June 19, 2011

Sinopsis Lie To Me Episode 9


Sinopsis Lie To Me Episode 9


Episode ini seperti membuka lembaran baru. Rambut baru, sikap yang baru. Saya suka dengan sikap Ah Jung yang skeptis pada pernyataan suka Ki Joon karena Ah Jung tahu kalau pernyataan tanpa tindakan tak akan ada gunanya.

Sinopsis Lie To Me Episode 9



Di rumah, Ki Joon minum untuk melepaskan rasa frustasinya. Jika ada yang bertanya-tanya (termasuk saya) mengapa Ki Joon menyebalkan sekali karena tak mau menahan kepergian Ah Jung dan menjelaskan semuanya? Ternyata ada alasannya.


Saat di pantai, Yoon Ju mengatakan kalau ia mencoba untuk bertahan selama 3 tahun ini, walaupun kadang kala ia merasa ingin mati. Namun ia memikirkan Ki Joon dan itu yang menahannya untuk tidak bunuh diri. Jika dengan berjalannya waktu, Sang Hee sudah tak masalah lagi, maka hubungan mereka dapat dilanjutkan kembali.

Okeeee…. Yoon Ju. Seperti Scheduler pernah katakan, hati manusia selalu berubah. Sang Hee berubah, Ki Joon pun juga berubah.


Di rumah lain, Ah Jung mencoba melepaskan perasaannya dengan memotong rambutnya. Ia kembali mengucapkan mantra kalau ‘semua baik-baik saja, semua baik-baik saja’ berulang-ulang, untuk menenangkan hatinya. Pagi harinya ia membuatkan sarapan untuk ayah, dan minta maaf karena ia tak dapat menemani ayah makan karena sibuk. Hal ini malah membuat ayah bertanya-tanya, apakah Ah Jung sedang ada masalah?


Dan untuk melupakan perasaannya pada Ki Joon, ia bekerja mati-matian di kantor. Semua pekerjaan yang masih menggantung dikerjakannya, membuat teman-teman kantornya heran akan perubahan Ah Jung. Yang dulunya Work smart, play hard menjad No play at work.


Sementara So Ran yang mendapat pengakuan Ah Jung, menemui Ah Jung kembali. Ia masih tak percaya pada kata-kata Ah Jung. Jika Ah Jung berbohong, siapa yang mendampingi Ah Jung di rumah Ki Joon? Apakah Ki Joon juga palsu? Ah Jung meyakinkan kalau Ki Joon itu asli.


Ah Jung mengatakan kalau selama ini kisah cintanya selalu berakhir seperti ini. Rasanya sedih sekali melihat Jae Bum bersama dengan So Ran. Dan kali ini juga sama. Hal seperti ini selalu terjadi pada dirinya, membuat dirinya tampak seperti orang bodoh.


Kali ini So Ran menjadi teman yang baik. Ia membesarkan hati Ah Jung dan menyemangatinya. Walaupun setelah kepergian Ah Jung ia menyadari kalau Ah Jung telah mempermainkannya.


Ah Jung benar-benar ingin melupakan apapun yang berhubungan dengan Ki Joon. Ia tak mau menerima telepon Ki Joon. Saat di café Ae Kyung, ia mendapati kalau Yoon Ju datang serta sangat akrab dengan Seuk Bong dan yang lainnya. Ia menyapa Yoon Ju yang mengaku kalau mereka berdua telah berkenalan.


Namun diam-diam ia segera pergi saat tak ada yang memperhatikannya. Memang tak ada yang memperhatikan kepergiannya karena semua sedang terpingkal-pingkal mendengar cerita Yoon Ju. Hanya Sang Hee yang melihatnya.


Jika dulu Ki Joon -di hari-hari biasanya- tampak menakutkan di mata pegawainya, sekarang ia jauh lebih menyeramkan. Apalagi saat mendengar ada masalah di salah satu cabang resor hotel World. Ia meneriaki jajaran direktur yang tak becus mengurus hotel. Ia memutuskan untuk menangani masalah di resor tersebut, ditemani oleh Manager Park.


Sebagai teman lama, Manager Park tahu kalau Ki Joon sedang menghadapi masalah selain masalah kantor. Apalagi saat Ki Joon menolak ajakan makan siang Yoon Ju.


