May 17, 2011

Sinopsis 49 Days Episode 17


Adakah yang lebih menyedihkan jika kita dapat memandang, tapi tak dapat menyentuh? Jika kita dapat merasakan tapi tak mampu berkata-kata? Jika kita berada di dunia yang sama tapi ada udara yang memisahkan kita?


Till death do us apart.

Sinopsis 49 Days Episode 17


Yi Kyung berangkat ke Stasiun Seoul tanpa mempedulikan pada apa atau siapa yang ia tinggalkan. Han Kang yang panik, berteriak mencari Ji Hyun. Sementara Ji Hyun yang sudah lemah, hanya terbaring tak berdaya.
Untung Scheduler datang membantunya dan mengantarkannya ke stasiun. Hanya inilah yang bisa ia lakukan. Ia ingin Ji Hyun membawa Yi Kyung kembali.


Han Kang yang tak tahu harus kemana mencari Yi Kyung maupun Ji Hyun tak hilang akal. Dengan berbekal informasi jenis taksi yang dinaiki Yi Kyung, ia menelepon perusahaan taksi dan meminta bantuan untuk mencari tahu posisi istrinya sekarang yang ingin bunuh diri.


Hampir bersamaan, Han Kang dan Ji Hyun menemukan kereta Yi Kyung. Han Kang yang lebih sigap, masuk kereta lebih dahulu dan langsung duduk menemui Yi Kyung.


Setelah memperkenalkan diri, Han Kang meminta agar Yi Kyung tidak kaget akan kehadirannya. Tapi ia sedang mencari seseorang yang berada di tempat Yi Kyung seharusnya berada. Han Kang tak dapat menjelaskan lebih detail, karena tahu Yi Kyung akan bingung…


Tapi Yi Kyung tahu. Han Kang terkejut. Bahkan lebih terkejut lagi saat mengetahui Yi Kyung pergi karena Ji Hyun. Han Kang meminta Yi Kyung agar tidak pergi. Namun Yi Kyung tak bergeming. Untuk apa ia meminjamkan tubuhnya pada hantu?

“Maafkan aku, Kak. Maafkan aku karena marah padamu kemarin.”
Yi Kyung mendengar Ji Hyun. Samar-samar ia melihat bayangan Ji Hyun yang duduk di samping Han Kang. Ia mendengar Ji Hyun memohon agar Yi Kyung menolongnya sepuluh hari lagi agar ia bisa hidup kembali. Tapi jika ia tak mau, bisakah Yi Kyung menolongnya hanya satu hari saja? Agar ia dapat berpamitan pada orang tuanya, dan mengatakan sesuatu pada temannya (Han Kang) ini.


Han Kang menyadari kalau Ji Hyun mungkin berada di sekitar mereka saat melihat raut muka Yi Kyung berubah dari dingin dan akhirnya meneteskan air mata.


Min Ho melihat-lihat rumah yang dulu pernah ditinggali Ji Kyung. Ibu pemilik rumah sewa mengatakan kalau Yi Kyung sudah pergi, namun ada laki-laki yang mencarinya namun tak sempat bertemu.


Han Kang membawa Yi Kyung pulang dan bertanya apakah ia dapat mendengar Ji Hyun? Karena ia yakin kalau keputusan Yi Kyung ikut bersamanya bukan karena permintaan darinya. Dan apakah ia tak terkejut mendapati ada jiwa lain yang berada di dekatnya?


Yi Kyung tak begitu kaget karena ingatan Ji Hyun sedikit banyak tertinggal dalam dirinya. Dan mereka berdua akan mengenal lebih banyak lagi di rumah. Dan menjawab kekhawatiran Han Kang pada kondisi Ji Hyun, Yi Kyung pun menyampaikan pesan dari Ji Hyun kalau ia baik-baik saja.

Scheduler muncul dan mengucapkan selamat pada Ji Hyun karena bertemu Yi Kyung. Dan ia tak perlu khawatir akan kemungkinan buruk yang terjadi padanya, karena Han Kang sepertinya tahu bagaimana cara memperlakukan Ji Hyun-Ji Kyung-Yi Kyung tanpa melanggar aturan 49 hari. Dan masalah Yi Kyung yang sekarang dapat mendengar dan melihatnya, hal itu sering terjadi karena mereka berdua sering berkomunikasi.


