November 11, 2011

Sinopsis Protect The Boss Episode 17 - 2


Simpul-simpul terakhir mulai mengurai satu per satu, menuju episode 18. Episode terakhir Protect The Boss.


Sinopsis Protect The Boss Episode 17 - 2




Ibu Na Yoon bertemu dengan Manager Park yang mengeluh kalau ia mungkin akan ditendang dari perusahaan. Ibu Na Yoon yang sudah bosan mengurusi Manager Park menyuruhnya untuk mengeluh pada Presdir Shin.


Tapi menurut Manager Park, ia sudah melakukannya tapi Presdir Shin malah menyuruhnya untuk mengeluh pada ibu Na Yoon. Ibu Na Yoon yang tak ingin mendengarkan rengekan Manager Park, menyuruh pengawalnya untuk menyeret Manager Park keluar. Manager Park bersumpah akan membalas perlakuan mereka berdua.


Na Yoon datang dan sempat melihat kericuhan itu.


Ibu Na Yoon menyuruh Na Yoon untuk tak dekat-dekat dengan Moo Won lagi dan menyuruhnya untuk mengikuti matseon. Di luar dugaannya, Na Yoon langsung menyetujuinya.


Di rumah, ia menangis dan mengatai Moo Won di hadapan Myung Ran dan Eun Seol. Ia meminta mereka untuk bermalam di rumahnya kali ini.


Seperti di rumah Eun Seol, mereka bertiga tidur di bawah. Na Yoon meminta pendapat Eun Seol, apakah ia mampu memutuskan hubungan dengan Moo Won? Tidak, jawab Eun Seol. Na Yoon kemudian menanyakan kabar Ji Heon. Ia juga sudah lama tak bertemu dengan Ji Heon. Apakah sekarang Eun Seol dapat melupakan Ji Heon? Tidak, jawab Eun Seol.


Na Yoon memandang Eun Seol kemudian menyeberangi Myung Ran, tangannya menepuk-nepuk Eun Seol memberinya semangat. Eun Seol pun, dengan kakinya, menepuk-nepuk kaki Na Yoon memberinya semangat juga.


Dan ibu Angsa membuka mata, tersenyum dan memeluk kedua anaknya erat.

Big hug…


Tak disangka, Eun Seol dicari seorang headhunter. Headhunter adalah orang yang mencari calon karyawan yang tepat bagi suatu perusahaan yang menyewa jasanya. Eun Seol sedikit sangsi dengan headhunter tersebut. Mengapa dirinya yang dicari? Headhunter tersebut mengatakan karena kemampuan Eun Seol untuk menangani Direktur Cha Ji Heon yang terkenal sulit.


Eun Seol meminta maaf karena ia terlalu curiga. Dan ternyata ia mendapat pekerjaan di Department Store milik DN grup. Ia merasa aneh karena tak diberitahu sebelumnya tentang calon tempat kerjanya. Headhunter itu membantahnya, ia sudah memberitahukan Eun Seol sebelumnya.


Eun Seol masih bertanya-tanya, apa mungkin Moo Won yang mengaturnya agar kembali lagi ke DN? Moo Won tak mengetahuinya karena ia sedang mengurusi perusahaan DN yang lain.

Dan Eun Seol pun bertemu dengan calon bosnya. Yang tak lain dan tak bukan adalah Ji Heon.


Eun Seol langsung maju menghajar Ji Heon. Tapi Ji Heon yang sekarang bukan seperti Ji Heon yang dulu ataupun Ji Heon imajiner yang ada di pantai. Ji Heon yang ini dapat menangkap tas yang dilemparkan Eun Seol. Ia juga dengan mudah menghindari pukulan Eun Seol. Eun Seol mencoba menendangnya tapi Ji Heon dapat menahannya.


Eun Seol menarik kerah Ji Heon, mengatakan Ji Heon salah memilih orang untuk dipermainkan. Ji Heon memang memiliki uang dan kekuasaan, tapi ia tak dapat mempermainkannya. Tanggapan Ji Heon? Ia hanya tersenyum manis, membuat Eun Seol semakin kesal.