Manajer Park mengatakan kalau selama 3 tahun, hati seseorang dapat tetap sama seperti dulu, namun ada juga yang dapat berubah. Ia meminta Ki Joon untuk mengikuti kata hatinya. Dulu ia melihat Ki Joon sangat cocok bersanding dengan Yoon Ju, namun sekarang ia tak begitu yakin.


Ki Joon tak ingin menyakiti hati Yoon Ju untuk yang kedua kali, namun ia tak ingin memulai hubungan dengan Yoon Ju lagi. Manager Park hanya memberi saran kalau,

Manager Park :  “Kadangkala, keinginan untuk tak menyakiti malah akan menyakitkan. Namun sebalikanya, walau sepertinya tak dapat dimaafkan, kadang kala  menyakiti akan lebih baik. Dan itu adalah hal wajar yang dilakukan oleh manusia.”
Ki Joon sepertinya sangat mempertimbangkan nasehat Manager Park. Karena saat Yoon Ju datang (terlepas penolakan Ki Joon yang tak ingin makan siang dengannya), dan Yoon Ju menggandeng mesra lengan Ki Joon, Ki Joon melepaskannya.


Namun Yoon Ju tak menangkap isyarat keengganan Ki Joon dan menggandengnya kembali. Akhirnya Ki Joon membiarkannya.


Dan hal itulah yang dilihat oleh So Ran. Ia mendatangi Ki Joon untuk mengkonfirmasi perkataan Ah Jung. Setelah melihat kebenarannya, solidaritas antar temannya (atau antar wanita yang memiliki wanita kedua) timbul. Ia ingin berbicara berdua dengan Ki Joon. Yoon Ju yang segera mengenali So Ran membiarkannya.


Dengan marah So Ran bertanya pada Ki Joon, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Ki Joon yang memiliki wanita lain, setuju untuk berpura-pura menikah? Dan jika memang mereka hanya berpura-pura menikah, kenapa ia harus mencium Ah Jung dan membuat Ah Jung jatuh cinta, sehingga sekarang Ah Jung merasa tampak seperti orang bodoh?


Ia tak menjawab rentetan pertanyaan So Ran, karena ia segera pergi meninggalkannya dan menemui Ah Jung (yang pada akhirnya mau mengangkat teleponnya). Ia bertanya mengapa Ah Jung membuka rahasia pernikahan mereka?


Dengan kalem, Ah Jung mengatakan kalau kepura-puraan itu ia akhiri karena So Ran akan keluar negeri. Dan semuanya terasa impas saat ia melihat wajah So Ran yang tercengang karena dibohongi. Begitu juga dengan Ki Joon. Perjanjiannya dengan investor Chen sudah sukses, jadi acting mereka sangatlah sukses. Ki Joon tak percaya kalau mereka berakting.


Ah Jung mengulurkan tangan untuk bersalaman , namun Ki Joon tak menyambutnya. Bahkan ia mengatakan kalau respon Ah Jung seharusnya marah dan bukannya memasang mimic yang tak wajar. Tapi Ah Jung mengatakan kalau ia tak marah, karena mereka hanya berakting, dan tak ada alasan untuk marah. Ia mengatakan kalau lebih baik mereka tak pernah bertemu lagi.


Dan itu menjadi kata-kata terakhirnya sebelum ia pergi.


Ki Joon masih marah pada perkataan Ah Jung. Ia membanting gelas yang diminumnya. Begitu pula dengan Ah Jung. Saat melewati kursi taman, akhirnya tangisnya pecah lagi. Pada saat bersamaan, ayah  pulang dan melihat Ah Jung menangis. Ia memeluk Ah Jung yang akhirnya mengakui kalau semua tidak baik-baik saja.


Keesokan harinya, ayah dan Ah Jung sarapan bersama setelah sekian lama. Ayah menawari Ah Jung untuk melakukan matseon (kencan yang diatur oleh orang tua), dan secara mengejutkan Ah Jung mengiyakannya. Ayah bercanda kalau ia sebenarnya tak ingin Ah Jung pergi meninggalkannya, membuat Ah Jung tertawa. Namun ia serius saat mengatakan kalau ia ingin melakukan matseon.

