengajak nenek untuk jalan-jalan dan makan siang di luar. Ayah tersenyum dan mengatakan kalau nenek pasti gembira karena diajak cucunya jalan-jalan.


Di mobil, ibu mencoba meramaikan suasana dengan berbicara banyak. Tentang bayi Tae Bum yang akan lahir yang pasti akan sangat tampan karena orang tuanya juga tampan. Nenek menyuruh ibu diam karena terlalu ribut.


Nenek dan ibu pergi ke pasar dan melihat-lihat barang. Tae Hee melihat ada orang yang menjual penghangat telinga dan sarung tangan, dan ia melihat-lihatnya.


Mereka juga pergi ke pinggir sungai untuk menikmati pemandangan. Tae Hee mengambil penghangat telinga dan sarung tangan yang tadi ia beli di pasar dan memakaikannnya pada nenek. Nenek sangat gembira melihat perhatian Tae Hee padanya.

Nenek dan ibu bercakap-cakap menikmati pemandangan sungai. Sementara Tae Hee yang tak ikut dalam percakapan hanya termenung.


Heh.. mungkin ia teringat dengan seseorang yang pernah memberikan penghangat telinga dan sarung tangan padanya kali, ya..


Dan nenek pun merasakannya, karena ia melihat tatapan kosong Tae Hee yang sekilas ia lihat. Tae Hee yang merasakan kalau ia sedang diperhatikan, menoleh dan tersenyum menatap nenek.


Saat makan siang di restoran, mendadak Tae Hee harus kembali ke kantor. Ia meminta Nenek dan ibu untuk tetap di restoran dan menikmati makan siangnya. Ia akan memanggil taksi untuk menunggu dan mengantarkan mereka pulang ke rumah. Dan tentang matseon, ia akan melakukannya tapi tidak sekarang. Tae Hee minta waktu pada nenek untuk melakukannya nanti. Nenek memperbolehkan asal jangan terlalu lama.


Ketika hanya berdua, ibu mengatakan kalau Tae Hee benar-benar sudah berusaha keras untuk melupakan Ja Eun. Nenek pun mengakui hal itu. Ia sebenarnya menyukai Tae Hee yang marah-marah seperti kemarin. Melihatnya sekarang, malah membuat hatinya bertambah sedih.

Ibu pun membuat pengakuan. Sebenarnya, setelah ia mengetahui siapa pelaku tabrak lari itu ia tetap ingin menutupi masalah itu untuk sementara waktu dan ia tahu kalau ia berdosa pada nenek. Nenek mengernyit tak suka mendengarnya, tapi ibu tetap melanjutkan,


“Itu karena aku sangat menyayangi mereka berdua, sehingga aku tak dapat memisahkan mereka. Tae Hee pernah berkata kalau selama ini seperti ada lobang besar di dalam hatinya yang selalu menjadi genangan air saat hujan turun. Dan saat angin berhembus, ia dapat merasakan betapa dinginnya angin tersebut. Tapi sejak ia bertemu dengan Ja Eun, untuk pertama kalinya lubang itu tertutup dan hatinya terasa hangat. Setelah mendengar itu, aku tak sanggup memisahkan mereka berdua.


Mendengar kata-kata ibu, nenek terdiam dan mengalihkan pandangan matanya ke luar jendela.


Di rumah, nenek menemukan sesuatu yang kembali mengingatkannya pada Ja Eun. Foto keluarga mereka telah selesai, dan ayah sedang membuka bungkusannya saat nenek datang. Nenek melihat foto itu dan menatap foto Tae Hee yang bersanding di sebelah Ja Eun.


Untuk memenuhi keinginan Ja Eun, Jae Ha membawa Ja Eun pergi ke panti asuhan di luar Seoul. Panti asuhan itu adalah panti asuhan tempat ia dulu dibesarkan. Anak-anak menyambutnya dengan gembira dan mengatakan kalau Ja Eun sangatlah cantik seperti malaikat.


