January 21, 2011

Sinopsis My Princess Episode 5

Note : Recap langsung masuk episode 5 ya.. karena baru tayang hari Rabu ini, jadi masih fresh di ingatan. Recap episode 1 - 4 menyusul ya. Dan gambar-gambar lain menyusul, karena upload susah banget.
   

Lee Seul masih terpukau dengan indahnya istana yang akan didiaminya, dan heran,  apa ada tempat seindah ini di Korea?

Kakek Park mengatakan bahwa istana ini dibangun sudah lama, dan menunggu pemiliknya datang, bahkan kupu-kupu pun menunggu Putri datang.  Dan ternyata bukan hanya kupu-kupu yang menunggu Lee Seol, tapi juga ibunya.


Ibu Lee Seol mulanya agak kagok menghadapi putrinya, karena Lee Seol memang PUTRI. Bahkan ketika Lee Seol menghambur ke pelukannya, ibunya ragu-ragu dan bertanya pada Kakek Park apakah boleh ia memeluk putrinya? Kakek Park mengangguk dan mereka berpelukan sambil menangis.

Hae Young sepertinya tak percaya pada pengumuman tentang dirinya yang dibebastugaskan, karena menyalahi peraturan. Sekretarisnya bertanya apakah ia tak mendapat pemberitahuan sebelumnya. Gosip tentangnya yang menyukai Putri sudah menyebar luas. Wartawan Goo yang selalu mengganggunya memfotonya (sekretaris Hae Young langsung membetulkan letak dasinya, dan bersiap untuk foto berikutnya. Hehehe…) dan mengatakan dia sedang mencari berita, membuat Hae Young kesal karena keamanan di kantor ini sangat kurang.

Yoong Ju menemui Lee Dan dan mengatakan kalau saat ini mungkin tidak nyaman untuknya (karena wartawan dan yang lainnya), jadi dia telah menempatkan beberapa pengawal di rumahnya. Dan Yoong Ju memberikan kartu nama padanya dan mengatakan kalau ada hal-hal lainnya, Lee Dan dapat menghubunginya. Saat Lee Dan menaruh kartu nama di laci (miliki Lee Seol?) dia menemukan kantong indah yang mirip dengan kantong yang ditunjukkan Profesor Jung pada Lee Seol. Witch idea? Evil one? Maybe.

Kakek Park menjelaskan kalau dia telah mencari Lee Seol selama 20 tahun, dan dia selalu berdoa agar Putri tidak meninggal. Ibu Lee Seol mengatakan dia membesarkan Lee Seol sambil bertanya-tanya, bagaimana orang tua Lee Seol sebenarnya, karena Lee Seol tidak seperti anak kebanyakan, dia seperti bersinar dan memiliki karisma dan kepribadian yang selalu tak tahan jika ada yang menderita. Setelah Lee Seol mengkhawatirkan ibunya yang akan sendirian, dan bertanya apakah dia dapat pulang untuk mengambil barang-barangnya. Kakek malah bertanya balik, apakah dia akan kembali? Karena dia datang untuk membersihkan nama ayahnya. Dan cara satu-satunya adalah dengan dia menjadi Putri, ia dapat melakukannya.

Pilihan ada di tangan Lee Seol, tinggal di Istana dan menjadi Putri atau pergi.

Yoong Ju mendatangi Kakek Park dan Kakek berterima kasih karena Yoong Ju bekerja keras untuk mengumpulkan barang-barang peninggalan istana yang tercerai berai. Maka Kakek akan memberikan sesuatu sebelum ia kehilangan kekayaannya, yaitu ia akan memberikan museum pada Yoong Ju. Yoong Ju menolaknya dan ia lebih ingin menangani asset keluarga istana, sehingga Hae Young tak akan mengganggu Putri dalam menjalankan kerajaannya. Kakek berterima kasih pada Yoong Ju, tapi ayahnya bertanya-tanya, kenapa dia malah melakukan sesuatu yang bukan keinginannya, dan menyuruhnya untuk menolak posisi itu besok. Yoong Ju tetap tak mau.