Sang Hee menemui Tante yang mencari tahu apakah Sang Hee sudah benar-benar melupakan perasaannya pada Yoon Ju. Sang Hee meyakinkan tantenya agar memberi ijin pada Yoon Ju dan kakaknya untuk berhubungan kembali. Selama ini Ki Joon telah terluka karenanya, maka ia hanya ingin agar Ki Joon bahagia.


Ah Jung dan salah satu teman kantornya melakukan tugas luar di salah satu resor di luar kota. Teman Ah Jung menanyai perubahan sikap kerja Ah Jung dan rambutnya yang dipotong pendek. Ia menduga kalau Ah Jung telah mengalami patah hati. Ah Jung hanya menjawab kalem kalau bagaimana ia bisa patah hati jika ia tak memiliki satu hubungan sedikitpun.


Kebetulan, Ah Jung dan teman kantornya datang bersamaan dengan kedatangan Ki Joon yang ternyata sedang mengurusi resor yang bermasalah. Walaupun bersikap dingin, Ki Joon tak dapat menutupi rasa ingin tahunya tentang maksud dan tujuan Ah Jung dan mendapat jawaban dari resepsionis kalau Ah Jung datang untuk mengatur konferensi internasional.


Dan mereka kembali bertemu saat mereka memeriksa lokasi.  Ki Joon memeriksa kesalahan yang dimiliki hotel –termasuk jalur pejalan kaki ke hutan yang masih berbahaya-, dan Ah Jung memeriksa kesiapan ballroom untuk konferensi. Ki Joon akhirnya tak dapat menutupi perasaannya saat Ah Jung memperkenalkan diri seolah-olah pertama kali bertemu.


Ia mengejar Ah Jung yang keluar ruangan terlebih dahulu, dan mengatakan apakah Ah Jung menyukai acting? Karena hotelnya memiliki fasilitas untuk menunjukkan kebolehannya. Dan saat ini, acting apa yang ingin dilakukan oleh Ah Jung. Semua orang yang mendengarnya sangat kaget, karena tak biasanya Ki Joon bertingkah aneh seperti ini. 


Well, wajar saja Ki Joon bersikap seperti itu, karena tak setiap hari ada gadis cantik yang mengaku telah menikah dengannya, kan?


Ah Jung tersenyum mendengarnya karena ia kesini bukan untuk acting. Ia datang ke sini untuk bekerja. Namun Ki Joon yang akhirnya mendapat informasi lengkap dari Manager Park tentang urusan Ah Jung, mengatakan kalau hotel mereka tak akan menangani konferensi yang akan diselenggarakan oleh Ah Jung dan ia meminta Ah Jung pergi. Semua kaget dengan ultimatum Ki Joon, namun Ki Joon tak mau mendengarkan lagi, dan langsung pergi.

Yang tak terima dengan perlakuan Ki Joon adalah teman Ah Jung yang mencegah Ah Jung untuk mengejar Ki Joon. Ia mengajak AhJung pulang saat itu juga dan mencari tempat konferensi lain.


Manager Park yang menyiramkan air dingin ke kepala Ki Joon. Ia tak peduli dengan urusan pribadi Ki Joon, tapi di hotel ia meminta Ki Joon untuk professional, karena konferensi internasional ini sangat penting artinya bagi kelangsungan resor ini. Ia menyuruh Ki Joon untuk minta maaf pada Ah Jung dan tak mencampuradukkan masalah pribadi dengan masalah kantor.


Teman Ah Jung benar-benar tersinggung dengan perlakuan Ki Joon dan mulai berkemas-kemas, tak peduli pada Ah Jung yang mencoba meredakan amarahnya. Ia tak menyangka CEO hotel seperti Ki Joon dapat melakukan hal yang seperti itu, hal yang tak pernah ia alami selama 3 tahun bekerja di Kemenbudpar.


Namun dengan kedatangan Ki Joon yang meminta maaf padanya, teman Ah Jung langsung luluh. Ia menerima permintaan maaf KI Joon, bahkan memberi alasan kalau mungkin Ki Joon tak percaya pada mereka yang mungkin menyamar sebagai wakil dari Kemenbudpar. Ki Joon meminta teman Ah Jung agar memberikan waktu sendiri dengan Ah Jung yang langsung disanggupi oleh temannya.


Setelah mereka sendirian, Ki Joon mengatakan kalau ia kesini sebenarnya bukan untuk minta maaf, tapi meminta Ah Jung untuk pergi karena setiap melihat wajah Ah Jung ia menjadi kesal. Ah Jung pun menjadi marah mendengar perkataan Ki Joon karena ialah yang seharusnya marah, bukannya Ki Joon.

