rotator and add

November 9, 2011

Sinopsis Protect The Boss Episode 17 - 1


Drama Korea biasanya berakhir dengan bahagia. Begitu pula dengan Protect The Boss. Sesulit apapun hubungan Ji Heon dan Eun Seol, dalam formula rom-com K-drama, mereka pasti berakhir bahagia.

Namun Protect The Boss juga menawarkan hal yang lain. Yaitu hubungan persahabatan Eun Seol – Myung Ran – Na Yoon yang tumbuh dengan berjalannya waktu. Mereka yang dulunya sering bertengkar, sekarang tetap masih bertengkar .

Walaupun sekarang, pertengkaran itu hanyalah ungkapan rasa sayang antara sahabat.

Sinopsis Protect The Boss Episode 17 - 1


Mendengar bunyi klakson dari belakang, Ji Heon tersenyum dan berlari menghampiri Eun Seol. Eun Seol buru-buru memundurkan mobilnya untuk melarikan diri. Tapi Ji Heon berhasil menghentikan dan membuka pintu truk  Eun Seol. Dengan senyum jahil ia memutuskan kalau Eun Seol sebenarnya menyesal.


Eun Seol membantah. Ia TIDAK menyesal, jadi Ji Heon harus segera pergi. Ji Heon tak mau. Jika Eun Seol ingin segera, maka ia akan segera mencium Eun Seol. Mata Eun Seol membesar mendengar jawaban Ji Heon.
Ji Heon memegang dagu Eun Seol seperti yang dulu pernah Eun Seol lakukan padanya dan menyuruh Eun Seol untuk keluar dari truk. Walaupun mulanya menolak, Eun Seol akhirnya keluar dari truk.


Namun truk yang terlalu tinggi membuat Eun Seol hampir terjatuh jika Ji Heon tak menangkapnya. Dengan nada menggoda Ji Heon mengakui kalau badan Eun Seol lebih jujur.


Eun Seol kesal mendengar godaan Ji Heon. Ia mendorong Ji Heon, namun langsung menariknya lagi karena ada mobil yang melaju kencang ke arah Ji Heon.

Dalam pelukan Eun Seol, Ji Heon tertawa membuat Eun Seol semakin kesal. Ia menarik Ji Heon ke pinggir dan menyuruhnya untuk segera pergi. Ji Heon tak mau kan kalau besok ada berita tentang Direktur DN yang dipukuli di pinggir jalan?


Ancaman Eun Seol tak mempan bagi Ji Heon, bahkan saat Eun Seol sudah memasang kuda-kuda untuk memukulnya.  Ji Heon menyesal akan keputusannya dan ia ingin menarik kembali. Eun Seol tak mau. Ia bukan gadis yang bisa disuruh-suruh, membuka dan menutup perasaannya sekehendak Ji  Heon. Ji Heon tahu, karena sifat itulah yang membuat Ji Heon menyukai Eun Seol. Dan sifat percaya dirinya. Dan sifat marahnya juga.

Eun Seol sedikit frustasi dengan kekeraskepalaan Ji Heon. Tahukah Ji Heon bagaimana perasaannya saat ini? Seperti gadis era Joseon yang dimutasikan ke tempat yang terpencil dan hanya bisa bekerja keras. Rasanya tak adil! Dan sekarang, ia minta Ji Heon untuk pergi karena ia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ji Heon setuju kalau Eun Seol memang memiliki banyak pekerjaan, tapi dengan menggabungkan waktu mereka berdua semuanya akan selesai.


Dibantu oleh Ji Heon, Eun Seol memindahkan kiriman kotak-kotak dari truk ke dalam gudang. Separuh mengeluh dan separuh membanggakan diri, Ji Heon berkata kalau hanya di satu-satunya keturunan chaebol yang bekerja sekeras ini. Eun Seol yang dulu pernah bekerja sebagai part-timer malah memberitahu kalau ada pekerjaan lain yang jauh lebih berat daripada ini.

Ji Heon: "Apa yang paling berat?"


Eun Seol: “Yang paling berat adalah ketika tak ada yang bisa dilakukan."  


Setelah membantu Eun Seol, Ji Heon baru mengeluh kalau tangannya pegal semua. Ia akan memutasikan Eun Seol sesegera mungkin. Ia akan menjemput Eun Seol sendiri. Tapi Eun Seol belum menyetujui hal itu. Ji Heon mengatakan kalau setelah ‘belum’ adalah ‘akan’.