Lee Seol diperkenalkan pada dua dayangnya dan juga kamarnya. Dia terheran-heran pada kamar yang ia miliki, sampai pada koleksi sepatu yang terpampang di dinding kamarnya. Terpukau kegirangan ia bahkan meluncur dan melompati tempat tidurnya (sampai saya tak bisa meng-catch gambar bagusnya, karena gerakan meluncurnya terlalu cepat J) dan terpukau kembali melihat koleksi sepatu high heel-nya.


Dan lemari bajunya.. banyaaakk sekali gaun yang berwarna putih. Makanya, begitu Lee Seol menemukan gaun merah balon yang lucu, dia langsung mencobanya.

Dan tanpa gaun merah pun Kim Tae Hee memang cantik. Apalagi dengan sepatu tinggi yang ia pakai. Yang ia langsung terjatuh.

Esoknya Lee Seol mem-sms temannya kalau suhu badannya naik sampai 39,5 derajat Celsius. Well, salah satu tanda stress adalah kalau suhu badan naik or diare.  Dan rekannya yang lain langsung memberi tahun Jung Woo kondisi Lee Seol. Dan Jung Woo sepertinya khawatir dengan Lee Seol.

Jung Woo bertemu dengan Yoon Ju di kantor dekan. Saat di luar, Yoon Ju bertanya bagaimana keadaanya. Jung Woo menjawab kalau dia masih seperti ini, menjadi Profesor di usia belia,  tanpa didukung/ditemani (or bekingan kalau ia cynically membicarakan keberhasilan Yoon Ju) siapapun. Yoon Ju mengatakan bagaimana mungkin ia tak ditemani siapapun, kan dia ada di sini. Maka Jung Woo meminta dukungannya agar ia bisa bertemu dengan Putri. Urusan pribadi, kata Jung Woo saat Yoon Ju menanyakan untuk apa.

Di rumah Hae Young menerima tamu sekumpulan pengawalnya yang memberikan dokumen dan meminta masuk .. untuk melabel semua hartanya. Dan Hae Young seperti WT .. F? Kalau rumahnya, mungkin memang asset Perusahaan Dae Han (yang nanti akhirnya menjadi asset kerajaan), tapi barang-barang yang ada dia beli sendiri. Pengawalnya berkilah tapi uang itu digesek dari kartu milik Dae Han. 


And I said too WTF? Memang selama ini Hae Young gak kerja apa? Emang dia jadi pegawai Deplu gak digaji apa?

Dan semua barang dilabel sama mereka, termasuk mug yang dipegang dan sandal juga. (Hmmm, kenapa gak sekalian underwear ya… Wakakakak… ngarep mode on)

Hae young tak percaya dengan perlakuan ini, bahkan curiga mungkin ada candid camera sekarang. Pengawalnya meminta agar Hae Young segera meninggalkan rumah ini, atau kalau tidak mereka akan memaksanya. Hae Young melempar dokumen, menempelkan label ke muka pengawalnya dan berkata, “ Aku akan pergi,” Setelah itu berkata kesal, “Uh.. bener-bener deh..”  

I’m with you Hae Young..

Hae Young menemui Yoon Ju dengan koper besar yang dibawa kemana-mana. Yoon Ju menjelaskan kalau asset Dae Han akan menjadi asset kerajaan. Dan Hae Young heran kenapa dokumennya tebal sekali. Dan ia sangat gusar karena rumah di pulau Jeju juga merupakan asset kerajaan. WTF again? Ini kan hadiah ultah ke-8 dari ayahnya, bukan milik Dae Han.  

And I said WTF again? Saya minta rumah Barbie untuk kado ultahku, dan nggak dikasih, and you got a real house? Real house with real brick?

Yoon Ju menjawab asset ayahmu sekarang menjadi asset kakekmu.
Dan Hae Young terpana dan berkata : “What?”
..TF?

Di departemen store, Lee Seol sedang berbelanja dan dayangnya mengkritik, bagaimana mungkin dia membeli barang sekian banyak untuk ibu dan kakaknya tapi hanya membeli satu untuk diri sendiri. Lee Seol berkilah karena tanpa dirinya rumah akan sepi, jadi ini salah satu caranya untuk mengkompensasi kehahadirannya. 

