March 25, 2011

Sinopsis 49 Days Episode 1 - 2


 Drama ini ternyata tak segelap dan seberat yang saya bayangkan. Bahkan terasa sangat ringan, mirip dengan perasaan yang saya dapatkan saat saya menonton Brilliant Legacy/Shining Inheritance.
  
Selain Bae Soo Bin yang memerankan Kang Min Ho, ada bebarapa wajah lama yang pernah muncul di Brilliant Legacy dan Prosecutor Princess.




Kehidupan berlangsung seperti biasanya. Ada kelahiran, ada juga kematian. Ada tawa bahagia, ada pula tangis kesedihan. Dari setiap kejadian itu, ada orang-orang yang memperhatikan setiap kejadian dengan awas. Menanti apa yang terjadi di dunia bawah sana.


Kesedihan bisa menjadi kebahagian, namun tawa bahagia dapat juga menjadi tangis kesedihan. Dan salah satunya adalah pertunangan Song Ji Hyun yang akan batal jika kemacetan kota Seoul tak akan terurai saat itu juga.


Untung ada sahabatnya, In Jung yang menyelamatkannya dari tragedy batalnya pertunangan antara Ji Hyun dan Kang Min Ho.


Walaupun mungkin jika pertunangan itu batal, ada yang merasa senang karena keterlambatannya datang ke pesta pertunangan itu tak akan terlihat.. Dia adalah Han Kang, teman SMA Ji Hyun, dan teman baik Kang Min Ho saat belajar di Amerika. Namun jika ditanya siapakah Ji Hyun, Han Kang akan menjawab bahwa Ji Hyun adalah calon istri teman baiknya, tapi bukan teman Han Kang.


Sedikit kontradiktif dengan perkataanya, Han Kang sangat memperhatikan Ji Hyun. Ia masih ingat kesukaan Ji Hyun yang menyukai rasa bawang putih di tiap makanannya, dan kebiasaannya mencubiti jarinya jika ia sedang gugup.


Kegugupan Ji Hyun semakin bertambah, karena tak ada hujan maupun badai, ayah Ji Hyun meminta mereka untuk segera menikah secepatnya. Untuk apa menunda-nunda jika bisa menikah sekarang, saran ayahnya, kecuali jika Min Ho tak memiliki keinginan untuk menikahi putrinya.


Cara yang tepat untuk menyuruh calon menantu yang memiliki ego tinggi agar segera menikah. Akhirnya Min Ho menyetujui saat itu juga. Dan sebagai ganti lamaran ayah Ji Hyun pada mereka, Min Ho melamar Ji Hyun secara resmi saat ia sedang memilih gaun pengantin.


Dan mereka pun harus bergegas untuk mempersiapkan pernikahan indah yang tinggal menghitung hari. 
Di sisi kehidupan yang lain, ada juga kehidupan yang berjalan perlahan  dan tanpa suara  Kehidupan itu milik Song Yi Kyung. Ia menjalani hidupnya dengan lambat, seperti tak ada yang mengejarnya. Tapi karena memang tak ada tujuan yang perlu ia kejar. Tujuan itu seperti hanya masa lalu yang menjadi kenangan baginya.


Ia tak mempedulikan kehidupannya lagi. Saat pelanggan toko menyapanya, ia menyapa kembali tanpa semangat dan menghindari kontak mata. Bahkan saat perampok ingin merampok tokonya, ia memilih untuk mengorbankan diri sendiri, meminta perampok untuk membunuhnya saja.


Akhirnya pada suatu hari, ia berjalan ke suatu jalan, membawa setangkai mawar kering dan menatap ke aspal. Mengingat masa lalu, dimana di atas aspal itu tergambar sosok yang terbaring di jalan. Seakan memantapkan diri, ia bangkit dan berjalan ke tengah jalan, tak mempedulikan truk yang melaju kencang ke arahnya.


Namun seseorang menyelamatkannya.