Tiba-tiba handphone Eun Seol berbunyi. Dari Sekretaris Jang yang ingin berbicara dengan Ji Heon. Ji Heon menerima telepon itu, dan menuduh Sekretaris Jang sebagai penguntit karena menghubunginya melalui Eun Seol. Ji Heon mendengarkan jawaban Sekretaris Jang dan kemudian mengiyakannya. Tak menjelaskan lebih banyak pada Eun Seol, Ji Heon berkata kalau ayahnya sedang bermain drama lagi. Dan ia menyuruh Eun Seol untuk bertemu di taman ini, karena ia akan mengantarkannya.


Namun mengantarkan versi Ji Heon adalah mengantarkan Eun Seol dengan duduk di sampingnya, dan Eun Seol yang menyetir karena Ji Heon tak memiliki SIM khusus truk. Eun Seol menolak tawaran Ji Heon. Namun Ji Heon bersikeras kalau ia akan menunggu Eun Seol sampai datang.

Eun Seol menemui Myung Ran yang sangat gembira bertemu dengan sahabatnya lagi.


Na Yoon menerima kedatangan Myung Ran di apartemennya. Ia tak melihat Eun Seol yang bersembunyi di belakang Myung Ran, dan terpekik kegirangan saat melihat bekas musuh/ sahabatnya muncul dari belakang Myung Ran.


Sementara itu ibu Na Yoon datang menemui ibu Moo Won untuk mengingatkannya tentang usahanya yang membuat ibu Moo Won dapat menduduki jabatan Presdir Cha. Ia juga meminta imbal jasa yang berhubungan dengan bisnis suaminya. Ibu Moo Won atau sekarang Presdir Shin menolak karena ia tak pernah memintanya. Ibu Na Yoon marah mendengarnya. Di dunia ini tak ada makan siang gratis, tahu!

Presdir Shin:  “Benarkah? Aku kok tak tahu ya..”


Moo Won masuk tepat saat pisau-pisau imajiner melayang dari mata Ibu Na Yoon dan Presdir Shin. Moo Won ingin tahu apa yang terjadi? Ibu Na Yoon beranjak pergi dan mengatakan kalau ia akan melarang Moo Won untuk menemui Na Yoon.Ibu Moo Won pun langsung membalas kalau ia tak menyukai Na Yoon juga.

Moo Won mengingatkan ibunya kalau ia dari dulu sudah melarang ibu untuk bergaul dengan ibu Na Yoon. Ibu mengatakan kalau mulai sekarang ia tak akan bergaul dengan ibu Na Yoon lagi. Kali ini Ibu memanggil Moo Won karena ia telah menemukan orang yang ‘tepat’ sebagai tangan kanan dan tangan kirinya. Ia melakukan hal itu juga untuk kepentingan Moo Won juga, kan? Semuanya akan baik jika berakhir dengan baik.  

Moo Won tak melarang, hanya mengatakan kalau ia mengetahui ibu melakukan hal-hal yang illegal, ia sendiri yang akan melaporkannya. “Jika ibu ingin bernasib seperti Presdir Cha, lakukan saja apa yang ibu mau. Akhirnya posisi ibu nanti akan kosong, dan aku kan yang nanti duduk di sana? Kata ibu semuanya akan baik, jika berakhir dengan baik.”


Ayah Ji Heon menonton film tentang orang yang akan mati, dan mendapat inspirasi darinya. Ia menulis daftar keinginan yang belum ia lakukan.


Dengan taksi yang dibayari oleh sekretaris Jang,  Ji Heon datang ke rumah sakit. Ia berbicara dengan dokter dan mendengar kalau penyakit ayah sedikit serius apalagi dipicu oleh stress yang berlebihan. Sekretaris Jang meminta kondisi ayah Ji Heon disembunyikan, karena akan berakibat buruk bagi Ji Heon. Hal itulah yang selalu dikhawatirkan oleh ayah.


Ji Heon masuk ke ruangan ayah dan membaca daftar harapan yang baru saja ayah tulis. Ia tersenyum membacanya dan berkomentar kalau ayahnya terlalu sentimentil.  Ayah membuka pintu kamar mandi, sehingga Ji Heon buru-buru meletakkan daftar itu kembali.

Melihat anak semata wayangnya datang, ayah langsung menghardik Ji Heon karena Ji Heon bersenang-senang dengan Eun Seol sementara dirinya jatuh sakit. Tahukah Ji Heon kenapa ia sakit? Karena mengetahui kalau Moo Won yang mengambil alih semuanya.

Ji Heon menenangkan ayahnya dengan mengakui kesalahannya. Tapi ayah tetap memintanya untuk bekerja keras untuk mengambil kembali posisinya dan menjauhi Eun Seol. Ji Heon menyanggupi untuk bekerja keras untuk meraih posisinya namun ia tak mau menjauhi Eun Seol.