Hae Young kebetulan juga di tempat yang sama untuk membeli underwear. I knew it somehow the guard succeeded to tag his underwear. Dia segera bersembunyi melihat Lee Seol lewat. Tapi Lee Seol sepertinya juga ingin membeli barang yang sama, karena dia menghampiri Hae Young yang sedang bersembunyi, dan langsung menemukan Hae Young yang tak sadar memegang underwear dan bra. Not. so. cool. ever.
Lee Seol bertanya apa yang dilakukan Hae Young di sini.

Hae Young pun berlagak cool berkata ia sedang mengecek kondisi toko. Lee Seol tak acuh menjawab, kalau teruskan saja, dan oh.. ia dan mannequin sangat cocok, kok.

Hae Young mendapati kalau semua kartunya tidak bisa dipakai, dan menyadari ulah siapa ini. Hae Young bergegas mengejar lift yang membawa Lee Seol, menahan lift dengan kakinya, dan setelah masuk mendorong Lee Seol dengan pinggulnya. Dan dibalas oleh pengawalnya yang menggesernya saat mengawal Lee Seol keluar dari Lift.

Hae Young dipanggil oleh Presiden, yang langsung bertanya pada Presiden, bagaimana mungkin Presiden setuju untuk membangun kerajaan lagi. Begitu banyak alasan untuk tidak menghidupkan kerajaan lagi. Presiden setuju, namun ia tak bisa berbuat banyak karena sudah terlambat untuk menghentikannya. Ia malah bertanya bagaimana Hae Young menyelesaikan masalah ini.

Presiden dan Sun Woo (politikus) beramah tamah donor darah di depan wartawan. Tapi begitu wartawan pergi, ia minta agar jarumnya dicabut, namun dicegah oleh Presiden. Presiden bertanya apakah ia akan terus menolak pendirian kerajaan? Putri sekarang sudah berada di istana. Dan jangan mengeluarkan skandal tentang ayah Putri lagi.

Sementara itu Lee Seol sedang senang karena Jung Woo menemuninya. Bahkan Jung Woo juga mengatakan ia ingin bertemu dengannya. Lee Seol tak percaya dengan kata-kata Jung Woo. Dia merasa sangat susah mencernanya. Jung Woo mengatakan akan banyak hal lainnya yang akan sulit dicerna (tentang posisinya sebagai Putri, dan Kerajaan). Dan ia akan sendiri. Sama seperti yang dikatakan sejarah. Dan jika ia butuh teman untuk berbicara mengenai ini, datang saja padanya. Jangan ke dia- merujuk pada Hae Young. Jiaaa….Saingan nih...

Di tengah percakapan mereka, Lee Seol menerima telepon dari Hae Young, yang ingin tahu dimana Lee Seol berada sekarang. Dayang-dayangnya curiga dengan percakapan mereka. Dan siapa yang nggak kalau mendengar percakapan seperti ini :

Lee Soul : Setelah aku masuk ke dalam istana, aku memutuskan untuk melupakanmu. Jadi jangan meneleponku sekarang.
Hae Young : Apa? Aku tak dapat percaya hal ini. Di mana sih istananya berada?
Lee Seol : Tak mungkin kau ingin, kau ingin bertemu denganku? Kau ini kenapa sih? Bener-bener deh.. Tolong biarkan aku pergi sekarang
Hae Young : Kalau kau tak segera mengatakannya, aku akan membuat masalah
Lee Seol : Memang ada masalah lain yang bisa kau buat?
Hae Young : Tentu saja – jelas kalau laki-laki ingin membuat masalah maka .. aku akan menikahimu.
Lee Seol : Menikah?

Dan Lee Seol langsung mematikan handphone nya. Hae Young tak percaya kalau ia berani menutup telepon darinya. Lee Seol menganggap Hae Young sudah gila dan meminta diri untuk pergi sebentar dan menelepon Hae Young kembali.

Hae Young mengancam akan membeberkan masalah pernikahan ini ke wartawan. Jika Lee  Seol tak ingin agar masalah ini terungkap, maka temui dia sekarang juga.

Lee Seol segera minta bantuan pada Jung Woo untuk menyelundupkan dia keluar dari istana. Jung Woo pun menyetujuinya. Sayangnya koki pengagum Lee Seol melihat sekilas kalau Jung Woo membungkus Lee Seol dengan selimut agar tidak ketahuan, dan berpikir bahwa Lee Seol diculik.