Kembali ke rumah YI Kyung, kedua gadis itu bicara dari hati ke hati. Kecelakaan yang menimpa Ji Hyun bukan sepenuhnya salah Yi Kyung, ia juga bersalah karena mengambil handphone saat menyetir, sehingga terjadi kecelakaan itu. Namun bukan berarti ia mendiami raga Yi Kyung karenanya. Tapi Ia tak dapat menjelaskan lebih rinci lagi mengapa ia dikirim pada Yi Kyung.


Han Kang masih harap-harap cemas menunggui kedatangan Yi Kyung ataupun Ji Kyung. Dan saat sosok Yi Kyung keluar dari rumah, ia menatap ragu padanya.


Namun saat Yi Kyung menyapanya, Han Kang tersenyum lega karena yang dihadapannya adalah Ji Kyung.


Mereka pun berjabat tangan, seakan menegaskan ‘pertemuan’ mereka kembali. Ji Kyung berencana untuk tinggal di rumah karena ingin melakukan sesuatu dan akan pergi kerja esok hari.


Dan keinginan itu adalah adalah belanja. Scheduler yang muncul tiba-tiba. Ia berterima kasih karena membawa Yi Kyung pulang. Ji Kyung pun menggerutu kalau yang Scheduler pikirkan hanyalah Yi Kyung saja. Mungkin Scheduler tak peduli padanya mau mati atau tidak sepuluh hari lagi.


Scheduler mengambil makanan-makanan mahal yang segera diprotes oleh Ji Kyung. Namun Scheduler memeluk pundak Yi Kyung sambil berkata jika Ji Kyung ingin memasak untuk Yi Kyung, maka memasaklah yang benar.


Ji Kyung yang rishi dengan perlakuan Scheduler mengingatkan kalau ia adalah Ji Hyun bukannya Yi Kyung. Dan ini malah mengingatkan Scheduler juga kalau ia tak boleh berdekatan dengan Han Kang menggunakan raga Yi Kyung. Bahkan juga berpegangan tangan.


LOL, Note: meet Yi Soo, The cute, grumpy and jealous Scheduler..

“Tapi bagaimana kalau Yi Kyung mengijinkannya?” tantang Ji Kyung sambil meninggalkan Scheduler yang menatap Ji Kyung tak percaya. Yi Kyung mengijinkan?


Ketika tiba saat Yi Kyung bangun, ia mendapati kalau Ji Hyun menyiapkan makanan untuknya. Ji Hyun meminta Yi Kyung agar mencoba sayur bayam yang ia buat. Apakah terlalu asin? Yi Soo yang menyarankan agar memberikan sayur bayam itu sebagai makanan pendamping.


Yi Kyung terkejut karena nama itu keluar lagi dari mulut Ji Hyun. Apakah ia mengenal Yi Soo? Ji Hyun memberi tahu kalau Yi Soo telah menunggu 5 tahun untuk menemuinya. Walaupun ada banyak hal yang tak dapat ia ceritakan, tapi ia tahu.


Ia tahu kalau Yi Kyung berpura-pura menyukai bayam dan selalu membuatnya karena sebenarnya Yi Soo yang menyukainya. Dan Yi Kyung tak mau memberi sosis Vienna karena mahal padahal ia menyukainya. Maka Yi Soo selalu membelinya dengan alasan ialah yang menyukainya.


Yi Kyung tak dapat menahan air matanya. Pada Ji Hyun ia menceritakan bagaimana kerasnya mereka bekerja untuk membiayai hidup dan sekolah mereka. Apalagi Yi Soo yang bekerja di beberapa tempat, tapi selalu menyempatkan diri membuat makan siang untuknya. 


Walaupun Yi Kyung meminta Yi Soo untuk tak membuatkan lagi dan memakai waktunya untuk tidur, tapi Yi Soo tak mau. Ia merasa kasihan pada Yi Kyung yang tinggal di satu kamar kecil. Maka ia mengumpulkan uang bagi mereka agar dapat tinggal di satu rumah yang cukup untuk mereka berdua.