Baek In Ho menemui mantan supirnya Hong Man Shik, dan setengah berkeluh kesah juga setengah menyalahkannya karena tak memberitahukan padanya kalau orang yang ia tabrak ternyata mati. Sekarang, ia malah membuat Ja Eun menderita karenanya.


Hong Man Shik tak memberi jawaban apapun hanya meminta mantan atasannya untuk tak minum terlalu banyak karena ia baru saja sembuh.


Saat berkendara dan berhenti di perempatan, tak sengaja Tae Hee memandang papan iklan dimana ada beberapa orang memakai jaket untuk mendaki gunung. Mereka semua memakai baju berwarna-warni.


Dan ia ingat kalau detektif Bong mengatakan kalau si pelaku memakai jaket warna putih dan ketika ia menanyakan warna baju Baek In Ho, detektif Bong tak dapat memastikannya. Tae Hee kemudian mengingat kata-kata Baek In Ho yang mengatakan kalau sudah lama ia tak pernah hiking lagi dan minum-minum setelahnya.


Tae Hee pun menemui Baek In Ho untuk meyakinkan dugaannya. Apa warna jaketnya saat kejadian itu terjadi? Apakah warna putih?


Tentu saja Baek In Ho sudah lupa karena kejadian itu sudah sangat lama. Tapi yang pasti jaketnya tak mungkin warna putih, karena ia akan melakukan hiking (warna jaket biasanya berwarna cerah agar jika si pendaki tersesat,  mudah ditemukan).

Tae Hee kemudian menanyakan hal yang lainnya. Saat kejadian itu, ia bersama dengan siapa?

“Hong Man Shik dan Lee Ki Chul.”


Investigasi tersebut mengarah pada suatu hal, dan Tae Hee segera pergi ke rumah Hong Man Shik setelah mendapatkan alamatnya dari Dong Min.


Hong Man Shik kaget melihat kedatangan Tae Hee. Apalagi saat Tae Hee menginterogasinya menanyakan tentang dirinya dan Kepala Polisi yang pergi bersama dengan Baek In Ho saat kejadian tabrak lari itu. Dan menurut pengakuan saksi, si penabrak memakai jaket putih, tapi Baek In Ho tak memakai jaket putih yang berarti bukan Baek In Ho yang menabrak ayahnya. Kalau begitu, siapa yang menyetir mobil malam itu?


Hong Man Shik gugup dan meremas-remas tangannya. Sementara itu, kepala polisi Lee Ki Chul menguping dari balik pintu kamar mandi.


Komentar :


Setelah Tae Hee dan Ja Eun mengungkapkan perasaannya dengan destruktif, sekarang saatnya mereka berpikir jernih. Perkataan Tae Bum pada Tae Hee dan perkataan ibu pada Ja Eun, memberikan kesadaran pada mereka kalau life must go on. Pedih, memang semuanya pedih, tapi seperti pepatah, waktu yang akan menyembuhkan luka mereka.



Tae Hee dan Ja Eun, masing-masing mencoba melupakan dan meneruskan hidup mereka dengan caranya sendiri. Walaupun sulit, tapi mereka sekarang sudah berusaha. Dan semua orang yang ada didekat mereka merasakannya. Begitu pula dengan nenek, walaupun hal itu malah membuat nenek bertambah sedih. Ja Eun adalah cucu menantu yang sangat sempurna  bagi nenek.

Sebelum ini, nenek tak pernah membenci Ja Eun. Walau di saat-saat kericuhan di perkebunan antara Ja Eun dan ibu, nenek tak pernah membenci Ja Eun. Hanya takdir sebagai putri Baek In Ho saja yang menghalangi Ja Eun menjadi istri Tae Hee.

Jadi pengakuan dosa ibu di restoran dan foto keluarga membuat nenek sekarang menjadi bimbang. Apalagi sekarang Tae Hee sudah menurutinya, walaupun  wajahnya tak dapat menyembunyikan kesedihan yang ia pendam.

Tae Bum mengatakan hal yang sebenarnya. Ia pernah mengalami hal yang hampir sama dengan Tae Hee. Jatuh cinta setengah mati pada Hye Ryung, dan bekas itu sangat dalam. Tapi toh sekarang ia menjalani hidup bahagia dengan Soo Young.