Ia hendak membenturkan kepalanya ke kepala Ji Heon, tapi Ji Heon malah memegang kepalanya. Ia sudah pernah mengalami hal ini, maka hal itu tak akan terulang lagi. Akhirnya Eun Seol meraih kerahnya lagi dan menangis.


Ji Heon meminta maaf karena Eun Seol menunggunya lebih lama dari yang diperkirakan. Eun Seol membenarkan kalau perlu waktu lebih lama untuk melupakan orang seperti Ji Heon.  Iapun pergi meninggalkan Ji Heon.


Namun Ji Heon belum mau menyerah. Ia mengejar Eun Seol yang tak sabar menunggu lift dan menuju tangga. Ia memegang kepala Eun Seol lagi dan memintanya untuk memukulnya. Pukullah ia sampai ia puas.


Tapi kali ini Eun Seol menolak. Ji Heon masih menganggap kemarahannya hanyalah guyonan belaka. Ia tak mau memperhatikan Ji Heon lagi sekarang.

Ji Heon menceritakan kondisi Presdir Cha yang sebenarnya. Ayahnya dulu sakit, namun sekarang sudah sembuh. Dan ayahnya terlalu berlebihan dalam menghadapi penyakitnya. Jadi ia harus menenangkan ayahnya.  Ia telah berjanji untuk tak menemui Eun Seol dulu. Walaupun begitu, ia selalu memperhatikan Eun Seol.

Apakah Eun Seol masih marah? Ji Heon merasa alasannya terlalu lemah. Tapi maukah Eun Seol untuk menghentikan amarahnya?


Eun Seol masih merasa marah karena selama Ji Heon hilang tanpa kabar, Eun Seol sendirian merasakan marah dan khawatir. Dan saat ini, Eun Seol tak dapat menerima Ji Heon kembali karena pintu itu sudah tertutup rapat untuknya.


Ia pun berlalu pergi, meninggalkan Ji Heon yang hanya dapat menghela nafas sedih.


Ayah yang sudah keluar dari rumah sakit, bertemu dengan dokter Kim yang meyakinkannya kalau operasinya sangat berhasil, dan penyakitnya tak berbahaya lagi. Namun yang menjadi perhatian ayah, sebagai mantan penderita kanker, apakah ia tak dapat membatalkan pelayanan masyarakat?


Tentu saja Ayah Ji Heon tak dapat membatalkan hukuman pengadilan. Dokter Kim menyarankan agar Ayah Ji Heon melakukannya, hitung-hitung sebagai latihan yang bagus untuk kesehatannya.


Di mobil, ayah membaca-baca lagi daftar harapannya. Dan Oh My God! Sekretaris Jang belum menikah?


Salah satu harapan ayah sebelum meninggal adalah membuat Sekretaris Jang untuk menikah. Ia bertanya seperti apakah wanita ideal menurut Sekretaris Jang? Sekretaris Jang bingung mendengar bosnya tiba-tiba menanyakan hal itu.

Ayah Ji Heon kemudian membaca harapannya yang lain. Yaitu tak akan membiarkan ibunya kesepian dan akan mencarikan pacar untuknya.

LOL. Jangan-jangan ayah ingin menjodohkan Sekretaris Jang dan Nenek, nih..


Di rumah Ayah Ji Heon menyapa Nenek yang langsung bertanya tentang kondisi kesehatannya. Tentu saja baik, anak siapa dulu..


Ayah Ji Heon kemudian meminta ibunya untuk naik ke atas punggungnya. Ia ingin menggendong nenek, karena kata orang semakin tua tubuh akan semakin ringan. Tapi mengapa rasanya ibunya terasa sangat berat? Sepertinya Nenek harus berolahraga lagi.

Nenek memukul kepala anaknya kesal.

Akhirnya khas K-drama keluar juga. Piggybacking, walaupun bukan romantic piggybacking, tapi tetap “aww… Ji Heon’s dad is so sweet..”


Ji Heon pergi mengunjungi kantor lamanya. Di dalam ruangannya, ia menyentuh dan menatap barang-barang kantornya dengan rasa sayang. Moo Won yang masuk dan melihat tatapan itu menggoda Ji Heon kalau ia pasti sekarang sedang bernostalgia. Ji Heon membantahnya, ia malah kesal karena banyak debu di ruangannya. Sekretaris Kim tak mematuhinya untuk membersihkan ruangan.