“Jadi, marahlah!”

Ah Jung merasa Ki Joon yang harusnya merasa tak enak pada Ah Jung. Mengapa dulu Ki Joon menciumnya, tak hanya sekali namun malah dua kali. Ki Joon akhirnya mengaku, karena ia menyukai Ah Jung.

Horeee.… akhirnya Ki Joon mengaku juga. Tapi Ah Jung tak percaya dengan pengakuan Ki Joon.

  “Apakah maksudnya kau sedikit menyukaiku dan menyukai Yoon Ju lebih banyak?”  
Tanpa menunggu jawaban dari Ki Joon, ia pergi meninggalkan kamar dan pergi keluar untuk menenangkan diri. Walaupun semakin  jauh ia melangkah, ketenangan itu tak ia dapatkan. Sampai akhirnya ia terduduk kelelahan di dalam sebuah hutan.


Namun belum sempat ia beristirahat lama,kakinya terpeleset dan iapun terjatuh, hingga tak sadarkan diri.


Resor itu ternyata benar-benar bermasalah. Akal sehat mana yang menaruh bangku di tepi jurang?


Teman Ah Jung kebingungan karena Ah Jung hilang. Bersama dengan Manager Park dan beberapa pegawai, mereka mencari Ah Jung. Dan ketika bertemu dengan Ki Joon, mereka melaporkan hilangnya salah satu tamu dari pemerintahan. Ki Joon tak dapat menyembunyikan kekhawatirannya saat mengetahui kalu Ah Jung hilang. Apalagi saat salah satu karyawan hotel melihat ada seorang wanita memasuki hutan dari jalur yang berbahaya.


Mereka mencari dengan berpencar ke seluruh penjuru hutan, Ki Joon yang memisahkan diri dengan rombongan meraskan jejjak Ah Jung. Apalagi saat ia menemukan gantungan kunci yang biasanya tersemat di handphone Ah Jung. Ia berteriak-teriak mencari Ah Jung namun tak ada jawaban.

Malam menjelang, dan Ah Jung tersadar dari pingsannya. Ia etakutan mendengar suari ewan malam yangmulai keluar. Ia berteria-teriak minta tolong. Teriakannya semakin kencang saat ia mendengar namanya dipanggil-panggil. Ia berteriak balik meminta tolong, sehingga penolong itu dapat mendengar suaranya.


Dan saat sinar senter terarah padanya, ia sangat senang. Namun betapa terkejutnya ia saat mengetahui penolongnya tak lain dan tak bukan adalah Ki Joon. Burur-buru Ki Joon meluncur turun ke dasar tebing, yang dihardik oleh Ah Jung yang khwatir akan keselematan Ki Joon yang meluncur turun. Tapi Ki Joon tak peduli.


Ia menelepon Manager Park kalau ia telah menemukan Ah Jung dan memberitahu lokasinya sekarang. Saat ia menarik Ah Jung berdiri, ia jadi tahu kalau kaki Ah Jung terkilir. Maka ia menawarkan untuk menggendong Ah Jung di punggungnya.


Namun Ah Jung yang tak ingin mengalami kontak fisik dengan Ki Joon lagi, memintanya agar menunggu bala bantuan datang, yang jika sesuai perkiraan Ki Joon hanya memakan waktu 30 menit saja. Akhirnya mereka berdua duduk dan menunggu.


Melihat Ah Jung kedinginan, Ki Joon menyampirkan jasnya ke pundak Ah Jung.  Ah Jung yang masih kecapekan, terkantuk-kantuk dan Ki Joon perlahan-lahan mendekatkan diri ke samping Ah Jung agar Ah Jung dapat menyandar padanya. Dan Ah Jung pun tertidur pulas. Ki Joon tersenyum melihatnya.


Saat Ah Jung terbangun, ia telah berada di rumah sakit dan Ki Joon masih menungguinya. Ia menjelaskan kondisi kaki Ah Jung yang akan sembuh beberapa hari lagi.