Tapi hal ini menyebabkan terjadinya tabrakan beruntun.Naasnya, Ji Hyun yang sedang menyetir tak dapat mengendalikan mobil saat sepeda motor di depannya jatuh. Ia terlempar keluar dan tak sadarkan diri.


Saat ia sadar, sudah banyak orang yang mengerumuni mobilnya.Setelah dekat, ia melihat dirinya tak sadarkan diri di dalam mobil. Ia memanggil-manggil orang yang ada di dekatnya, namun tak ada yang menggubrisnya. Hanya satu orang yang menatapnya gusar. Namun pria itu lenyap saat dia mencarinya lagi.


Karena tak tahu harus bagaimana, Ji Hyun akhirnya ikut masuk ke mobil ambulan yang membawa tubuhnya ke rumah sakit. Di sana ia bertemu lagi dengan pria yang memandangnya di jalan. Ternyata ia adalah Scheduler (istilah Malaikan Kematian sudah kuno). Ia memberitahu kalau sebenarnya Ji Hyun belum waktunya mati

"Kenapa kau tak berhati-hati waktu menyetir?!"
Jelas sekali Scheduler sangat gusar. Jadwalnya berantakan karena keteledoran Ji Hyun. Seharusnya ia menjemput seorang ayah di jalanan. Namun karena kecelakaan itu, ayah tersebut akhirnya meninggal di rumah sakit.


Okay Mr. Cute and Grumpy Scheduler, kalau mau menyalahkan, bukannya seharusnya ia menyalahkan Yi Kyun dan bukannya Ji Hyun? Karena Ji Hyun pun juga menerima dampak dari Yi Kyung.

Karena kasus Ji Hyun adalah kasus spesial (ini kasus spesialnya yang ketiga selama 5 tahun ia menjabat sebagai Scheduler), maka ia memberikan perlakuan istimewa pada Ji Hyun. Sama seperti 2 kasus sebelumnya, maka Ji Hyun mendapat kesempatan berada di dunia selama 49 hari.

 
Dan apa yang harus ia lakukan? Ji Hyun harus dapat mengumpulkan 3 air mata yang tulus untuknya dari 3 orang kenalannya, tapi bukan anggota keluarga. Dan untuk itu, Ji Hyun dapat meminjam tubuh seseorang.


Tubuh itu adalah tubuh Song Yi Kyung. Mulanya Ji Hyun menolak karena gadis itu tak seperti dirinya (rambut dan bajunya, yang AMPUNNN!!). Tapi Scheduler tetap menyuruh memakai tubuh Yi Kyung karena mereka berhubungan satu sama lain.


Scheduler mengingatkan Ji Hyun untuk memasuki tubuh Yi Kyung saat Yi Kyung sudah tertidur pulas. Maka, Ji Hyun mengikuti Yi Kyung ke rumahnya. Dan saat Yi Kyung tertidur, ia memasuki tubuh Ji Hyun.
Yi Kyung membuka mata, dan

“Aku Song Ji Hyun!”
Dan apa yang dilakukan Ji Hyun pertama kali setelah masuk ke tubuh Yi Kyung? Ia langsung mandi, walaupun tak menemukan shampoo dan hand body lotion. Namun itu tak menghalangi keceriaannya karena ia hidup kembali.


Di jalan ia bertemu dengan Scheduler. Ia langsung berteriak memanggilnya.

"Hei, Scheduler! Aku Shin Ji Hyun!"
Scheduler benar-benar gusar menghadapi gadis ini. Walaupun sudah berganti tubuh, sikapnya tetap tak berubah. Apakah Ji Hyun sudah lupa akan syarat yang mereka setujui pada malam sebelumnya?
Ji Hyun pun mencoba mengingat syarat apa yang telah mereka setujui kemarin malam.