Moo Won memberikan dokumen perusahaan untuk meng-update Ji Heon. Walaupun dokumen itu diterima Ji Heon, ia berkilah kalau Moo Won tak perlu bersusah payah melakukannya. Ia sekarang mampu kembali ke DN grup karena kemampuannya sendiri. Moo Won rasa kemampuannya belum sehebat itu. Buktinya Ji Heon belum mampu menyelesaikan masalah ceweknya.


Ji Heon kesal dikata-katai oleh Moo Won. Tapi.. ia berpikir sejenak. Ia kemudian malah bertanya apakah Moo Won tahu cara meredakan amarah seseorang? Moo Won tak mau mengajarkannya.


Dengan nada menggoda Moo Won menyuruh Ji Heon berkata dengan nada lebih sopan padanya karena ia adalah atasannya, dan panggil dia dengan Direktur Cha.


Saat Moo won hendak pergi meeting dengan klien bersama ibunya, ia diberitahu kalau Na Yoon hari ini sedang mengikuti matseon (kencan yang diatur oleh orang tua). Ibu menunjukkan karakter Na Yoon yang bukan gadis baik karena ia cepat melupakan Moo Won. Mendengar hal ini, ia buru-buru menghentikan mobil dan meminta ibunya untuk pergi sendiri.


Na Yoon menemui  pasangan matseonnya, yang mungkin jika ibu Na Yoon melihatnya sudah langsung dicoret dari daftar. Dari dandanannya seperti pengendara Harley Davidson, lengkap dengan scarf yang menutupi kepalanya.


Harley mengatakan kalau ia mendengar gosip yang beredar tentang Na Yoon dan kedua sepupu Cha, tapi karena ia orang yang suka berterus terang dan jujur, ia tak keberatan dengan hal itu.


Dari tadi Na Yoon menyabarkan hati mendengar kata-kata Harley Davidson yang sepertinya cocok untuk menjadi aktor Sageuk. Namun kata-kata Harley Davidson yang terakhir membuat ia meminta agar matseon ini dihentikan.


Si Harley Davidson mengatakan kalau Na Yoon tak punya sopan santun. Na Yoon membalikkan kata-kata itu untuk Harley Davidson. Dengan dandanan seperti itu, selama 20 menit si Harley Davidson malah meremehkan dirinya. Kalau dulu, ia akan mencoba menahan diri. Tapi sekarang? Buh bye..


Si Harley Davidson mencekal tangan Na Yoon, membuat Na yoon marah. Si Harley mau cari mati, ya? Ia meraih pisau (makan) dan menyuruh mantan pasangan matseonnya untuk tak mendekatinya. Ia pun berlari dengan sedikit ketakutan. Namun si Harley mengejarnya!


Melihat Moo Won datang, ia buru-buru bersembunyi di balik Moo Won. Harley menyuruh Moo Won untuk minggir. Tapi Moo Won tak mau. Ia malah meminta Harley Davidson untuk berpikir kalau hari ini adalah hari keberuntungannya, karena tak bergaul dengan gadis yang kekanak-kanakkan dan sangat melelahkan menghadapinya. Ia telah mengalaminya, dan sarannya pada Harley adalah segera menyingkir dan lari dari Na Yoon. Atau ia ingin melihat berita di koran tentang perkelahian mereka karena seorang gadis?


Moo Won mengacungkan tinjunya, dan Harley mengatakan kalau Moo Wonlah yang menang. Ia mengacungkan kedua jarinya, membentuk posisi gunting kemudian pergi. Yaelah.. gamsut? LOL.


Moo Won mengejar Na Yoon yang mencoba meninggalkannya. Mau kemana Na Yoon pergi? Ke matseon lagi? Na Yoon berbalik dan membenarkan Moo Won. Mengapa? Karena Moo Won sudah tak mempedulikan perasaannya lagi, maka ia melakukannya. Dan mengapa Moo Won mengatainya kekanak-kanakkan dan menyebalkan? Apakah Moo Won sangat membencinya?