Apakah Ji Hyun pernah menemui Yi Soo? Ji Hyun mengangguk. Ia bahkan menjelaskan kalau foto Yi Soo dengan gadis lain itu diambil tanpa sepengetahuannya. Yi Kyung menangis mengingat hal itu. Dapatkah ia bertemu dengan Yi Soo? Ji Hyun tak tahu kapan waktu itu akan tiba, tapi tak akan lama lagi ia dapat bertemu dengan Yi Soo, jadi ia minta Yi Kyung untuk bersabar.

Photobucket Photobucket

Min Ho menerima telepon dari In Jung yang mengabarkan kalau Yi Kyung telah kembali lagi. Min Ho  tak percaya, karena ia telah memastikannya sendiri kalau Yi Kyung telah pergi. Namun hal itu bisa saja terjadi karena In Jung melihat Han Kang berada di depan rumah Yi Kyung.
Maka Min Ho pun pergi menemui Yi Kyung yang sedang bekerja di Café. Ia menyela pembicaraan Yi Kyung dan dr. Noh yang diberi tahu kalau Yi Kyung telah meninggalkan jiwa itu di Busan.
Berbeda dengan dr. Noh yang percaya dengan penjelasan Yi Kyung, Min Ho tak percaya sama sekali. Apalagi saat Yi Kyung memberitahu kalau ia akan bekerja di Heaven pada siang hari. Karena ia selalu tidur di siang hari, maka ada roh yang bisa merasuki tubuhnya. Maka ia memutuskan untuk bekerja di siang hari agar roh itu tak masuk menggantikan dirinya. Dan ia akan menggantikan roh gadis itu di Heaven. Tak ada orang yang mengetahui perbedaannya, kan?
Min Ho tak percaya bualan Ji Hyun. Memang ia orang bodoh?
Yi Kyung hanya menatap Min Ho datar dan berkata, 
”Apakah aku kelihatan seperti Shin Ji Hyun?”
Ji Hyun dan Scheduler ternyata menyaksikan perang kata dan mental ini. Scheduler merasa frustasi karena Yi Kyungnya mengambil resiko yang berbahaya dengan menghadapi Min Ho sendiri. Ji Hyun membela diri (mungkin takut kalau Scheduler marah padanya),

“Aku tak meminta Kak Yi Kyung untuk melakukannya. Kak Yi Kyung sendiri yang mempunyai ide seperti ini.”
Yi Soo memandang Ji Hyun dan berkata,

“Tentu saja. Apa mungkin kau yang memikirkan hal seperti ini?”
Note : Meet Yi Soo : The cute-grumpy-jealous-and-proud of his girlfriend Scheduler..
Kabar baik yang dimiliki Han Kang adalah Yi Kyung mau membantu Ji Hyun. Tapi kabar buruknya adalah ayah Han Kang memberitahu kalau perusahaan yang mereka selidiki adalah perusahan fiktif.


Dan berita buruk datang dari ibu Ji Hyun yang memintanya datang karena mendengar kalau perusahaan sedang mengalami masalah uang. Ibu bertanya dimana Min Ho saat ini. Dan Han Kang sekarang mempertimbangkan untuk  mengeluarkan stempel Ji Hyun untuk menyelamatkan perusahaan.


Waktu yang tersisa : 9 hari lagi.

Han Kang pun menemui Ji Kyung dan mengatakan kalau sepertinya Ji Hyun mempercayakan stempelnya untuk Ji Kyung simpan, bukan? Dan Han Kang meminta bantuan Ji Kyung untuk menggunakannya. Ji Kyung mengangguk, namun berhati-hati menjawab karena kalungnya sempat memerah.


Dan operasi penyelamatan perusahaan pun dilakukan.


Saham perusahaan memang terus menurun, tapi ibu Ji Hyun menjaminkan aset keluarga yang berupa Pulau Haemi dengan menggunakan stempel milik Ji Hyun. Dan tindakan ini dilakukan tanpa sepengetahuan Min Ho. Namun In Jung mendapat kabar tentang penyelamatan perusahaan yang dilakukan oleh Han Kang dan Ji Kyung.


