December 7, 2011

Dee Moment : Sungkyunkwan Scandal Episode 5


Raja mengadakan Dae Sa Rae, kompetisi memanah beregu yang membuat Kim Yoon Hee harus berlatih keras. Ha In So kesal karena Kim Yoon Hee tak mau pindah asrama dan menjadikannya target panahnya. Untungnya Jae Shin dan Lee Sun Joon menyelamatkannya.

Kim Yoon Hee yang pingsan dibawa ke klinik, dan bersamaan dengan itu identitasnya sebagai wanita diketahui oleh Prof. Jung Yak Young yang kemudian menyuruh Kim Yoon Hee untuk segera meninggalkan Sungkyunkwan.

Sementara itu Lee Sun Joon mencari Kim Yoon Shik ke seluruh tempat. Di dalam perpustakaan, ia mencari Kim Yoon Shik dari satu lorong ke lorong yang lain. Ketika ada mahasiswa yang mirip dengan Kim Yoon Shik, ia sudah gembira. Tapi setelah didekati ternyata bukan.

Dan saat Lee Sun Joon mencarinya di kamar, hanya ada Jae Shin yang sedang tidur-tiduran.

Hmm… kemana ya dia?



Akhirnya Lee Sun Joon menemukannya. Kim Yoon Shik berjalan menuju asrama. “Apakah kau baik-baik saja?” Kim Yoon Hee berlalu dari hadapan Lee Sun Joon tanpa menjawabnya. Tapi dengan perlahan, Lee Sun Joon bertanya lagi, “Apakah kau sudah sehat?”


Sambil menahan tangis, Kim Yoon Hee yang membelakangi Lee Sun Joon mengangguk dan kemudian meninggalkan Lee Sun Joon yang tetap mengawasinya.


Lee Sun Joon yang tak tahu kalau Kim Yoon Shik sedang mendapat masalah (dan identitasnya sebagai wanita), keesokan harinya melatih Kim Yoon Shik secara terus menerus, membuat teman-temannya kasihan melihatnya.



Kim Yoon Hee yang belum pernah memegang panah dan busur hanya dapat menarik busur dengan lemah. Selain karena ia baru saja keluar dari klinik, ia juga tak tahu cara memanah yang benar. Lee Sun Joon pun tak memberi bantuan, hanya bersedekap tangan dan berkata, “Lagi!” dan “Lagi!” dan “Lagi”.


Kim Yoon Hee mencoba mengingat saat-saat yang menyenangkan di Sungkyunkwan untuk menguatkan hatinya agar dapat menarik busur lebih kuat dan benar. Tapi percuma. Panahnya tak pernah mencapai papan target.


Sampai suatu ketika, dengan muka berpeluh keringat, tali busur yang ia tarik putus dan menampar pipinya. Kim Yoon Hee yang sudah frustasi, berteriak kalau ia menyerah.


Tapi Lee Sun Joon tak mengijinkannya, karena menyerah hanya untuk orang-orang lemah. Moon Jae Shin menengahi, atau tepatnya mengijinkan Kim Yoon Hee untuk berhenti berlatih. Apakah Lee Sun Joon benar-benar hanya memikirkan kemenangan, sehingga tak memikirkan Kim Yoon Shik yang baru saja hampir mati kemarin?


Lee Sun Joon tak mau berhenti. Jika sekarang Kim Yoon Shik tak berani mengangkat panahnya lagi, maka selamanya ia tak akan pernah.


Jae Shin menarik tangan Kim Yoon Hee, begitu pula Lee Sun Joon.

Lee Sun Joon meminta Kim Yoon Hee untuk berhenti menjelaskan dan beralasan, karena tak akan menyelesaikan permasalahan.


Kata-kata itu malah membuat Kim Yoon Hee marah. Penjelasan dan alasan? Jangan menganggap enteng kata-kata itu, karena kata-kata itu adalah yang sebenarnya baginya. Saat Lee Sun Joon menarik busur, ia sedang membanting tulang mencari sesuap nasi untuk keluarganya, sehingga ia tak pernah berlatih memanah. Apakah ia harus menjelaskan sedetail ini pada Lee Sun Joon?


Moon Jae Shin tersentuh mendengarnya. Tapi Lee Sun Joon tidak. Karena menurutnya, dengan latar belakang Kim Yoon Shik, maka penting baginya untuk memenangkan Dae Sa Rae, agar kesempatan menjadi pegawai kerajaan semakin besar.

Kim Yoon Hee benar-benar frustasi karena Sun Joon seperti hidup dalam dunianya sendiri, dan bukan dunia nyata. Dunianya. Kesempatan yang dikatakan oleh Sun Joon hanyalah sebuah keajaiban yang mustahil baginya. Jadi jangan katakan hal itu lagi di depannya.


Kim Yoon berjalan meninggalkan Lee Sun Joon. Begitu pula Sun Joon pergi. Diam-diam seseorang memutuskan tali penyangga tiang bamboo dan menimpa badan Lee Sun Joon hingga ia tersungkur jatuh.

Buru-buru Lee Sun Joon dibawa ke klinik, dan mendapatkan berita buruk kalau ia tak dapat mengikuti kompetisi memanah karena bahu kanannya cedera.

Dan semuanya telah berakhir.

Tidak. Karena Lee Sun Joon memutuskan untuk tak menyerah.


Di hadapan Kim Yoon Hee ia berkata, “Tangan kiriku sama sepertimu. Belum pernah memegang busur. Dan aku pasti bisa meraih molgi (5 panah tepat ke sasaran).