Moo Won menyembunyikan senyumnya mendengar kata-kata Na Yoon. Ia mendesah, mengetuk kepala Na Yoon, mengatakan kalau sebenarnya Na Yoon tak cerdas. Na Yoon terkesima mendengar hinaan Moo Won. Apa?

“Metafora, perbandingan, dan sarkasme. Apakah kau tak terbiasa dengan cara-cara itu?”
Tentu saja Na Yoon tahu, kata Na Yoon membela diri. 

Oke, anggap saja Na Yoon mengerti. Moo Won bertanya lagi, “Apakah selama ini aku pernah berkencan dengan wanita selain kau?” -Apakah bertemu dengan Eun Seol sepulang kerja dapat dihitung?-

“Apakah aku sepertimu? Menjalani matseon?”  -Tidak-

“Apakah aku tak mengatakan kalau aku sekarang sedang super sibuk?” -Iya, kau sudah mengatakannya.-


“Dan selama aku sibuk, saat kau menggangguku dengan permintaanmu untuk bertemu, apakah aku tak pernah datang?” -Mmmhh.. kau selalu datang.-

“Jadi, kesimpulannya, siapa yang salah?”

“Aku.. sepertinya sedikiiiitt.. salah.”
Moo Won tersenyum geli, dan bertanya sekali lagi. Apakah Na Yoon akan mengulanginya lagi? Na Yoon menggeleng, ia tak akan mengulanginya lagi.


Seperti seorang guru yang sudah selesai menjelaskan pada muridnya, Moo Won mengelus kepala Na Yoon, memuji Na Yoon patuh padanya. Na Yoon menepis tangan Moo Won, takut rambutnya berantakan.

Ia juga menyalahkan Moo Won dalam masalah ini. Hal itu langsung dibenarkan oleh Moo Won. Tapi untuk menyelesaikan masalah ini ia harus membatalkan meetingnya.  Jadi sekarang Na Yoon harus bertanggung jawab, menemaninya pergi.

Score to Moo Won! Seharusnya Ji Heon mengikuti Moo Won hari ini, karena ia akan tahu cara Moo Won untuk menyurutkan amarah seorang gadis.


Namun Ji Heon mempunya cara tersendiri. Ia mengikuti Eun Seol ke rumah makan tempat Eun Seol bekerja. Ia meminta pemilik rumah makan untuk membebaskan Eun Seol hari ini, dan ia akan mengganti pendapatan yang biasanya didapat. Walaupun Eun Seol menolaknya, tapi kata-kata pemiliklah yang berkuasa.


Eun Seol kesal karena sekali lagi Ji Heon memamerkan kekayaannya lagi. Ji Heon melakukan itu karena ingin EunSeol keluar dari pekerjaannya sekarang dan menjadi sekretarisnya lagi.  Ini adalah murni pertimbangan bisnis, karena Eun Seol membuktikan kalau ia mampu menjadi sekretaris yang handal. Ia akan memberikan kenaikan gaji 10%.

Eun Seol tak mau.


Di hari lain, Ji Heon muncul di tangga menuju rumahnya, dan bergaya Power Rangers, Ji Heon menawarinya kenaikan 15%.

Eun  Seol sedikit mempertimbangkannya, tapi ia tetap tak mau.


Di hari lainnya lagi, Eun Seol menjalani interview yang hasilnya tak begitu menggembirakan. Ji Heon muncul dan menawarinya kenaikan gaji 20% plus insentif dan bonus. Hanya itu yang dapat ditawarkan oleh Ji Heon, karena melebihi itu akan menyalahi aturan perusahaan. Ji Heon menyuruh Eun Seol menghubunginya untuk memberikan jawaban.

Take it or leave it?


Eun Seol menceritakan tawaran Ji Heon pada Myung Ran. Walaupun ia ingin menendang Ji Heon dan menolaknya, tapi akhirnya ia memutuskan untuk menerimanya. Harga diri tak mampu untuk menghidupinya. Jaman sekarang harga diri dan gengsi sudah lenyap. Kenapa jaman sekarang memperlakukan kaum muda yang tak bekerja secara tak adil?