Han Kang mendapat berita kalau usaha penyelamatan perusahaan berhasil dilakukan. Kebetulan Ji Kyung datang dan juga mendengar berita ini. Mereka kegirangan dan hampir berpelukan,


.. kalau saja Ji Kyung tak teringat peringatan Scheduler


He heh.. Untuk menutupi kecanggunannya, pelukan untuk mengungkapkan rasa terima kasih Ji Kyung digantikan dengan.. ya, ucapan terima kasih. Han Kang menggoda Ji Kyung kalau apa yang akan dilakukan Ji Kyung noona untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya?


Ji Kyung pun hanya bisa merajuk kalau Han Kang malah lebih sebagai oppa-nya daripada ia menjadi noona-nya. Bagi Ji Hyun yang ekspresif, ia ingin menunjukkan perasaannya. Tapi sebagai Ji Kyung, ia tak boleh menunjukkan hal itu. Jadi yang dapat ia lakukan hanyalah minta maaf pada Han Kang. Han Kang pun dapat memahami hal itu.

Sepertinya kedatangan In Jung ke rumah sudah siap dihadapi oleh Ji Kyung. Ia mempersilahkan In Jung masuk, karena ia pernah melihat In Jung di café tempat Yi Kyung bekerja. Dan ia minta In Jung tak menggunakan bahasa yang akrab (banmal) padanya, karena mereka (sebagai Yi Kyung) belum pernah berbicara sebelumnya.


Jelas Ji Hyun dan Yi Kyung sudah bertukar informasi untuk mempersiapkan diri menghadapi musuh dalam selimutnya. In Jung sekarang mulai kebingungan karena ia merasa yang dihadapannya adalah Ji Hyun, tapi mengapa Ji Hyun mengetahui kalau ia menguntit Yi Kyung ke café? Namun In Jung belum menyerah. Mengapa stempel Ji Hyun ada pada Yi Kyung?


Ji Kyung pun menjawab dingin. Apa yang akan In Jung lakukan jika ia adalah Ji Hyun? Dan bagaimana jika ia adalah Yi Kyung? Dan Ji Kyung malah menakut-nakuti In Jung dengan mengatakan karenasekarang Ji Hyun tak memiliki raga yang bisa dihuni, Ji Hyun mungkin akan mengikuti In Jung. Dan jika Ji Hyun bisa sadar dari komanya, hal itu pasti disebabkan oleh In Jung (yang mengkhianati sahabatnya).

Akhirnya ayah tahu tentang perbuatan Min Ho pada perusahaannya. Namun ibu buru-buru menambahkan kalau perusahaannya sementara ini sudah cukup aman. Han Kang pun bertanya kepada ayah, tentang perusahaan yang bekerja sama dengannya untuk proyek Pulau Haemi dan nama orang yang memperkenalkan perusahaan tersebut.


Min Ho masih yakin kalau gadis yang ada di raga Yi Kyung adalah Yi Kyung sendiri. Tapi In Jung memastikan kalau dia masih Ji Hyun. Dan pasti Ji Kyung memiliki rencana lain, karena dia memperoleh stempel tersebut dan sekarang menggunakannya untuk menyelamatkan perusahaan.


Min Ho kaget dan marah pada In Jung, kenapa baru sekarang ia diberitahu tentang penyelematan Ibu dan stempel.


Sesampainya di rumah, In Jung mendapati Seo Woo yang juga masih marah padanya. Dan ia berniat untuk pindah dari rumah ini. Kelakuan In Jung yang membuat perusahaan Ayah Ji Hyun bangkrut menakutkannya.


In Jung minta maaf dan meminta Seo Woo jangan meninggalkannya. Ia mengaku tak bisa menghentikan Min Ho karena ialah yang menipu Min Ho lebih dulu. Ia menyukai Min Ho saat pertama kali mereka bertemu. Karena malu, ia mengaku kalau ia adalah putri dari ayah Ji Hyun.


Kebohongannya pada Min Ho dan perasaannya sebenarnya pada Ji Hyunlah yang mendorongnya melakukan hal ini. Tentu Seo Woo juga merasakan hal yang sama, karena ia juga menyukai Han Kang. Seo Woo hanya menjawab,
  “Seberapapun cintaku pada seorang pria, aku tak akan menusuk temanku sendiri dari belakang.”
Atta girl! Dan Seo Woo pun menyuruh In Jung untuk pindah ke rumah Min Ho.
Melihat jatuh bangunnya Ji Hyun menyelamatkan keluarganya walaupun ia sudah di ambang kematian, Yi Kyung baru merasakan kalau seperti inilah rasanya keluarga. Dan saat bersama Han Kang, ia bisa tahu bagaimana perasaan suka Han Kang dan Ji Hyun satu sama lain.