Satu, ia tak boleh membocorkan identitasnya sebagai Ji Hyun. Dua, ia harus mengembalikan tubuh Yi Kyung setiap malam (saat Yi Kyung mulai beraktivitas di malam hari, yaitu bekerja di toko 24 jam). Tiga, ia tak boleh mengganggu kehidupan Yi Kyung. Selama ia berada di tubuh Yi kyung, ia harus mencari uang sendiri dan tak boleh melukai tubuh Yi Kyung.


Dan belum sehari Ji Hyun menjadi Yi Kyung, ia sudah melanggar aturan itu? Apa ia mau dikirim ke alam baka? 


Ji Hyun langsung meminta kesempatan sekali lagi karena ia lupa. Dan bukankah ia adalah Scheduler, maka ia sudah tahu kalau Yi Kyung ini adalah Ji Hyun?


Tak percaya kalau ia harus menghadapi roh yang sulit diatur, Scheduler memberikan handphone (Samsung Galaxy S?) pada Ji Hyun. Ada tombol darurat di dalamnya, yang dapat Ji Hyun gunakan untuk memanggilnya jika Ji Hyun menemui masalah. Handphone itu juga memberi tahu jumlah waktu yang tersisa untuknya. Dan ia memberikan pinjaman uang, 49 ribu won, pada Ji Hyun.


Namun bagaimana Ji Hyun tahu kalau ia sudah mengumpulkan air mata itu? Scheduler menunjuk pada kalung yang ia pakai. Setiap air mata kesedihan yang tulus untuknya, akan terkumpul di bandul kalung itu.


Karena Scheduler tak mau memberikan tumpangan, maka ia naik taksi ke rumah sakit. Ia menemukan ayahnya dan Min Ho sedang menungguinya. Ia melihat Min Ho yang khawatir tapi tak meneteskan air mata. Ji Hyun menduga air mata Min Ho habis karena ia telah menangis semalaman.


Ia kemudian pergi membeli shampoo dan hand body lotion. Merasa lapar Ji Hyun, yang pergi ke restoran Han Kang untuk mencari teman-temannya, memesan makanan dan menghabiskan semua isinya sampai ludes.

“Ia memiliki nafsu makan yang besar atau apa ya?”
Namun ia lupa, kalau uangnya telah habis untuk taksi dan shampoo. Tak menggubris rasa malu karena tak bayar, ia minta keringanan pada pemilik restoran, Han Kang. Han Kang yang masih memikirkan Ji Hyun yang sedang koma di rumah sakit, mengijinkannya pergi tanpa membayar sepeserpun.


Jika Han Kang berpikir kalau bantuan itu diberikan agar gadis aneh yang kelaparan itu pergi, Han Kang harus berpikir lagi lain kali. Karena gadis itu kembali dan melamar pekerjaan di restoran itu. Han Kang serta merta menolak karena mereka tak membutuhkan pelayan lagi. Tapi gadis aneh itu tetap memaksa untuk bekerja sementara untuk 48 hari. Bukan, seminggu pun sudah cukup.


Well, permintaan Ji Hyun untuk bekerja hanya seminggu membuktikan  kalau dia yakin bisa mengumpulkan tiga air mata kesedihan yang sebenarnya.

Han Kang masih menolak. Karena kasihan, ia memberikan uang pada gadis aneh itu. Namun, gadis itu malah tersinggung dan mengatakan bahwa ayahnya melarang ia menerima pemberian karena belas kasihan.Dan ia pun pergi.

Namun ia diminta kembali dan memberinya kesempatan untuk bekerja dari jam 11 pagi sampai tengah malam, dengan bayaran 4000 won sejam. Tentu saja Ji Hyun sangat gembira dengan kebaikan Han Kang. Maka ia mencoba keberuntungannya sekali lagi.

“Aku tak punya ongkos pulang. Aku boleh pinjam 2000 won, ya?”
Ketika pulang, ia mencari tempat untuk menyembunyikan barang belanjaannya. Begitu terkejutnya Ji Hyun ketika mendapati kotak berisi barang-barang yang cantik, seperti bukan milik Song Yi Kyung saat ini.