Seperti kata Tae Bum, Tae Hee dan Ja Eun tak akan pernah bisa bersama lagi, karena kejadian yang mereka alami seperti bencana alam yang tak dikehendaki. Mereka dapat bersama lagi jika seluruh ingatan terhapus atau jika ayah Tae Hee hidup kembali.

Hanya satu premis yang tak dikatakan Tae Bum, yaitu jika ayah Ja Eun bukanlah pelaku tabrak lari yang sebenarnya.

Selanjutnya : Sinopsis Ojakgyo Brothers Episode 54

Thanks to Cadence from Soulsrebel

12 comments :

  1. tdinya aku mau protes knapa fto wisuda Ja Eun ga diposting,eh ternyata ada dibgn kmentr,mbak Dee emg pngrtian dech..^_^
    emm..akhrnya kbenaran mlai terungkap,ditunggu mbak ep slnjutnya...

    ReplyDelete
  2. Mba udah liat Uee mengenakan gaun pengantin belom? & dia digandeng Joo Won di sebuah altar, kayaknya akan ada pernikahan nih kekekekek~~

    ReplyDelete
  3. @veely : hehehe.. padahal sebenernya mau nyimpen foto itu untuk postingan yang lain. Tapi karena gatel, jadi tetep keposting deh.. Btw, ini veely azalea yang ada di facebook bukan, ya?
    @kimchi : ahhh... ketahuan deh! Iya kawin.. kawin! Moga2 bisa ngejar 3 episode sebelum kawinannya mereka ya..

    ReplyDelete
  4. mbaak dee, semngat buat sinopsisnya..
    ditunggu kelanjutannya.. :D

    ReplyDelete
  5. iya mbak..aku Veely yg itu...^^

    ReplyDelete
  6. @wahidin agron : siapapun boleh kok promosi blog di kutudrama. Asal blognya memiliki postingan yang tidak men-copy and paste. Tapi saya tak akan toleransi sedikitpun pada blog yang copy paste sinopsis dari blog lain.
    Anda men-copy paste sinopsis The Moon That Embraces The Sun dari blog airyn : http://myls-koreanlover.blogspot.com/2012/02/sinopsis-moon-that-embraces-sun-ep-16.html
    Walaupun memang anda mencantumkan link aktif, tapi saya tak menyukainya, karena membuat postingan sinopsis itu tak hanya butuh waktu satu jam atau dua jam saja.
    Memang K-drama dan K-pop sekarang sedang populer, termasuk di Indonesia. Wajar saja jika yang menyukai tak hanya wanita, tapi juga pria. Jadi jika (mas?) Wahindin memang menyukai drama Moon Sun, pasti (mas?) Wahidin mau berusaha membuat sinopsis.
    Untuk sementara komentar anda saya masukkan ke spam. Jika anda telah membuat postingan yang orisinil, dan ingin promosi lagi, saya persilahkan. Saya suka kok kalau banyak blog-blog k-drama or k-pop menjamur di Indonesia, asal blog itu orisinil.Oke? :)
    Happy posting and have a nice weekend..

    ReplyDelete
  7. Hehehe Thanksss Untuk Saran.y Yah ... Hehehe Lain Kali Aku Buat Sinopsis,y Sendiri .. Deh Sebenar.y Itu Sumber Asli.y Dari DramaBeans .. Cuma Diterjemahkan Aja .. AKu Copy Paste Karena Pas Buka Blog I Me My Mine Luv Korea .. Kata.y Boleh Di Copi Asalkan Menyertakan Link Aktif Jadi Saya Copi Deh Hehe Dan Saya Juga Menyertakan Link Aktif Hehehe ...

    ReplyDelete
  8. @wahidin agron : kalau gitu punya saya jangan dicopas ya, mas. Saya baru tahu kalau ternyata sinopsis OB saya di copas juga. Tolong dihapus ya.. thank you..

    ReplyDelete