Ah Jung beranjak meninggalkan tempat tidur, tapi dihentikan oleh Ki Joon yang berkata,

“Maksudku bukan aku sedikit menyukaimu dan menyukai Yoon Ju lebih banyak..”
Tapi Ah Jung tak mau mendengarkan bantahan Ki Joon, karena ia tak mau salah paham lagi ataupun seperti orang bodoh. Untungnya teman Ah Jung datang sehingga obrolan yang sensitive itu terhenti.

Di saat yang bersamaan, Ki Joon dan Ah Jung pulang. Namun berbeda dengan saat di rumah sakit, Ki Joon sangat acuh. Teman Ah Jung heran, mengapa Ki Joon seperti ini sekarang, padahal saat Ah Jung hilang ia sangat khawatir sekali. Ah Jung tak mengatakan apapun.


Sesampainya di rumah, Ki Joon mendapat pesta kejutan dari Sang Hee dan Yoon Ju. Bukan untuk memperingati hari ulang tahunnya, tapi ulang tahun Sang Hee. Jelas sekali Sang Hee ingin menyatukan Ki Joon dengan Yoon Ju kembali, walaupun sebenarnya Yoon Ju dan Sang Hee sangat akrab dan nyambung saat berbicara dan bercanda. Ki Joon hanya tersenyum menatap mereka berdua yang masih bercanda, dan berkata karena hari ini hari yang baik.

Ki Joon mengantarkan Yoon Ju pulang. Ia menolak permintaan Yoon Ju yang menginginkan ia menyanyikan lagu favoritnya yang sedang diputar di radio. Yoon Ju mengatakan kalau Ki Joon sekarang sudah berubah, karena dulu Ki Joon selalu mau menyanyikan lagu ini.


Mereka pergi ke suatu tempat yang Yoon Ju ingin datangi sejak lama. Ternyata semuanya tampak sama seperti 3 tahun yang lalu. Yoon Ju dengan riang berkata, bagaimana mungkin semuanya sama seperti dulu?


Mmmhh… semua kecuali hati Ki Joon?


Dan begitu pula yang dipikirkan Ki Joon. Ki Joon meminta Yoon Ju untuk kembali ke Paris setelah pekerjaannya selesai, karena lebih banyak kesempatan di Paris daripada di Seoul. Yoon Ju kaget mendengar ucapan Ki Joon.


Apalagi saat Ki Joon mengatakan kalau mereka tak seharusnya memulai dari awal lagi, karena ia sekarang sudah menyukai seseorang. Saat Yoon Ju menebak wanita itu adalah Ah Jung, Ki Joon tak menjawab.



Di café, Sang Hee melihat penyanyi di café ngambek karena Ae Kyung pilih kasih. Dulu Ae Kyung berpacaran dengan ayahnya dan ayah Ah Jung (walau tidak dalam waktu yang bersamaan), namun kenapa hanya Ah Jung yang diberi kesempatan Matseon dengan pria pilihan Ae Kyung?


Hihihi.. ternyata Ae Kyung keren juga, dapat membina hubungan baik dengan mantan pacar-pacarnya, bahkan anak pacar dianggap anaknya pula.


Sang Hee kaget saat tahu Ah Jung ingin melakukan matseon. Ia menemui Ah Jung di taman dan meminta ucapan selamat ulang tahun dari Ah Jung walaupun sudah terlambat. Hehehe.. Kadang-kadang, saya merasa Sang Hee masih seperti anak kecil.


Ia juga menanyakan masalah matseon yang akan dilakukan Ah Jung. Apakah hal itu memang benar? Ah Jung yang sudah melihat foto pria yang akan dikenalkan dan identitas pria itu, hanya mengiyakan. Dan saat Sang Hee menanyai pekerjaan pria yang akan ia temui, Ah Jung mengatakan kalau pria itu adalah analis keuangan yang tinggal di New York dan ia mempunya yacht pribadi.


Sang Hee menanyai Ah Jung sekali lagi, tentang keinginannya melakukan matseon? Ah Jung dengan yakin mengatakan iya, yang membuat Sang Hee langsung pergi. Ah Jung bertanya-tanya, apakah bualannya tentang yacht pribadi itu sudah keterlaluan?


Hehehe.. sepertinya iya.


So Ran bersiap-siap untuk keluar negeri. Dan bukannya Jae Bum menahannya, tapi malah mengatakan kalau apartemen yang mereka tinggali sepertinya terlalu besar untuknya. Maka ia menginginkan agar apartemen ini disewakan atau dijual saja. So Ran kesal karena tak menyangka kalau Jae Bum begitu cuek seolah bukan ia yang merasa bersalah karena berselingkuh.