Ji Hyun tak sempat melihat-lihat lagi, karena waktunya hampir habis. Maka buru-buru ia menyembunyikan belanjaannya, dan membaringkan dirinya. Saat itu juga rohnya keluar dari tubuh Yi kyung. Tapi ia lupa, kalau ia tak dapat menyentuh apapun saat ia menjadi roh. Maka apa yang dapat ia lakukan agar dapat keluar dari kamar Yi Kyung?


Memanggil Scheduler.


Scheduler sedang asyik jingkrak-jingkrak di suatu diskotik, jejingkrakan mendapat panggilan dari Yi Kyung.


Ternyata panggilan itu menyakitkannya dan akan reda kalau ia menerima panggilan itu. Scheduler akhirnya datang untuk menyelesaikan persoalan Ji Hyun.


Yang ingin dibukakan pintu olehnya?

Scheduler langsung tantrum karena ia dipanggil pada waktu Me Time-nya yang berharga, hanya karena roh di depannya ini tak bisa membuka pintu? Ia menekankan sekali lagi kalau ia tak mau ikut campur urusan manusia, dan Ji Hyun harus beradaptasi dengan caranya sendiri.


Dan, wuusss…  ia langsung menghilang. Ji Hyun pun berbisik keras, memanggilnya

Scheduler ternyata kembali lagi, tapi hanya untuk berkata,
“Aku tak akan memnbatumu. Jadi jangan pernah memanggilku, atau meneleponku lagi.”
Dan Scheduler pun menghilang lagi. Ji Hyun menggerutu kalau Scheduler tak punya hati. Untungnya Yi Kyung bangun dan bersiap-siap untuk pergi kerja. Dan ia pun dapat keluar dengan mengikuti Yi Kyung. Dan mereka pun berpisah karena Ji Hyun ingin pergi ke rumah sakit.


Di sana ia bertemu dengan Min Ho yang bertanya pada tubuh Ji Hyun, apa yang harus ia lakukan. Ji Hyun menyuruhnya untuk menangis. Walaupun tentu saja Min Ho tak mendengarnya.


Sementara itu Yi Kyung bertemu lagi dengan pelanggan yang selalu membeli rokok tiap malam. Ternyata ia adalah pria yang menyelamatkan Yi Kyung saat usaha bunuh dirinya. Yi Kyung berkata datar pada pria itu agar membawa tagihan rumah sakitnya besok malam, dan memintanya untuk tak ikut campur masalah orang lain (dirinya)  lagi.


Keesokan harinya, Ji Hyun pun bangun dengan tubuh Yi Kyung. Dengan berbekal shampoo, ia pun mandi dengan gembira. Betapa kagetnya ia, menemukan hair dryer di kotak harta karun Yi Kyung. Dan baju-bajunya pun bagus, mengisyaratkan kalau Yi Kyung yang dulu bukan seperti Yi Kyung yang sekarang.


Dan ia pun datang ke restoran, mengejutkan Han Kang dan rekan kerjanya yang lain, karena penampilannya yang berubah. Ya,bahkan Ji Hyun pun juga terkejut dengan sosok Yi Kyung yang sekarang.


Walaupun karyawan baru ini pernah membuat mereka terkejut, mereka belum siap dengan kejutan kedua. Karena Ji Hyun yang mungkin tak pernah melayani orang seumur hidupnya, sangat kikuk melayani tamu.


Apalagi saat Min Ho tiba, Yi Kyung sangat ramah kepadanya. Walaupun Han Kang, karena tak tahan melihat Yi Kyung ‘mengganggu’ Min Ho, menyuruhnya pulang, Yi Kyung tetap menunggunya di luar restoran. Dan saat Ji Hyun mencoba membantu Min Ho yang mabuk, Han Kang sudah tak sabar.