Teman-teman sekelas mereka mendengar target yang ingin dicapai Lee Sun Joon yakin kalau hal itu sangat mustahil. Apalagi denganwaktu yang demikian sempit.

Namun Lee Sun Joon tak bergeming. Ia mendekati Kim Yoon Hee dan berkata dengan yakin, “Jika aku membutuhkan keajaiban, maka aku akan menciptakannya. Jika aku berhasil maka kau, Kim Yoon Shik, harus mengangkat busur lagi. Aku ingin mengikuti Dae Sa Rae, jadi aku membutuhkanmu.”


Duhh.. siapa yang tega menolak permintaan itu, ketika melihat usaha Lee Sun Joon yang begitu kerasnya. Mulanya ia melatih kekuatan tangannya. Saat istirahat, makan, bahkan dalam pelajaran, Lee Sun Joon selalu menarik-narik busur. Kemudian ia mulai berlatih memanah. Terus menerus. Siang dan malam.


Bahkan teman-teman yang mulanya mencibir, sekarang mulai bersimpati dan mendukung. Dan Lee Sun Joon tetap berlatih dan berlatih walaupun hari sudah di penghujung malam dan lampu mulai dimatikan.


Namun malam kembali terang ketika seseorang menyalakan api dari kejauhan. Teman sekamarnya, Moon Jae Shin menyalakan api itu dari kejauhan, sebagai sebuah dukungan atas keteguhan hati yang ditunjukkan Lee Sun Joon.


Begitu pula Kim Yoon Hee yang mulai ragu akan pendiriannya. Walau nampak tak peduli, namun ia memperhatikan Lee Sun Joon dari kejauhan.


Gu Yong Ha yang memergokinya memperhatikan Lee Sun Joon, menggodanya. Namun Kim Yoon Hee malah serius bertanya padanya, “Mengapa Kakak Senior masuk ke Sungkyunkwan?”


Kaget akan pertanyaan itu, Gu Yong Ha menjawab tak kalah serius. “Aku ingin merubah tatanan social dan ketidakadilannya.” Namun beberapa saat kemudian ia tersenyum jahil dan melanjutkan, “Kalau aku tak masuk Sungkyunkwan dan menjadi pegawai kerajaan, aku tak diijinkan memiliki selir.”


Dan suatu ketika, saat Kim Yoon Hee hendak memutuskan untuk mundur dari Sungkyunkwan, ia dipanggil oleh temannya. Ternyata saat hujan lebat, Lee Sun Joon tetap berlatih walaupun pelayannya sudah memohonnya untuk berhenti. Akhirnya pelayannya meminta Kim Yoon Hee untuk menyuruh Lee Sun Joon berhenti.


Kim Yoon Hee pun mencoba menyuruh Lee Sun Joon untuk menghentikan latihannya.” Apa yang hendak kau buktikan  di saat hujan seperti ini, dengan cedera yang masih belum sembuh di bahumu?”

  “Sudah kukatakan padamu, jika kau membutuhkan keajaiban aku akan menciptakannya agar kau dapat melihatnya.”  
“Dan aku juga sudah katakan padamu, jangan campuri urusanku. Tapi kau terus ikut campur. Kenapa?”
Lee Sun Joon tak kalah sengit menjawabnya,  “Dengarkan! Sebagai putra seorang Noron, aku menjadi target hinaan kalian. Hidupku juga tak menyenangkan. Di dunia ini, tiap orang tak dapat memilih orang tuanya. Yang bisa kita pilih adalah bagaimana kita memilih untuk menghadapinya. Kau bilan kau adalah Namin yang terpecah belah? Kau pasti merasa tak adil. Tapi apakah kau tak berbuat apapun dan hanya menyesalinya seumur hidupmu?”

Keren! Kim Yoon Hee tak dapat memberi jawaban, bahkan setelah Lee Sun Joon meninggalkannya.


Moon Jae Shin mendatanginya dan memegang tangannya, “Aku benci melihatnya memperlakukanmu seperti ini. Jika ia melakukannya lagi, gunakan kepalan tanganmu seperti ini.”


Ia menyelipkan bantalan jari untuk memanah di jari Kim Yoon Heed dan membimbing tangan Yoon Hee untuk gerakan seperti memanah.


Aww… So Sweet.

Kim Yoon Hee terpana. Bukan atas sikap manis Moon Jae Shin, tapi pada papan target yang ada di hadapannya.


Molgi terpampang dihadapannya.


Keajaiban telah diciptakan untuknya.

Ia berlari meninggalkan Moon Jae Shin dan berlari menuju klinik dan menemui Prof. Jung dan berlutut di hadapannya, “Berikan aku kesempatan sekali lagi.”


Picture : thundie

3 comments :

  1. iya mbak, dira jgua suka kata2nya sun joon...
    gemes banget nih orang selalu terkesan bijak banget (bahkan setelah tau yoon shik cewek, puisilah yang dibuat ckckckck)
    kebetulan mbak, dira kelewat yang bagian ini, baru tau ada adegan 2 orang itu sama2 megang tangan yoon shik-iti mode on T.T

    ReplyDelete
  2. @dira : iya, untung yong ha gak ikut megang tangan yoon shik juga. nanti dikira ha in so, mereka mau hompimpa, terus marah2 lagi karena gak di ajak.. :)

    ReplyDelete
  3. wkwkwkwk mbak dee paling bisa deh!!! >__< he.em mbak untung ya :D

    ReplyDelete