Yi Kyung yang sudah merasakan ditinggal Yi Soo merasa jika ia adalah Ji Hyun, ia akan lebih baik jika dapat memandang Han Kang lebih lama lagi. Namun Ji Hyun yang akan meninggalkan Han Kang mengatakan justru itu akan lebih menyakitkan baginya. Karena ia akan melihat Han Kang terluka lebih dalam karena akan ditinggal olehnya selamanya.


Pada Han Kang, Seo Woo memberitahu kalau ia pindah karena tak tahan melihat In Jung. Han Kang bersyukur karena Ji Hyun memiliki teman seperti Seo Woo. Perhatian Han Kang pada sahabatnya ini tak luput dari perhatian Seo Woo yang menyukai Han Kang.


Maka ia bertanya, jika Ji Hyun tak akan bangun lagi, dan jika ada wanita lain yang menyukainya, maka berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh gadis itu untuk menunggu Han Kang?


Mendengar perkataan Seo Woo, Han Kang tak mampu berkata-kata.


Han Kang mencoba menelepon Ji Kyung, namun dari terdengar voice mail dari Scheduler yang mengatakan kalau teleponnya mati. Ia mencoba saran Paman Manager untuk melacak keberadaanya dengan GPS. Dan suara Scheduler pun muncul kembali, menunjukkan tempat persisnya yaitu aparteman Kang. Min. Ho.


Ternyata  Ji Kyung datang lagi ke apartemen Min Ho untuk membuka brankasnya dengan menggunakan ulang tahun dari ibunya. Ternyata benar, namun sayangnya brankas itu telah kosong. Ji Kyung kecewa, karena usahanya tak membawa hasil.


Dan menunggu didepan kamar adalah Min Ho yang memandang Ji Kyung marah. Kali ini alasan apapun dari Ji Kyung tak  mempan untuk menghadapi Min Ho. Min Ho merinci semua kemiripan Ji Hyun dan tujuannya datang ke apartemennya, membuat Ji Hyun panik dan keluar dari raga Yi Kyung.


Yi Kyung yang tersadar kalau ia dibawa Ji Hyun ke rumah Min Ho tanggap akan situasi ini. Min Ho yang belum mengetahui kalau Ji Hyun sudah pergi masih menyebutkan kemiripan Ji Hyun dengannya. Yi Kyung pun menjawab dengan kalem kalau Min Ho memang mencintai Ji Hyun. Kalau Min Ho mencintai dirinya saat Ji Hyun mendiami raganya, berart Min Ho mencintai Ji Hyun bukan Yi Kyung.


Min Ho merasa gila dengan keadaan ini. Ia bersumpah akan merebut Pulau Haemi sebagai balasan kegilaan  yang dirasakannya selama ini. “Berarti kau masih mencintainya,” kata Yi Kyung kalem.

Sekelompok orang memasuki rumah Min Ho. Salah satunya adalah dukun yang dapat merasakan roh lain yang mendiami raga Yi Kyung. Dan ia tak merasakannya. Min Ho menyuruh dukun itu mencari ke tempat lain.


Maka dukun itu meraba seluruh ruangan, hingga akhirnya di pojok ruangan ia berkata,

“Ia di sini.”
Ji Hyun ketakutan mendapati dirinya telah ketahuan. Ia tak tahu harus melakukan apa.


Untung Han Kang datang dan menggedor pintu.


Min Ho berniat mengacuhkannya, sampai ada suara polisi yang mendapat laporan kalau ada seseorang yang ditahan diluar kemauannya.


Akhirnya pintu dibuka, dan Ji Hyun pun menggunakan kesempatan itu untuk lari keluar. Han Kang pun menarik Yi Kyung keluar dari rumah Min Ho.


Dan polisinya? Min Ho dan yang lain bingung karena tak ada polisi yang menunggu di depan kamarnya.