Han Kang akan menghardiknya, jika Ji Hyun tak sadar kalau jam malamnya hampir tiba. Ia buru-buru lari meninggalkan Han Kang.

Setelah itu ia ke rumah sakit lagi, dan kali ini bertemu dengan ayahnya. Melihat ayahnya yang tertidur kecapaian, ia memeluk ayahnya. Namun tentu saja hal ini tak dapat ia lakukan.


Esoknya, saat Ji Hyun menjadi Yi Kyung lagi, ia tak dapat melakukan semuanya dengan benar. Han Kang yang putus asa menghadapinya, menyuruh Yi Kyung untuk mengambil surat referensi dari Hotel Seoul, kalau ia memang pernah bekerja di sana. Dan ia punya waktu satu jam dari sekarang.


Yi Kyung pun bergegas menuju Hotel Seoul dan  langsung meminta surat referensi ke HRD. Saat melewati restoran, ia memperhatikan cara pelayan melayani tamu, dan mencatatnya dalam hati.


Tak disangka, ditengah jalan ia bertemu dengan Min Ho, yang anehnya memasuki lift dan menuju ke lantai dimana hanya ada kamar di sana. Belum habis terkejutnya, In Jung berada disisinya dan memasuki lift juga.


Dengan kecurigaan menempel di kepalanya, Ji Hyun mengikuti In Jung. Betapa terkejutnya ia saat melihat kalau In Jung pergi ke lantai yang sama dengan Min Ho. Ia mengikuti In Jung keluar dari lift.

Saat itulah ia melihat Min Ho menarik In Jung masuk ke kamarnya.


Ingatannya seperti terusik pada kejadian sesaat sebelum kecelakaannya. Saat itu ia melihat Min Ho dan In Jung berdua di dalam mobil dan Min Ho mencium tangan In Jung.


Ji Hyun tak dapat memusatkan perhatian pada mobil yang dikendarainya. Karena gugupnya, handphone nya terlepas saat ia akan menelepon Min Ho. Ia melepas sabuk pengamannya, dan saat itu juga ada motor jatuh melintas di depan mobilnya.


Ingatan itu menerpa Ji Hyun dengan cepat, membuat Ji Hyun tak mampu menahan beban ingatan itu. Ia pun jatuh terduduk.


Komentar :

Walaupun dua episode ini banyak menceritakan tentang sisi Ji Hyun, namun menurut saya, saat-saat yang paling menyedihkan adalah ketika Yi Kyung berjalan perlahan tanpa tujuan. Dibiarkannya hari demi hari berlalu begitu saja. Ia menghabiskan waktunya seolah hanya itu yang dapat ia lakukan sampai kematian menjemputnya.


Dan  ini menggambarkan betapa berbedanya Ji Hyun dengan Yi Kyung. Mereka berhadapan, seperti cermin yang semuanya berkebalikan. Ji Hyun dengan sifatnya yang bubbly dan optimis, ingin kembali ke kehidupannya walau tubuhnya dalam keadaan koma. Sebaliknya dengan Yi Kyung  Dirinya seolah sudah mati tapi walau masih bernyawa.

Selanjutnya :

[ Episode 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 - 11 - 12 - 13 - 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 - 20 Tamat ]




2 comments :

  1. wah si injung sepertinya jadi duri dalam selimut ya mbak dee. hmm,salut buat mbak dee yang buat sinopsisnya dengan baik.

    tapi satu yang buat penasaran ,masa ada malaikat kematian begitu gaya ya, punya samsung pula ,mau dunk kalo dikasih hihihi..
    kamsahamnida mbak dee ,kalo pegel buat sinopnya sini aku pijitin :)

    ReplyDelete
  2. Malaikat kematian dari Korea, pakenya Samsung. Kalo dari Amerika, pakenya I Phone. Kalo dari Indonesia, pakenya Nexian. :)

    ReplyDelete