Koki itu langsung mengejar mereka dengan sepeda motor, menyuruh agar Lee Seol melompat Jung Woo yang melihat ini menjadi ikut panic, dan hampir menabrak pembangunan jalan.

Hae Young datang ke rumah sakit dengan panic dan bertanya apa yang terjadi, membuat dokter yang menanganinya mengeluh hal ini selalu terjadi, orang yang datang satu per satu sehingga dia harus selalu menjelaskan diagnosanya juga per orang yang datang. Lee Seol diperbolehkan tinggal tapi juga boleh pergi. Hae Young menyalahkan Jung Woo yang membawa Lee Seol ke rumah sakit kecil. Hae Young mengatakan apakah ini caranya Lee Seol untuk mencegahnya agar tak berbicara pada wartawan, dan kenapa ia harus naik mobil Jung Woo. Bukannya Hae Young sudah pernah melarangnya agar ia jangan semobil dengan Jung Woo?
Lee Seol membela Jung Woo karena Hae Younglah yang memintanya datang SEKARANG JUGA, sehingga ia minta bantuan Jung Woo.

Hae Young menarik tangan Lee Seol dan berkata kalau dia sepertinya sudah sembuh. Lee Seol langsung mengaduh kesakitan, membuat Jung Woo gusar dan bersimpati. Hae Young yang merasa tidak menarik kuat tangan Lee Seol menuduhnya berpura-pura sakit. Jung Woo pun menariknya keluar dari ruangan.

Bahkan saat mengisi formulir pun mereka masih bertengkar, memutuskan siapa yang akan bertanggung jawab, sampai Hae Young mengultimatum kalau dia yang akan menikah, dan jika Jung Woo membiarkan Lee Seol dengannya, maka mungkin menjadi tunangan itu akan berakhir sampai hari ini saja.

Koki fans datang dan ternyata namanya Gun, dan Lee Seol meminta agar Gun menggantikannya sebagai Putri sebentar saja. 

Malam harinya Hae Young menunggui Lee Seol di rumah sakit. Ia menaruh simpati pada Lee Seol yang bermimpi ayahnya dan memanggil ayah berkali-kali.. untuk mengatakan kalau ia lapar? Hae Young tak percaya mendengarnya.

Lee Seol pun terbangun dan meminta air, dan (entah dibawah sadarnya Lee Seol memang manja pada Hae Young atau salah satu bentuk penindasannya) membantunya minum, karena lengannya masih sakit. Yang kemudian tangan itu  ia gunakan untuk menyeka mulutnya. Hae  Young benar-benar tak percaya kalau ia memang sakit.  Tapi Lee Seol pun tak memaksa Hae Young untuk percaya.

Mungkin Lee Seol tak sadar memang sudah merasa dekat dengan Hae Young. Karena ketika berada di depan Jung Woo, Lee Seol berdandan dan berlaku secantik mungkin. Namun pada Hae Young ia meminta untuk ditemani ke WC dengan cara buang gas? Berbunyi pulak.

Get married aja deh, karena kayaknya waktu saya pacaran aja, masih jaim dan berpikir seribu kali untuk ngelakuin itu. Hanya pasangan yang sudah ngerasa comfy satu sama lain yang melakukan hal itu.
 
Hae Young pun juga menghadapinya dengan pasrah dan mimiknya seperti ‘ya ampun.. sutralah…’

Setelah Lee Seol keluar dari WC, ada seorang ibu yang meminta agar anaknya bisa dirawat, namun ditolak karena sudah penuh. Langsung Lee Seol merelakan dirinya keluar dari RS untuk memberikan tempat untuk mereka. Dan ternyata Lee Seol tak berpura-pura dia sakit, karena dia langsung pingsan di depan mobil Hae Young. Hae Young yang ingin membawa Lee Seol ke rumah sakit lagi tapi langsung dicegah karena penuh. Lee Seol sakit lebih karena demam.