Myung Ran tersenyum mendengar ocehan Eun Seol yang melantur. Eun Seol seharusnya jujur dan menerima tawaran Ji Heon dari dulu. Bukannya dengan begini Eun Seol dapat dekat dengan Ji Heon lagi? Eun Seol membantahnya. Siapa bilang ia ingin dekat dengan Ji Heon lagi?

Righhhhtt… Okeyyy.. Myung Ran mengangguk-angguk ‘mengerti’.


Ji Heon memberitahukan keinginannya untuk mempekerjakan Eun Seol lagi pada ayah. Ayah tentu saja menolak. Sekarang Ji Heon sudah melakukan kemajuan, kenapa malah melakukan ini? Bukannya marah, Ji Heon malah senang mendengar kata-kata ayah karena berarti ayah mengakui kemajuannya. Ia mengibaratkan (keledai akan maju jika diberi) wortel, mmhh.. tapi Ji Heon benci wortel.


Ia kemudian mengibaratkan kalau kemajuannya seharusnya diberi penghargaan, yaitu gula, sehingga ia merasa kerja kerasnya berarti. Ia telah melakukan semua permintaan ayah, sehingga ayah harusnya juga memberinya sesuatu sebagai imbal balik.


Ayah akan memberi. Ia akan memberikan gula pada Ji Heon, tapi Eun Seol? Tidak boleh. Ji Heon boleh meminta apa saja kecuali No Eun Seol. Tapi Ji Heon tak mau yang lain selain Eun Seol.

Ayah menghardik Ji Heon dengan keras, membuat dadanya sakit. Ia mengeluh dan memegang dadanya. Ji Heon buru-buru bangkit menghampiri ayah, memegang tangan ayah dan berkata,

“Berhenti main drama, Ayah..”

LOL.


Ji Heon mengingatkan Ayah tentang perjanjian mereka di rumah sakit. Ayah masih mencoba berkelit janji, tapi Ji Heon mengancamnya untuk berhenti bekerja dan melupakan janji mereka.


Akhirnya Ayah menyetujui permintaan Ji Heon dengan syarat agar Ji Heon dapat mengalahkan Moo Won dan mengembalikan posisinya sebagai Presiden Direktur. Dan.. yang ia setujui adalah posisi Eun Seol sebagai sekretaris, bukan yang lain.


Eun Seol akhirnya memutuskan untuk menerima pekerjaan Ji Heon. Walaupun ia masih marah, tapi sebagai sekretaris Ji Heon, ia akan bekerja seprofesional mungkin. Tapi ia mengingatkan Ji Heon, kalau hubungan mereka adalah bisnis semata. Ji Heon memastikan hal itu. Dan seperti yang Eun Seol ketahui, ia sangat perfeksionis, dan sekarang level perfeksionisnya semakin tinggi, jadi Eun Seol harus menyamakan standarnya.


Di hari pertama Eun Seol, ia memasuki kantor dengan bahagia. Berbeda dengan saat pertama kali ia memasuki ruang sekretaris, kali ini yupara sekretaris menyambutnya dengan senyum bersahabat, termasuk sekretaris Kim dan Moo Won.


Eun Seol mulai melakukan tugas paginya sebagai sekretaris. Ruangan Ji Heon dibersihkan sampai kinclong dan sarapan pagi Ji Heo juga sudah ia sajikan. Semuanya tanpa cela. Ji Heon, yang begitu datang langsung menginspeksi, memuji Eun Seol yang sudah meng-upgrade hasil kerjanya.


Eun Seol tersenyum mendengar pujian Ji Heon. Tapi tak lama senyuman itu bertengger di wajahnya, karena Ji Heon memutuskan, selain ‘luar’nya, Eun Seol harus mengupgrade ‘dalam’nya. Dan Ji Heon menumpahkan setumpuk dokumen untuk Eun Seol baca dan kerjakan.


Walaupun iya iya, di rumah Eun Seol mendumel dengan tumpukan dokumen yang diberikan padanya. Myung Ran menyalahkan Eun Seol, seharusnya mereka tak bermain drama seperti ini.


Keesokan harinya, Ji Heon memeriksa hasil kerja Eun Seol. Ternyata saat Ji Heon membaca, Eun Seol duduk tertidur. Perlahan-lahan, Ji Heon mendekat dan memandang Eun Seol dengan tatapan sayang dan mencium Eun Seol jauh.