Polisi itu sekarang sedang membentak Han Kang karena memarahi Yi Kyung yang tanpa takut pergi ke apartemen Min Ho.

“Kenapa kau marah pada Yi Kyung-ku?”
Note : Meet Yi Soo : The possessive-cute-grumpy-jealous-and-proud of his girlfriend Scheduler..

Yi Kyung menjawab kalau ia adalah Yi Kyung. Han Kang pun akhirnya menyadarinya Yi Kyung tak memakai kalung air mata itu. Dan kedatangan Ji Kyung ke rumah Min Ho sebenarnya adalah untuk mencari dokumen yang berkaitan dengan proyek Haemi, yang menyadarkan Han Kang kalau untuk itulah Ji Kyung bersikeras untuk tetap bekerja di rumah Min Ho.


Min Ho merasa frustasi. Ia meluapkan kemaraahannya saat In Jung datang. Ia tak tahu lagi siapa yang dicintainya. Ji Hyun atau Yi Kyung?


Dan kemarahan itu membuat dirinya tak peduli lagi saat ayah Ji Hyun memastikan keterlibatannya dengan hancurnya perusahaan. Bahkan saat bertemu dengan partner kejahatannya, ia memastikan akan menyerahkan perusahaan ayah Ji Hyun, tapi ia akan mengambil Pulau Haemi.


Yi Kyung berkemas-kemas untuk pindah ke Heaven. Ia hanya membawa sedikit barang. Dan barang kenangannya dengan Yi Soo. Han Kang pun membantu membawakannya.


Di dalam rumah Han Kang, Scheduler ikut masuk sambil menggendong Ji Hyun. Yi Kyung memberitahu Han Kang kalau Ji Hyun berada di atas sofa. Han Kang pun mencoba merasaan kehadiran Ji Hyun.


Begitu pula Yi Kyung. Ia seakan merasa kehadiran Yi Soo saat Scheduler mencoba menyentuhnya.


Yi Kyung makan malam ditemani oleh Han Kang yang berterima kasih karena mau membantu Ji Hyun. Yi Kyung berkata kalau ia tersentuh oleh Ji Hyun. Dirinya ingin sekali mati, namun kehidupan yang ia miliki ternyata sangat berharga bagi Ji Hyun yang ingin sekali hidup. Ia juga berhutang pada Ji Hyun, walaupun ia tak menyebutkan hutang apakah itu.


Ji Hyun berterima kasih pada Scheduler karena menyelamatkannya lagi. Tapi Scheduler menjawab kalau ia hanya menyelamatkan Yi Kyung. Namun Ji Hyun tetap berterima kasih. Karena Scheduler menyelamatkan Yi Kyung, iapun ikut selamat.


Yi Kyung tak dapat tidur. Ia ingin berjalan-jalan dan mengajak Ji Hyun untuk turun. Namun Ji Hyun sudah tak memiliki tenaga untuk itu. Ia menyuruh Yi Kyung untuk pergi sendiri.


Dan dibawah ia menemukan Han Kang yang juga tak dapat tidur. Ia pun memberitahu Han Kang kalau Ji Hyun merasa aman berada di rumah Han Kang.


Ia juga memberitahu kalau waktu yang dimiliki Ji Hyun hanya tersisa sedikit saja dan meminta Han Kang untuk tak terlalu berharap banyak. Berdasarkan pengalamannya, semakin besar rasa cinta Han Kang, maka semakin berat pula melepaskannya.


Han Kang marah mendengar Yi Kyung mengatakan seolah-olah Ji Hyun akan meninggal. Ia memastikan kalau ia tak akan menyerah sampai akhir. Dan ia minta Yi Kyung untuk tak mengatakan seperti itu pada Ji Hyun.


Dan iapun meninggalkan Yi Kyung.


Yang segera memeluknya dari belakang.


Komentar :


A lot of comment are floating in my mind now. But I’ll keep it for Episode 18. Just continue to next episode of 49 Days.


Selanjutnya : Episode 18

[ Episode 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 Tamat ]

1 comment :

  1. hahaha, KEEP POSTING MBAK!!!
    fighting..
    dira like, like, like sama first sentence di atas!!! ^^
    makasih

    ReplyDelete