Saat makan malam, Jae Bum meminta maaf karena perselingkuhannya diketahui oleh Ah Jung. Jika saja ia lebih sukses daripada Ki Joon, maka So Ran mungkin tak akan seperti ini. Namun So Ran memotong perkataan Jae Bum dengan memberinya berita kalau Ah Jung tak pernah menikah dengan Ki Joon. Jae Bum kaget mendengar hal itu.


Takdir ternyata mempermainkan mempertemukan Ah Jung dan Ki Joon lagi. Setelah pria yang akan ditemuinya ternyata menginap di Hotel World dan ingin menemui Ah Jung di restoran hotel. Dan lebih parahnya lagi, Ki Joon juga kebetulan menemui rekan bisnisnya di tempat dan jam yang sama.


Walau ia mengaku pada teman kencannya kalau ia tak mengenal Ki Joon, tapi Ah Jung tak dapat menyembunyikan kegugupannya, merasakan Ki Joon berada di belakangnya. Dengan sikap terlalu ceria, ia menanyai tentang pekerjaannya sebagai analis, dan mengakui kalau pekerjaan sebagai analis adalah lebih baik daripada menjadi direktur sebuah hotel.


Mungkin ia berharap Ki Joon mendengar dan bereaksi. Tapi reaksi yang didapat hanyalah Ki Joon yang mengantar tamunya pergi. Ia menjadi kesal dan memotong daging steak dengan sedikit keras, membuat teman kencannya bertanya mungkinkah dagingnya tak enak? Ah Jung mengatakan tidak, dan ia pamit untuk ke rest room.


Di saat yang sama, Sang Hee memikirkan ucapan Ah Jung, dan sepertinya ia ingin mencegah Ah Jung untuk melakukan matseon. Maka ia mengarahkan mobilnya ke hotel World. Dan dengan tekad yang bulat, ia masuk ke dalam lift menuju restoran.


Ah Jung yang telah berhasil menenangkan diri, keluar dari rest room yang berdekatan dengan lift. Baru beberapa tapak ia melangkahkan kaki dari restroom, tangannya ditarik dengan kasar..


.. oleh Ki Joon!

Komentar :
Di awal sampai tengah episode/adegan di resor, saya tak terkesan dengan sikap Ki Joon. Untung yang menarik tangan Ah Jung adalah Ki Joon. Jika itu adalah Sang Hee… pasti ada yang akan mengasah pisau di sini.

Saya malah terkesan dengan Manager Park. Dengan kepala dingin, ia memberi jawaban yang dapat memecahkan masalah Ki Joon. Kadang kala bertindak kejam dapat menyembuhkan sebuah luka. Yoon Ju memiliki ilusi yang dipegang selama 3 tahun yang kontradiktif. Ia mengharapkan Sang Hee berubah, tapi tak berpikir kalau Ki Joon juga dapat berubah. Jika Sang Hee yang mencintainya sejak SMP saja dapat mendinginkan perasaannya, begitu pula dengan Ki Joon. Bahkan Ki Joon mungkin dapat lebih cepat melupakan rasa cintanya, karena ia juga mencintai adiknya.

Jika ada pepatah yang mengatakan waktu akan menyembuhkan luka di hati, sepertinya ada yang kurang. Karena selain waktu, kemauan seseorang juga berpengaruh. Apakah orang itu mau sembuh atau tidak.


Ki Joon mati-matian menyembuhkan luka di hati selama 3 tahun, dan ingin membuka lembaran baru. Namun sebaliknya dengan Yoon Ju. Ia menunggu luka itu terbuka selama 3 tahun, berharap Ki Joon membantunya untuk menyembuhkan luka itu.


So  grow up, Yoon Ju!

Selanjutnya : Episode 10


1 comment :

  1. haha, emang berubah semua ya mbak..
    suka mbak dee masih kayak dulu, komennya masih banyak ^^
    oya, ndyranya jadi privat karena dira belum bisa ngurus lagi nih, masih sibuk-juga masih belum pingin diliat hehe..
    oya, mbak dee masih sering ngirimin pikunya tamrakah ke pd?

    ReplyDelete