Namun sedetik kemudian Ji Heon membanting kertasnya. Eun  Seol masih belum juga terbangun. Akhirnya Ji Heon meneriakinya. Eun Seol terbangun dan langsung disemprot oleh Ji Heon. Pasti Eun Seol mengerjakan tugasnya sambil tidur. Bagaimana mungkin Eun Seol hanya menulis 26 miliar untuk sales perusahaan sebesar 260 miliar won. Lalu kemana 234 miliar sisanya?


Eun Seol tersentak dan terpana. Ia buru-buru memeriksa pekerjaannya, dan langsung minta maaf mengetahui kesalahannya.


Presdir Shin mendapat laporan dari bawahannya kalau Ji Heon sudah kembali ke kantor pusat dan membawa sekretaris lamanya. Apa Presdir Shin tak terganggu dengan hal itu? Presdir Shin bertanya, apakah dia harus merasa terganggu? Para bawahannya memberikan saran untuk menggunakan kesempatan ini untuk menyingkirkan Ji Heon selamanya. Presdir Shin kelihatan memikirkan saran tersebut.


Tak lama kemudian, Moo Won dan sekretarisnya membaca berita yang sudah menyebar di internet tentang hubungan romantis Cha Ji Heon dan sekretarisnya yang membocorkan dokumen rahasia DN Group. Moo Won menyuruh Sekretaris Yang untuk memberitahu Eun Seol agar bersembunyi untuk sementara waktu.


Tapi terlambat. Saat itu Eun Seol sedang ada di luar. Sesampainya di depan kantor, segerombolan wartawan datang mengerumuninya. Kebetulan Ji Heon baru datang dengan mobil dan dengan tenang meminta mereka agar menanyainya, bukannya Eun Seol.


Mereka bertanya, apakah Ji Heon dan Eun Seol berkencan dan Eun Seol adalah orang yang membocorkan dokumen rahasia DN Group? Eun Seol membantahnya, tapi Ji Heon malah membenarkannya. Ia memandang Eun Seol dengan pandangan paling lucu dan menggemaskan sedunia untuk kemudian memasang ekspresi formal lagi pada para wartawan.

Para wartawan itu tak percaya pada kata-kata Ji Heon. Apa masuk akal Ji Heon berkencan dengan gadis yang membocorkan rahasia perusahaan?

“Bukankah sangat keren? Ia berani untuk berbicara jujur, maka aku terpesona padanya. Itu adalah CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA!”

Kata-kata Ji Heon membuat Eun Seol shock . Dan Ji Heon memandang Eun Seol dengan senyum penuh cinta.


Komentar:


Yay! Akhirnya Ji Heon menjadi Ksatria di atas kuda putih.. errr… atau mobil hitam. Sudah saatnya Ji Heon yang melindungi Eun Seol, karena ia sekarang sudah menjadi seorang pria. 

Seorang pria sebenarnya yang diharapkan Eun Seol selama ini.

Sebelumnya? Seperti kata Britney Spears, I’m not a boy, not yet a man.

7 comments :

  1. wahh,tinggal menunggu eps trakhir dr jeng Fanny deh.... *tak sabar* *tak sabar* hahahhaa


    -iReNe-

    ReplyDelete
  2. lanjutkan !!

    __Grace__

    ReplyDelete
  3. hhhmmm,, ayooo semangattt...

    ReplyDelete
  4. kutudrama 안녕 친구?
    조는 든니 임니다!
    dah lma ni 나 jd silent reader di blog ini!
    blog ini sangat bagus dlm penataan bahasa kosa kata!
    운니 punya google akun?
    klo mw recuest kmna nie?
    고맙다!

    ReplyDelete
  5. @irene, grace, anonim 1 : done, done, done. :) Thanks ya..
    @anonim 2 : thanks ya.. kalo mau request, klik aja 'kontak' yang ada di kiri bawah blog ini.

    ReplyDelete
  6. I love kim jaejoong so much..
    and i Like This Drama.
    so funny and so sweet

    _ _NINA_ _

    ReplyDelete