Maka Hae Young yang panic pun membawa Lee Seol pulang ke rumahnya, dan mulai mengganti baju, menyeka tangannya (dan mendapati kalau ternyata tangan Lee Seol memang lebam akibat tabrakan), mengkompres dahi Lee Seol dan menjaganya sepanjang malam. Ia sangat lega ketika suhu tubuh Lee Seol mulai turun.

Esok paginya, Lee Seol mendapati dirinya berada di tempat tidur yang sama seperti beberapa hari sebelumnya, dan sama seperti dulu pun Hae Young juga sedang memasak untuknya. Hae Young menyodorkan bubur untuk ia makan. Dan ketika Lee Seol makan dengan lambat –karena tangan kanannya lebam- ia mengambil alih bubur itu dan mulai menyuapinya sesendok demi sesendok walaupun dengan tetap ngobrol dan bertengkar.

Lee Seol baru menyadari kalau dia sudah berganti baju, dan bertanya apa kemarin malam ia berganti baju sendiri. Dan ia menjadi panic saat tahu kalau Hae Young yang melakukannya, dan masih panic walaupun Hae Young menenangkannya karena ia tak melihat apapun, dan bergumam ‘karena memang tak ada yang perlu dilihat.’

Perlakuan manis ini tak luput dari perhatian Lee Seol yang mengira Hae Young meminta sesuatu darinya. Hae Young mengakui kalau ia ingin Lee Seol mempercayainya. Mungkin Lee Seol tak memaafkannya, tapi ia ingin Lee Seol percaya kalau ia ingin meminta maaf tentang ayahnya.

Saat di ruang tamu, Lee Seol terkejut karena semua barang dilabel merah. Hae Young serta merta menjawab karena dirinya sebagai Putri. Dan tentunya harta yang disumbangkan kakeknya.

Dan kekagetan Lee Seol semakin bertambah saat ia menemukan dokumen tentang keburukan ayahnya. Ia mengkonfrontir Hae Young tentang dokumen itu, dan Hae Young bertanya mungkin Lee Seol menduga kalau ialah yang menyebarkan gossip itu. Ia tak menyangkal kalau ia yang paling mendapat keuntungan jika ia tak menjadi Putri. Tapi bukan ia satu-satunya orang yang menginginkan Lee Seol urung menjadi Putri. Jadi walaupun ia berhenti, orang lainpun dapat mengusiknya.

Lee Seol menganggap Hae Young berbohong tentang semua yang dilakukannya selama ini. Hae Young hanya mendesah dan berkata bahwa, ia benar-benar khawatir saat dia sakit, ia juga benar-benar meminta maaf mengenai ayahnya. Tapi dari semuanya itu, adalah Ia benar-benar menginginkannya untuk berhenti menjadi seorang Putri. Dan apa ia (Lee Seol) dapat memahaminya?

Lee Seol tak menjawab, langsung lari menghambur ke luar. Tak dinyana bertemu dengan Kakek Park yang menjemputnya, karena Presiden ingin bertemu dengannya. Untuk kedua kalinya Lee Seol masuk ke mobil dan meninggalkan Hae Young.

Presiden menyambutnya dan mengatakan bahwa jika Lee Seul sudah memilih jalan yang diambil, dia harus menerima tanggung jawab yang ada. Dan Kakek Park menanyakan apa yang ia pilih, Lee Seul memilih kembali ke Istana.

Walaupun pikiran sadarnya memilih untuk menjadi Putri, namun pikiran bawah sadarnya memilih lainnya. Saat ia tidur, ia membayangkan Hae Young mendampinginya agar ia terlelap tidur. Dan saat ia bangun, ia juga membayangkan Hae Young menungguinya.


Hanya saja Hae Young yang ini mendesah kesal. Lee Soul membuka matanya kembali karena Hae Young ini berkata :
"Halo Putri, Saya Park Hae Young dari Kementrian Luar Negeri"
Dan Lee Seul seperti :
"WTF?"


Artikel terkait :



2 comments:

  1. seperti aq dn mantanku dl....sll bertengkar sprti itu. aq pun tak menyangka bs meninggalkannya, wl smp saaat ini dia memintaku kembali. huuuffffffffz

    ReplyDelete
  2. @anonim : hehe.. senengnya yang lagi pacaran. Selama pisahnya bukan hal yang prinsip dan juga masih suka sama dia, jadian lagi aja. :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...