Ayah menyuarakan kekhawatirannya. Jika terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya, ia tak dapat melindungi Ji Heon lagi. Ada banyak orang yang ingin menyingkirkan Ji Heon. Jika Ji Heon ketahuan berpacaran dengan sekretaris yang digosipkan membocorkan rahasia perusahaan, Ji Heon akan tamat riwayatnya. Ji Heon tak akan bertahan di perusahaan yang ia besarkan.

Ini adalah perusahaannya, dan Ji Heon adalah anaknya. Jadi Ayah meminta untuk Ji Heon untuk kembali ke akal sehatnya dan bekerja sebaik-baiknya. Jika tidak, ia tak dapat meninggal dengan tenang.


Ji Heon tersentuh mendengar permintaan ayahnya. Walaupun ia tak terbiasa berlaku keren, tapi ia berjanji pada ayah akan bekerja keras, meningkatkan laba, mengambil lagi posisinya.. dan mereka akan berbicara lagi nanti.


Na Yoon bertanya, apakah Eun Seol menemukan cowok keren di tempatnya yang baru? Eun Seol menjawab bahkan tak ada cowok single di tempatnya. Na Yoon menyalahkan Eun Seol yang malah memilih Ji Heon daripada Moo Won yang jauh, jauh lebih keren.

Eun Seol ganti bertanya, bagaimana kemajuan hubungannya dengan Moo Won? Na Yoon mendesah, ia seharusnya lebih cepat menyukai Moo Won. Ia heran pada dirinya sendiri, mengapa dulu ia meninggalkan Moo Won demi pria seperti Ji Heon. Benar-benar tak masuk akal.

Hihihi.. memuji seseorang dengan menjatuhkan orang lain. Eun Seol kesal dan ‘tak sengaja’ menyenggol Na Yoon, sampai nugget yang dipegang Na Yoon terjatuh. Na Yoon membalas Eun Seol dengan melemparkan  nugget ke mulut Eun Seol. Eun Seol tak sudi dan sudah mengacungkan tinjunya ke Na Yoon.


Dan mereka dibentak keras oleh Myung Ran yang tak memperbolehkan mempermainkan makanan.

Yes, Mom..

Sebagai tanda perdamaian, Na Yoon menyuapkan nugget ke Eun Seol.


Tak sesuai dengan ucapannya, malamnya Eun Seol malah menunggu kedatangan Ji Heon. Tapi yang ditunggu-tunggu tak datang juga. Tiga jam lebih menunggu, Eun Seol pun beranjak meninggalkan taman.


Tapi Ji Heon datang juga, bersamaan dengan Eun Seol yang hampir pergi. Eun Seol mengatakan Ji Heon sudah terlambat. Ia tak mau menunggu lagi. Ji Heon memeluk Eun Seol dari belakang, memintanya untuk menunggu lebih lama lagi karena ia sedang berusaha menjadi seorang anak.


Eun Seol bertanya, mengapa ia harus menunggu? Bagaimana jika Ji Heon berubah pikiran lagi? Ia tak mau menunggu. Tapi Ji Heon percaya kalau Eun Seol akan menunggunya. Eun Seol merasa Ji Heon sedikit muram, apakah ada yang terjadi hari ini?


Ji Heon tak menjawab, ia memeluk Eun Seol yang memintanya untuk tak pergi. Ji Heon mengiyakannya, tapi tetap memeluknya.


Kembali ke rumah sakit, Ji Heon memandang ayahnya yang tertidur lelap. Rasa sayang itu terpancar dari Ji Heon. Ia meniup telapak tangan kanannya, kemudian tangan itu diletakkan di dadanya. Perlahan tangannya menapak dada ayah.

Ji Heon kemudian menggenggam tangan ayah.

Sementara itu, Eun Seol kembali ke tempat kerjanya sendirian.


Dalam buku hariannya, Eun Seol menulis:

“Aku pernah mengatkan kalau aku tak akan menunggunya. Tapi hari ini adalah hari ke-11 aku menunggunya.”

Saat Eun Seol bekerja, ia merasa Ji Heon datang. Tapi setelah ia kejar, ternyata itu hanya bayangannya saja.


Di pantai, Eun Seol bertemu dengan Ji Heon. Namun pertemuannya kali ini diawali dengan pukulan keras Eun Seol pada Ji Heon karena Ji Heon tak muncul selama sebulan ini. Ji Heon berkilah karena percaya kalau Eun Seol akan menunggunya. “Terlambat”, kata Eun Seol,”Aku akan menjadi tua karena menunggumu.”


Ia menendang dan memukul Ji Heon sampai Ji Heon tak dapat bangun.

Setelah itu tubuh Ji Heon lenyap.


Ternyata tadi hanyalah imajinasi Eun Seol yang sekarang merasa sudah hampir gila. Di buku hariannya, ia menulis lagi:

“Mungkin sesuatu telah terjadi. Ketika aku mulai memikirkan hal-hal yang mengerikan, Ji Heon muncul di berita televisi.”


Di televisi, Ji Heon memperkenalkan Tablet terbaru dari DN grup  dan berbicara dengan sangat fasih dan lancar. Eun Seol menemukan gambar Ji Heon di koran dan menggambarinya. Setengah kesal dan setengah bersyukur, Eun Seol bergumam kalau ia seharusnya tak membantu Ji Heon mengatasi fobianya karena ia dapat berbicara di depan public sangat lancar sekarang.


Eun Seol akhirnya memutuskan untuk resign dari kantornya. Saat ini ia telah menunggu selama 3,5 bulan dan tak menunggunya selama 0,7 bulan  Ia bekerja sebagai pengantar makanan sambil tetap melamar pekerjaan yang sesuai untuknya.


Na Yoon menunggu Moo Won yang berjanji untuk bertemu dengannya hari ini. Moo Won akhirnya datang juga setelah terlambat sekian lama.  Ia berdalih kalau ia sekarang sedang amat  sangat sibuk setelah menjabat menjadi direktur.  Na Yoon menjawab iapun juga begitu, karena ia juga direktur. Sebenarnya apa arti Na Yoon bagi Moo Won? Apakah tak sepenting pekerjaannya? Moo Won tak menjawab pertanyaan sindiran Na Yoon, membuat Na Yoon kesal.


Moo Won malah bertanya mengenai kabar Eun Seol. Na Yoon tak tahu, tapi bagaimana dengan Ji Heon? Moo Won juga tak tahu, tapi ia yakin kalau Ji Heon sudah memiliki rencana.

Percakapan mereka terhenti karena Moo Won menerima telepon dari Jepang. Melihat hal itu, Na Yoon bangkit dan meninggalkan Moo Won.


Moo Won mengejarnya dan meminta Na Yoon menunggunya sebentar. Tapi telepon itu kembali berbunyi. Na Yoon merasa seperti penguntit Moo Won yang selalu mengejar dan menunggu Moo Won, dan sekarang ia sudah lelah karenanya.

“Hal yang paling penting adalah hatimu. Kau sepertinya tak memiliki perasaan lagi padaku.”
Moo Won tak sempat menjawab Na Yoon karena handphonenya kembali berbunyi. Na Yoon meminta Moo Won untuk mengangkat telepon itu dan ia pun berlalu pergi.

Selanjutnya : Protect The Boss bagian 2, ya..

8 comments:

  1. ka dee ptb brp episode sich ak kra 16 ko msh ada lagi.^^ (fe)

    ReplyDelete
  2. ya kok pake part sih....
    penasaran kelanjutannya....

    ReplyDelete
  3. @fe: diperpanjang 2 episode jadi 18 eps
    @dhewiuwik: iya.. soalnya internet rumah mati, yg part 2 belum sempat ke download. :( Mau pake handphone susah banget..

    ReplyDelete
  4. o gt ya.thx ka dee info nya.ak kira udh tamat.hahaha.thx bt sinopsinya..di tg selanjutnya^^ (fe)

    ReplyDelete
  5. Aigoo,dee... Gregetan deh m pasangan MooWon n NaYoon.... ◦"̮◦ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ◦"̮◦


    -iReNe-

    ReplyDelete
  6. kok yg ep 15 g` da yach???

    ReplyDelete
  7. @anonim : ada kok di http://www.kutudrama.com/2011/11/sinopsis-protect-boss-episode-15.html.
    @irene : iya, di bag 2, walaupun sebentar, mereka aigoo banget..
    @fe : sama-sama. Kl ga salah diperpanjang karena ratingnya lumayan dan ngasih waktu shooting lebih lama buat drama berikutnya, Deep Rooted Tree/Tree With Deep Roots

    ReplyDelete
  8. iya yah.... aigoo banget pasangan MooWon n NaYoon.... tp yah dee JiHeon itu tatapan cinta'y k EunSeol itu tuhhh.... ampun deh dee.... lumer saiia.... tatapan maut tuhh,.... wakakakaa.....


    -iReNe-

    ReplyDelete